← Beranda
Bruno Moreira Kritik Keras Kinerja Wasit VAR saat Persebaya Surabaya Gasak Persis Solo di Stadion Gelora Bung Tomo
Moch. Rizky Pratama PutraJumat, 20 September 2024 | 16.02 WIB
Bruno Moreira menunjukkan kekecewaannya ketika merasa dilanggar namun tak mendapatkan perhatian dari wasit di lapangan. (Instagram @brunomoreira99)

JawaPos.com — Meski Persebaya Surabaya sukses mengalahkan Persis Solo pada laga Liga 1 Indonesia yang digelar Rabu (18/9), kapten tim Bruno Moreira tak bisa menyembunyikan amarahnya. Bukan karena hasil pertandingan, tetapi akibat keputusan kontroversial yang melibatkan VAR (Video Assistant Referee).

Menurut Bruno Moreira, Persebaya Surabaya layak mendapatkan penalti pada momen krusial di babak kedua, yang sayangnya diabaikan oleh wasit utama maupun wasit yang bertugas di ruang VAR.

Baca Juga: Mayat Anak Perempuan Ditemukan di Pantai Lebak, Wajahnya Dilakban dan Badan Penuh Luka

Kemarahan ini bukan tanpa alasan. Bruno Moreira, yang tampil impresif sepanjang laga, merasa bahwa timnya dirugikan oleh keputusan wasit yang tidak memberikan penalti atas pelanggaran di kotak terlarang. Insiden itu terjadi pada menit ke-70 ketika Bruno Moreira yang sedang menggiring bola dari sisi kiri dihentikan oleh tekel pemain Persis Solo, Althaf Indie. Dalam tayangan ulang, terlihat jelas bahwa kaki Althaf mengenai Bruno lebih dulu sebelum menyentuh bola.

Menyadari hal tersebut, Bruno lantas meminta wasit untuk memeriksa insiden tersebut melalui VAR. Namun, wasit utama yang bertugas kala itu, Aidil Azmi, tetap pada keputusannya tanpa memberikan penalti dan tak melakukan pengecekan ulang di VAR. Keputusan ini memicu reaksi keras dari sang kapten Green Force.

Setelah pertandingan, Bruno Moreira meluapkan kekecewaannya melalui media sosial. Pemain asal Brasil berusia 24 tahun itu mengunggah video insiden yang ia alami, menyertakan caption yang menyindir kinerja wasit VAR. "Karena mereka (wasit) tak mengeceknya di VAR, kita cek saja di sini," tulis Bruno Moreira dalam unggahan tersebut, menyiratkan ketidakpuasan atas keputusan yang dianggapnya tidak adil.

Bruno merasa bahwa jika timnya gagal memenangkan pertandingan, insiden tersebut bisa menjadi masalah besar. “Untungnya kita bisa memenangi pertandingan, tetapi kita bisa punya masalah di kemudian hari karena penalti yang tak diberikan. Bahkan tak dicek di VAR," ungkap Bruno Moreira. Kalimat ini menunjukkan ketakutan Bruno akan kemungkinan terulangnya kesalahan serupa di laga-laga mendatang, yang dapat merugikan Persebaya Surabaya.

Nada kekecewaan Bruno Moreira semakin terlihat jelas ketika ia mengunggah foto-foto wasit yang bertugas pada pertandingan tersebut. Ia secara terbuka menuding bahwa Aidil Azmi sebagai wasit utama, serta Aprisman Aranda dan Azizul Alimmudin yang bertugas di ruang VAR, tidak menjalankan tugas mereka dengan baik. "Pekerjaan yang tak dapat dipercaya dari mereka. Mereka punya 6 monitor tetapi tak berguna. Selamat untuk kalian," sindir Bruno dengan nada penuh kekecewaan.

Keputusan yang melibatkan VAR memang kerap kali menjadi perbincangan hangat di sepak bola, dan Liga 1 Indonesia bukan pengecualian. Namun, insiden kali ini tampaknya memperuncing perdebatan tentang sejauh mana efektivitas penggunaan teknologi VAR dalam membantu wasit membuat keputusan yang lebih akurat.

