← Beranda
Era Baru Persebaya Surabaya di Liga 1 Indonesia dari Kaki Mungil Si Penyihir Meksiko Francisco Rivera
Moch. Rizky Pratama PutraMinggu, 25 Agustus 2024 | 21.23 WIB
Francisco Rivera jadi pemain kunci Persebaya Surabaya di Liga 1 Indonesia 2024/2025. (Instagram/@officialpersebaya)

JawaPos.com — Persebaya Surabaya berhasil meraih kemenangan 2-1 atas Barito Putera di pekan ketiga Liga 1 Indonesia 2024/2025, sebuah hasil yang tentunya membuat Bonek, pendukung setia Persebaya Surabaya, bersorak di Stadion Gelora Bung Tomo.

Namun, di balik kebahagiaan itu, banyak yang pulang dengan perasaan geregetan. Kemenangan yang diraih dengan kerja keras menghadapi Barito Putera, yang bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-25, masih belum mampu menutupi ketidakpuasan terhadap permainan Persebaya Surabaya yang dianggap belum padu.

Gol pembuka dari Bruno Moreira melalui titik putih memang menjadi penyelamat setelah bek Barito melakukan pelanggaran di kotak penalti. Meski demikian, dominasi Persebaya Surabaya yang mencapai ball possession sebesar 61 persen dan melepaskan 21 tembakan ke arah gawang, hanya membuahkan dua gol. Ini menjadi cerminan dari peluang-peluang yang terbuang sia-sia, selain juga penampilan gemilang dari kiper Barito Putera, Satria Tama.

Paul Munster, pelatih Persebaya Surabaya, mengakui timnya masih memiliki banyak ruang untuk berkembang. Namun, dia tetap memberikan apresiasi atas kerja keras para pemain di sepanjang laga. Menurutnya, semangat juang tanpa henti dari para pemainnya layak mendapatkan kemenangan ini. Mereka terus menciptakan peluang hingga akhirnya mampu menuntaskan laga dengan dua gol, salah satunya dari open play.

“Kami sangat bahagia dengan kemenangan ini. Kami menciptakan banyak peluang gol, hingga akhirnya tercipta dua gol, salah satunya dari open play,” kata Munster. “Mereka bermain luar biasa, percaya diri, berjuang sampai akhir, kami layak mendapatkan kemenangan ini,” lanjutnya.

Sejak menit pertama, Barito Putera memulai laga dengan kejutan ketika Lucas Morelatto berhasil memanfaatkan kesalahan Ernando Ari. Penyerang Barito itu menyontek bola ke gawang yang kosong setelah Ernando gagal menyapu bola dengan sempurna. Sejak saat itu, Barito Putera langsung mengubah strategi menjadi bertahan dengan menumpuk pemain di belakang, yang biasa dikenal dengan istilah ‘parkir bus’.

Beruntung bagi Persebaya Surabaya, kesalahan fatal dari bek Barito pada menit ke-25 membuat Persebaya Surabaya mendapatkan hadiah penalti sekaligus kartu merah untuk pemain lawan. Bruno Moreira, yang tampil sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dengan baik, mengubah skor menjadi 1-1.

Namun, meskipun unggul jumlah pemain, Persebaya Surabaya masih kesulitan untuk menembus pertahanan rapat Barito Putera. Dua tembakan keras Mohammed Rashid yang mengarah tepat ke gawang berhasil diblok dengan apik oleh Satria Tama. Begitu pula peluang dari Flavio Silva, Bruno Moreira, dan Francisco Rivera, yang tak berujung gol.

Dalam laga ini, Munster menekankan pentingnya mentalitas kemenangan yang selalu diusung oleh Persebaya Surabaya. Menurutnya, terkadang mentalitas tersebut berhasil dijalankan dengan baik, dan terkadang tidak. Namun, di malam itu, meskipun harus berjuang sampai menit akhir, kemenangan tetap berhasil diraih berkat kerja keras para pemain yang saling percaya dan mendukung satu sama lain.

“Mentalitas kami di Persebaya selalu menang untuk setiap pertandingan. Kadang itu berjalan baik, kadang tidak. Malam ini itu berjalan baik, kami meraih kemenangan meski harus berjuang sampai ujung pertandingan,” ucap Munster.

