← Beranda
Menelusuri Jejak Debut Fenomenal Rizky Ridho di Liga 1 Bersama Persebaya Surabaya, Kini Bersinar di Timnas Indonesia
Moch. Rizky Pratama PutraRabu, 11 September 2024 | 22.05 WIB
Rizky Ridho (kiri) dalam sesi latihan Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo pada Maret 2020. Saat itu masih 18 tahun siap menjalani debut menghadapi Persipura di Liga 1. (Persebaya.id)

JawaPos.com — Maret 2020 menjadi salah satu momen paling bersejarah dalam karier seorang Rizky Ridho. Pada saat itu, di usia yang masih 18 tahun, Rizky Ridho mendapatkan kesempatan emas untuk melakoni debut di kasta tertinggi sepak bola Indonesia bersama Persebaya Surabaya.

Saat itu, Persebaya Surabaya bersiap menjamu Persipura Jayapura di Stadion Gelora Bung Tomo, dan Rizky Ridho, yang sebelumnya bersinar di tim junior, akhirnya diberi kepercayaan penuh oleh pelatih Persebaya Surabaya kala itu, Aji Santoso, untuk turun sebagai starter.

Debut ini bukanlah kebetulan semata. Kepastian bahwa Rizky Ridho akan diturunkan dalam laga krusial tersebut muncul sehari sebelum pertandingan, saat dia ditunjuk sebagai perwakilan pemain dalam konferensi pers resmi. Hal ini sesuai dengan aturan Liga 1 Indonesia, di mana pemain yang ikut serta dalam konferensi pers biasanya adalah mereka yang akan menjadi starter.

Dalam kesempatan itu, Aji Santoso, pelatih kepala Persebaya Surabaya kala itu, secara terbuka menyebut nama Rizky Ridho sebagai salah satu pilar di lini pertahanan yang akan diandalkan sejak menit awal pertandingan.

“Kami sudah ada kerangka tim untuk menjadi starting line up, siapa-siapa saja, termasuk salah satunya yang saya ajak konferensi pers hari ini si Rizky Ridho, akan main mulai dari menit awal,” ungkap Aji Santoso dalam konferensi pers tersebut dikutip dari laman resmi Persebaya Surabaya, pernyataan tersebut memberikan angin segar bagi sang pemain muda.

Rizky Ridho, yang saat itu baru saja membantu Persebaya U-20 menjuarai Elite Pro Academy U-20 2019, menyatakan tekadnya untuk menjalani debut yang sempurna di Shopee Liga 1 Indonesia. Ia ingin memulai karier profesionalnya di level tertinggi dengan menunjukkan kemampuan terbaik. "Untuk pertandingan besok semoga saya bisa menjalankan instruksi pelatih dengan baik, dan saya bisa bermain dengan baik juga dan tidak melakukan kesalahan," ujar Rizky Ridho penuh keyakinan.

Sebagai persiapan menghadapi Persipura, Rizky Ridho memaksimalkan waktu dengan mempelajari gaya permainan lini depan lawan, salah satu kekuatan terbesar Persipura. Pemain muda ini rajin mengamati video rekaman pertandingan Persipura untuk memahami kelebihan dan kelemahan penyerang-penyerang lawan.
“Saya akan lihat kemampuan striker-nya seperti apa lewat video-video, juga melihat kelebihan-kelebihan dan kelemahan mereka,” tambahnya.

Namun, meski fokus mempelajari lawan, Rizky Ridho tidak terjebak untuk mewaspadai satu pemain saja. Baginya, seluruh pemain Persipura memiliki kualitas yang perlu diwaspadai. “Insya Allah nanti saya bisa memahami cara main mereka seperti apa,” ujar Rizky Ridho, menunjukkan mentalitas profesionalnya yang sudah matang meski baru pertama kali bermain di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Rizky Ridho juga merasa beruntung karena ia bisa belajar dari para penyerang top yang ada di Persebaya Surabaya saat itu, seperti David da Silva, Patrich Wanggai, dan Mahmoud Eid. Ia sering berlatih bersama mereka dan memetik banyak pelajaran tentang bagaimana menghadapi striker-striker kelas atas. Pengalaman ini menjadi modal berharga bagi Rizky Ridho ketika ia harus berhadapan dengan para penyerang lawan di Liga 1 Indonesia.

