JawaPos.com - Dua pertandingan Tim Nasional Indonesia di kualifikasi Piala Dunia 2026, memang masih membekas di ingatan para penikmat sepak bola tanah air. Bukan hanya memastikan lolos ke babak ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026, rumput Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) juga menjadi perhatian karena dianggap buruk oleh pendukung tim Garuda.
Selain itu, momen lutut Thom Haye yang lecet karena gagal dalam melakukan selebrasi di atas rumput SUGBK menjadi perbincangan warganet. Tidak ada jadwal pertandingan dan konser bulan ini di stadion tersebut, membuat manajemen Gelora Bung Karno (GBK) fokus untuk merevitalisasi lapisan rumput stadion kebanggaan masyarakat Indonesia ini.
Dilansir dari Instagram @love_gbk yang merupakan sosial media resmi SUGBK, sedang dilakukan pekerjaan revitalisasi lapisan rumput. Foto yang diposting pada Selasa (25/6), menunjukkan para pekerja melakukan pencabutan rumput lapangan.
Sebelumnya, rumput lapangan SUGBK sudah pernah dilakukan revitalisasi pada tahun 2022 dalam rangka menyambut Piala Dunia U-20 tahun 2023. Tujuan dilakukan kegiatan tersebut adalah agar rumput dapat menyesuaikan dengan iklim dan cuaca.
Seluruh stakeholder, tim, dan tenaga ahli yang telah berpengalaman saat menangani Piala Dunia U-20, kembali dilibatkan dalam revitalisasi lapisan rumput kali ini. Ada enam proses yang akan dilakukan dalam revitalisasi tersebut. Mulai dari pemeriksaan laboratorium, sterilisasi media tanam, leveling media tanam, penanaman rumput, proses grow-in dan perawatan intens dan uji fungsi serta monitoring visual lapangan.
Manajemen GBK memang sangat fokus dalam pemulihan lapangan SUGBK agar kembali ke kondisi yang terbaik. Hal itu juga menjadi bagian dari pelayanan publik bagi para pengunjung di tempat tersebut.
Postingan yang telah mendapatkan like sebanyak 13.174 dan 967 komentar tersebut, juga mendapatkan perhatian dari warganet terkait proses revitalisasi. Mereka menganggap proses pengerjaan tersebut masih terlalu kuno.
Seperti kata akun @muharamulhaq, “untuk sekelas SUGBK pengerjaan rumputnya masih manual ya. Buat angkat rumput lama aja masih pakai pacul. Komentar tersebut bahkan disukai hingga 865 orang.
Bahkan, kata akun @mccyboo “masih pakai sistem majapahit” yang menurutnya proses revitalisasi rumput GBK masih memakai cara lama. Komentar yang menyindir tersebut menarik perhatian orang dengan 137 like.
Kerap menjadi bahan kritikan para pendukung timnas, bisa saja rumput SUGBK mencontoh cara yang dilakukan oleh pengelola Stadion Etihad markas Manchester City. Stadion tersebut menggunakan cairan bawang putih untuk menjaga kualitas rumputnya.
Lee Jackson orang yang bertanggung jawab dalam mengurusi rumput Stadion Etihad, Dilansir Manchester Evening News, ia dan timnya menyemprotkan cairan bawang putih setelah pertandingan Liga Champions pada tahun 2016 silam. Tujuan dari cairan tersebut adalah untuk mengusir parasit yang dapat merusak rumput dan akar.
Hal tersebut terbukti berhasil karena Stadion Etihad dianggap memiliki rumput terbaik di Liga Inggris. Jackson bahkan menerima penghargaan sebagai pengelola rumput terbaik di Liga Inggris pada tahun 2011.
Stadion Etihad menggunakan rumput hybrid canggih yang disebut Desso GrassMaster. Rumput tersebut menggunakan 20 juta serat rumput buatan yang disuntikkan ke lapangan. Hal tersebut membuat stadion yang kurang sinar matahari dan udara, tidak membuat kualitas rumput berubah.