Di balik kemenangan tersebut, ada satu nama yang mencuri perhatian: Francisco Rivera. Playmaker mungil asal Meksiko ini berhasil menunjukkan magisnya di lapangan dengan mengukuhkan diri sebagai raja umpan kunci dalam skuad Persebaya Surabaya.

Francisco Rivera menjadi otak permainan Green Force, mengalirkan bola dengan presisi dan ketenangan yang luar biasa, bahkan di tengah tekanan lawan.

Francisco Rivera yang baru bergabung dengan Persebaya Surabaya di awal musim ini langsung mencatatkan statistik gemilang. Berdasarkan data dari Sofascore, Francisco Rivera memimpin daftar pemain Persebaya Surabaya dengan jumlah umpan kunci tertinggi per pertandingan, mencapai angka 3.0.

Angka ini jauh melampaui rekan-rekannya seperti Bruno Moreira dan Mohammed Rashid yang hanya mencatatkan 1.0 umpan kunci per pertandingan. Ini menunjukkan betapa pentingnya peran Francisco Rivera dalam mengatur serangan Persebaya Surabaya dari lini tengah.

Francisco Rivera | Midfielder | 3.0

Bruno Moreira | Midfielder | 1.0

Mohammed Rashid | Midfielder | 1.0

Mikael Tata | Defender | 1.0

Ardi Idrus | Defender | 0.5

Gilson Costa | Midfielder | 0.5

Andre Oktaviansyah | Midfielder | 0.5

Pemain berusia 29 tahun ini dikenal dengan kemampuan tekniknya yang luar biasa. Dengan postur tubuh yang relatif mungil, dia mampu bergerak lincah di antara para pemain lawan, menciptakan ruang dan peluang bagi rekan-rekannya.

Tidak hanya itu, Francisco Rivera juga piawai dalam membaca permainan dan memberikan umpan-umpan terobosan yang akurat. Dalam beberapa kesempatan, dia menunjukkan visi bermain yang cemerlang, mampu melihat celah di pertahanan lawan dan memanfaatkannya dengan umpan-umpan tajam.

Berkat penampilan Francisco Rivera, Persebaya Surabaya memiliki dimensi baru dalam permainannya. Tim ini tidak lagi hanya mengandalkan serangan dari sayap, tetapi juga mampu membangun serangan dari tengah lapangan dengan lebih variatif.

Kehadiran Francisco Rivera sebagai playmaker memberikan warna baru bagi permainan Persebaya Surabaya, yang selama ini dikenal dengan permainan cepat dari sayap.

Namun, tugas Francisco Rivera di Persebaya Surabaya tentu belum selesai. Dia masih harus terus beradaptasi dengan rekan-rekannya dan meningkatkan chemistry di lapangan. Meski begitu, kontribusinya sejauh ini sudah sangat signifikan. Francisco Rivera menjadi tumpuan utama dalam menciptakan peluang dan menghubungkan lini belakang dengan lini depan.

Peran penting Francisco Rivera di lini tengah tidak bisa diremehkan. Dia menjadi sosok yang menggerakkan roda permainan Persebaya Surabaya, seperti layaknya seorang konduktor dalam sebuah orkestra. Ketika tim dalam tekanan, Francisco Rivera mampu menenangkan permainan dengan distribusi bola yang baik. Ketika tim membutuhkan gol, Francisco Rivera hadir dengan umpan-umpan terukur yang membuka pertahanan lawan.

Era baru Persebaya Surabaya sepertinya memang dimulai dari kaki-kaki mungil si penyihir asal Meksiko ini. Dengan Francisco Rivera sebagai playmaker, Persebaya Surabaya memiliki senjata tambahan untuk bersaing di papan atas Liga 1 Indonesia musim ini.

Jika dia mampu mempertahankan konsistensinya, bukan tidak mungkin Persebaya Surabaya akan terus mencatatkan hasil positif dan menjadi salah satu kandidat kuat juara.

Untuk Bonek, kehadiran Francisco Rivera memberikan harapan baru. Meski tim ini masih dalam proses penyatuan, dengan Francisco Rivera di tengah lapangan, mereka yakin bahwa Persebaya Surabaya akan menemukan ritme terbaiknya. Dan, ketika itu terjadi, bukan tidak mungkin si penyihir asal Meksiko ini akan membawa Persebaya Surabaya menuju kejayaan di Liga 1 Indonesia.

EDITOR: Edi Yulianto