Sebenarnya, Rizky Ridho bukanlah wajah baru di tim senior Persebaya Surabaya. Ia sudah beberapa kali dipercaya turun di ajang seperti Piala Gubernur Jatim, bahkan tampil dalam partai final melawan Persija Jakarta. Dalam laga tersebut, Rizky Ridho tampil lugas dan sukses mematikan pergerakan striker tajam Persija, Marko Simic. Pun demikian saat semifinal melawan Arema FC, di mana Rizky Ridho menunjukkan ketenangan dan kedisiplinan yang luar biasa di lini belakang.

Namun, debut resminya di Liga 1 Indonesia tetap menjadi tonggak penting dalam perjalanan karier Rizky Ridho. Momen ini menandai peralihan dari seorang pemain muda berbakat menjadi salah satu tulang punggung di lini pertahanan Persebaya Surabaya. Meski baru di usia 18 tahun, Rizky Ridho sudah menunjukkan kedewasaan dan ketangguhan yang membuatnya layak menjadi andalan Green Force.

Performa apik Rizky Ridho di Persebaya Surabaya membuka jalan bagi kariernya di Timnas Indonesia. Kini, di bawah komando Shin Tae-yong, Rizku Ridho menjadi bagian penting dari skuad Garuda yang tengah berjuang di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. Dalam dua laga krusial melawan Arab Saudi dan Australia, Rizky Ridho dipercaya sebagai starter, dan hasilnya cukup memuaskan.

Indonesia berhasil meraih dua poin dari dua laga tersebut, dengan hanya kebobolan satu gol saat Rizky Ridho tampil di jantung pertahanan. Bahkan, lini belakang Timnas mencatatkan satu clean sheet yang semakin membuktikan kualitas Rizky Ridho sebagai bek tangguh.

Performa cemerlang Rizky Ridho di Timnas Indonesia semakin menegaskan bahwa dirinya bukan hanya pemain muda berbakat, tetapi juga telah berkembang menjadi salah satu pemain bertahan terbaik yang dimiliki Indonesia saat ini. Keberhasilannya menjaga pertahanan Timnas dari serangan lawan-lawan berat menunjukkan bahwa Rizky Ridho sudah siap bersaing di level internasional.

Meski saat ini Rizky Ridho tidak lagi berseragam Persebaya Surabaya setelah pindah ke Persija Jakarta sejak musim 2023/2024, jejak karier gemilangnya bersama Green Force akan selalu dikenang. Persebaya Surabaya adalah tempat di mana Rizky Ridho memulai karier profesionalnya, dan di sanalah bakat besar seorang Rizky Ridho pertama kali ditemukan.

Statistik performanya bersama Persebaya Surabaya juga menjadi bukti betapa pentingnya kontribusi Rizky Ridho selama membela Green Force. Dalam 43 penampilannya bersama Persebaya Surabaya, Rizky Ridho berhasil mencatatkan 3 gol, mendapatkan 8 kartu kuning, dan dua kali diusir keluar lapangan karena kartu kuning kedua dan kartu merah. Total waktu bermainnya mencapai 3.316 menit, sebuah angka yang menunjukkan bahwa meski masih muda, Rizky Ridho telah memberikan kontribusi signifikan bagi klub kebanggaan Surabaya tersebut.

Kini, dengan pengalaman yang semakin matang dan performa yang semakin cemerlang, Rizky Ridho terus melangkah maju di pentas sepak bola nasional dan internasional. Dari debut gemilang bersama Persebaya Surabaya hingga menjadi pilar penting di Timnas Indonesia, perjalanan karier Rizky Ridho adalah bukti nyata bahwa kerja keras dan ketekunan selalu membuahkan hasil.

Persebaya Surabaya mungkin telah kehilangan salah satu bakat terbaiknya ketika Rizky Ridho pindah ke Persija Jakarta, namun kontribusinya dalam mengawal lini pertahanan Persebaya Surabaya akan selalu dikenang. Kini, publik sepak bola Indonesia menantikan bagaimana Rizky Ridho terus bersinar dan membantu Timnas Indonesia meraih prestasi di level dunia.

EDITOR: Edy Pramana