Berdasarkan data dari PT Liga Indonesia Baru (LIB), wasit utama yang memimpin laga tersebut adalah Aidil Azmi, sementara Aprisman Aranda dan Azizul Alimmudin bertugas sebagai operator VAR. Kritik yang dilontarkan oleh Bruno Moreira ini tentu menjadi sorotan karena VAR seharusnya digunakan untuk meminimalisir kesalahan wasit dalam mengambil keputusan krusial, seperti potensi penalti.

Terlepas dari insiden kontroversial yang terjadi, Bruno Moreira tetap menunjukkan performa gemilang sepanjang laga. Sebagai kapten tim, Moreira telah menjadi motor serangan utama Persebaya Surabyaa sejak awal musim. Dalam lima pertandingan yang telah dilalui Green Force musim ini, Moreira telah mencetak tiga gol, sebuah catatan impresif untuk seorang gelandang serang.

Statistik Bruno Moreira semakin menegaskan kontribusinya bagi Persebaya Surabaya . Dalam empat pertandingan yang dimainkannya sebagai starter, Moreira mencatatkan total waktu bermain 360 menit, dengan rata-rata 90 menit per pertandingan. Lebih impresif lagi, ia berhasil mencetak gol setiap 136 menit, dengan rata-rata 0,8 gol per pertandingan. Dengan satu tembakan tepat sasaran per pertandingan, Moreira mampu memanfaatkan setiap peluang yang didapatnya untuk mencetak gol bagi Persebaya Surabaya.

Performa apik Bruno Moreira juga menjadi salah satu faktor yang membuat Persebaya Surabaya kini berada di peringkat kedua klasemen sementara Liga 1 Indonesia 2024/2025, mengumpulkan total 13 poin dari 4 kemenangan dan 1 hasil imbang. Di balik kesuksesan Persebaya Surabaya, peran Bruno Moreira sebagai kreator serangan tentu tak bisa diremehkan.

Setelah menghadapi Persis Solo, tantangan berikutnya bagi Bruno Moreira dan Persebaya Surabaya adalah laga tandang melawan tim promosi PSBS Biak. Pertandingan ini akan digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada Minggu (22/9) mendatang. Meski PSBS Biak merupakan tim promosi, pertandingan ini tetap dipandang penting bagi Green Force untuk menjaga konsistensi mereka di papan atas klasemen.

Kehadiran Bruno Moreira di lapangan akan menjadi kunci bagi Persebaya Surabaya untuk meraih kemenangan. Namun, harapan besar juga disematkan pada kinerja wasit, agar insiden kontroversial seperti yang dialami oleh Moreira di laga melawan Persis Solo tidak terulang kembali.

Apa yang dilakukan Bruno Moreira dalam mengkritik kinerja wasit VAR tentunya bukan sekadar luapan emosi semata. Kritik yang dilontarkan oleh Moreira bisa menjadi peringatan bagi operator VAR dan wasit di Liga 1 Indonesia untuk lebih cermat dalam menjalankan tugasnya. VAR seharusnya menjadi alat yang membantu menciptakan keadilan di lapangan, bukan malah menimbulkan lebih banyak kontroversi.

Sebagai kapten tim, Bruno Moreira tentu berharap bahwa kinerja wasit, termasuk VAR, dapat lebih baik di pertandingan-pertandingan selanjutnya. Bagaimanapun, keadilan dalam sepak bola sangat penting, dan insiden seperti yang dialami Moreira harus menjadi pelajaran bagi semua pihak yang terlibat.

Dalam jangka panjang, kejadian ini dapat memicu diskusi yang lebih serius mengenai penggunaan VAR di Liga 1 Indonesia, serta bagaimana teknologi ini bisa lebih optimal digunakan untuk meminimalisir kesalahan yang merugikan tim. Untuk saat ini, para suporter Persebaya Surabaya tentunya berharap agar kejadian serupa tidak lagi terulang, terutama di pertandingan-pertandingan penting yang akan datang.

Meski berhasil meraih kemenangan atas Persis Solo, insiden penalti yang tidak diberikan tetap menjadi catatan penting bagi Bruno Moreira dan seluruh tim Persebaya Surabaya. Kini, fokus mereka akan beralih ke laga berikutnya melawan PSBS Biak, di mana Green Force akan kembali berjuang untuk mempertahankan performa apik mereka di awal musim ini.

EDITOR: Banu Adikara