← Beranda

Profil Andre Oktaviansyah, Mantan Timnas Indonesia U-19 yang Dikartu Merah di Laga Persebaya Surabaya

Moch. Rizky Pratama PutraMinggu, 15 September 2024 | 16.06 WIB
Andre Oktaviansyah jadi salah satu pencetak gol termuda Persebaya Surabaya yang masih membela Green Force di Liga 1 Indonesia 2024/2025. (Instagram/@andreoktvn7)

JawaPos.com — Laga Persita Tangerang melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, menjadi sorotan bukan hanya karena kemenangan penting bagi Green Force, tetapi juga karena insiden kartu merah yang melibatkan Andre Oktaviansyah.

Pemain yang pernah menjadi andalan Timnas Indonesia U-19 ini harus rela diusir dari lapangan usai melakukan tindakan tidak sportif di menit-menit akhir pertandingan.

Andre Oktaviansyah, yang masuk di babak kedua menggantikan Gilson Costa pada menit ke-68, justru tampil penuh emosi. Ketika Persebaya Surabaya tengah berusaha mempertahankan keunggulan 1-0 atas Persita, Andre terlibat dalam sebuah insiden yang berujung kartu merah. Pada menit ke-90+9, dia kedapatan melakukan tindakan tidak terpuji dengan memukul pemain Persita Tangerang, Badrian Ilham, dari belakang.

Aksi ini tak luput dari pantauan wasit yang langsung memeriksa melalui VAR. Hasilnya jelas, Andre menerima kartu merah dan harus meninggalkan lapangan.

Beruntung bagi Persebaya Surabaya, insiden tersebut tidak mengubah hasil akhir pertandingan. Green Force tetap mengantongi tiga poin berkat gol semata wayang dari Bruno Moreira pada menit ke-11.

Meski insiden tersebut menyita perhatian publik, hal ini menjadi cerminan dari semakin tipisnya peluang Andre Oktaviansyah untuk mendapatkan menit bermain reguler di musim ini. Setelah sempat menjadi andalan di lini tengah Persebaya Surabaya musim lalu, Andre kini harus puas dengan peran sebagai pemain pengganti.

Perjalanan Andre Oktaviansyah bersama Persebaya Surabaya musim ini tidak berjalan mulus. Jika pada musim lalu dia menjadi pilihan utama di bawah asuhan pelatih Paul Munster, musim ini perannya cenderung menurun drastis. Dari empat laga yang sudah dimainkan Persebaya Surabaya, Andre hanya tampil dalam tiga pertandingan, itu pun sebagai pemain pengganti.

Dalam pertandingan melawan Persita Tangerang, Andre hanya bermain selama 22 menit sebelum akhirnya diusir dari lapangan. Total, dia baru bermain selama 43 menit di musim ini. Hal ini tentu jauh dari harapan seorang pemain yang pernah menjadi pilar penting di lini tengah Persebaya Surabaya.

Pada musim lalu, Andre mencatatkan 25 penampilan di Liga 1 dengan torehan satu gol dan dua assist. Namun, musim ini persaingan untuk mendapatkan tempat di lini tengah semakin ketat.

Kehadiran duo pemain asing, Gilson Costa dan Mohammed Rashid, menjadi tantangan besar bagi Andre. Keduanya tampil impresif di awal musim, membuat Andre kesulitan menembus starting eleven.

Selain itu, Toni Firmansyah, penggawa muda dari Timnas U-20, juga menjadi ancaman bagi Andre. Regulasi pemain U-22 yang diterapkan musim ini memberi keuntungan bagi Toni untuk mendapatkan menit bermain lebih banyak, terlebih dia memiliki kemampuan yang cukup untuk bersaing di lini tengah Persebaya Surabaya.

Sejak bergabung dengan Persebaya Surabaya, Andre Oktaviansyah harus berjuang keras untuk mendapatkan tempat di tim utama. Pada musim perdananya di 2022/2023, dia bersaing dengan gelandang senior seperti M Hidayat dan Alwi Slamat. Ketika Hidayat mengalami cedera lutut, Andre mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kualitasnya. Sayangnya, dia sempat tersingkir di awal musim 2023/2024 karena kedatangan Ripal Wahyudi, yang lebih diandalkan oleh pelatih saat itu.

Peruntungan Andre berubah ketika Aji Santoso mengundurkan diri di pekan ketujuh. Setelah itu, Andre kembali mendapatkan kepercayaan di bawah asuhan pelatih sementara Uston Nawawi, kemudian Josep Gombau, dan akhirnya Paul Munster. Dia menjadi pilihan utama di lini tengah dan menunjukkan performa yang stabil sepanjang musim.

Namun, musim ini nampaknya menjadi ujian berat bagi Andre. Selain persaingan ketat di lini tengah, dia juga harus berjuang untuk mendapatkan kembali kepercayaan pelatih setelah insiden kartu merah yang mencoreng namanya. Jika tidak segera memperbaiki perilakunya di lapangan, Andre bisa kehilangan lebih banyak kesempatan bermain, terlebih dengan adanya pemain-pemain muda berbakat seperti Toni Firmansyah yang siap mengisi posisi tersebut.

Nama Andre Oktaviansyah sempat melambung ketika dia menjadi bagian dari skuad Timnas Indonesia U-16 dan U-19. Total, dia tampil dalam lima pertandingan untuk kedua kategori timnas tersebut. Andre dikenal sebagai gelandang serba bisa yang memiliki visi bermain baik dan kemampuan bertahan yang solid.

Di level Timnas U-16, Andre mendapatkan empat kali kesempatan bermain. Sementara di Timnas U-19, dia hanya tampil sekali, namun tetap menunjukkan potensi besar yang ia miliki sebagai pemain muda berbakat. Sayangnya, karier Andre di timnas belum berlanjut ke level yang lebih tinggi. Meski begitu, dia tetap menjadi salah satu pemain yang diharapkan bisa berkontribusi lebih di klubnya.

Lini tengah Persebaya Surabaya musim ini dipenuhi pemain berkualitas. Kehadiran Gilson Costa dan Mohammed Rashid memberikan dimensi baru di sektor tengah Green Force. Keduanya tampil apik dalam empat pertandingan pertama Persebaya Surabaya, dan hal ini tentu menjadi tantangan besar bagi Andre untuk merebut kembali tempatnya di starting eleven.

Sementara itu, M Hidayat yang saat ini masih menjalani pemulihan cedera lutut, juga diprediksi akan kembali bersaing di lini tengah ketika kondisinya sudah pulih. Dengan kedalaman skuad yang dimiliki Persebaya Surabaya, tidak mudah bagi Andre untuk mendapatkan menit bermain reguler, terutama setelah insiden kartu merah yang menodai penampilannya.

Meski menghadapi persaingan ketat dan insiden kartu merah yang merugikan, Andre Oktaviansyah masih memiliki waktu untuk membuktikan kemampuannya. Usianya yang masih muda dan pengalaman bermain di timnas memberikan modal penting untuk terus berkembang. Namun, dia harus bisa mengendalikan emosinya di lapangan dan menunjukkan kedewasaan sebagai seorang pemain profesional.

Jika Andre bisa memperbaiki sikapnya dan fokus pada permainan, bukan tidak mungkin dia kembali menjadi andalan di lini tengah Persebaya Surabaya. Perjalanan kariernya masih panjang, dan dia harus memanfaatkan setiap kesempatan yang ada untuk kembali bersinar. 

EDITOR: Edi Yulianto