JawaPos.com — Perjalanan hidup seorang atlet seringkali dipenuhi dengan cerita-cerita unik dan tak terduga. Begitu pula dengan pengalaman Didier Zokora, mantan pemain Tottenham Hotspur yang memilih untuk bermain di Indonesia bersama Semen Padang.
Namun, satu pengalaman yang tak terlupakan baginya adalah lawatan ke Serui, yang membuatnya hampir gila karena kelelahan fisik yang luar biasa.
Didier Zokora, yang biasa bermain di klub-klub Eropa Barat dengan jarak antar kota yang relatif dekat, harus menempuh perjalanan yang sangat jauh untuk bertanding di Serui. Dengan penerbangan selama lebih 19 jam, pengalaman ini sungguh berbeda bagi Didier Zokora yang tidak terbiasa dengan perjalanan yang sedemikian panjang.
Tidak mengherankan, Zokora menyampaikan dengan candaan ketidaksetujuannya terhadap rencana pelatih Nil Maizar untuk menyelenggarakan sesi latihan pada Sabtu sore (15/7). Zokora, yang berusia 36 tahun saat itu, mengungkapkan bahwa dia sudah tidak sanggup lagi untuk berdiri, apalagi berlari.
“Tidak ada latihan, pijat-pijat saja dan berenang,” katanya Didier Zokora yang dibalas senyum oleh Nil Maizar kala itu.
Sebagai seorang yang telah menjalani sebagian besar kariernya di klub-klub Eropa Barat, perjalanan ke Serui adalah pengalaman yang baru dan menantang baginya. Dia menyatakan bahwa kelelahan fisik membuatnya hampir gila, bahkan sampai tidak mampu berdiri atau berlari saat timnya tiba di Serui.
Zokora mengungkapkan bahwa pengalaman perjalanannya sangat tidak masuk akal. Dia membandingkan situasi tersebut dengan beberapa pertandingan yang pernah dia lakukan bersama tim nasional Pantai Gading. Menurutnya, bahkan untuk pertandingan tandang antar negara di Afrika, perjalanan tidak pernah memakan waktu lebih dari satu jam.
“Itu antarnegara. Lihat kali ini, antar kota dalam satu negara tapi perjalanan seharian full. Thats crazy,” bebernya dengan mengangkat tangannya tanda menyerah yang lantas membuat rekan-rekannya di Semen Padang tertawa.
Meskipun mengalami kelelahan yang luar biasa, Didier Zokora tetap memuji mentalitas dan semangat tinggi tim Indonesia. Baginya, klub-klub di Indonesia patut diacungi jempol karena rela melakukan perjalanan jauh dan menghabiskan banyak dana hanya untuk memberikan hiburan kepada masyarakat.
“Ini bukan tentang posisi di klasemen saja, tapi juga kebanggaan sebagai pemain bola,” terangnya.
Selain itu, Didier Zokora juga terkesan dengan keramahan masyarakat Indonesia. Mereka selalu menyambut dengan senyuman dan siap membantu, meskipun tidak memahami bahasa yang digunakan oleh Didier Zokora. Hal ini membuatnya merasa nyaman dan mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya.
“Lihat, kalau bermain di luar, semua cuek, tidak peduli kamu butuh bantuan. Mereka tidak mengerti bahasa saya, tapi mereka selalu berusaha membantu ketika saya terlihat bingung,” ungkapnya.
Pengalaman unik ini membuat Didier Zokora merasa bahwa perjalanan ke Serui akan selalu diingat sepanjang hidupnya. Meskipun menghadapi berbagai kesulitan dan kelelahan, Didier Zokora tetap memilih untuk melihat sisi positif dari setiap pengalaman, dan menganggapnya sebagai bagian dari petualangan hidupnya yang menarik.
“Perjalanan ini akan saya ingat sepanjang hidup. 90 menit terlama dalam hidup saya. Indonesia luar biasa, tidak salah saya memutuskan bermain di sini,” tegasnya.
Dalam perjalanan menuju Serui, Didier Zokora juga tidak segan untuk berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya. Bahkan, tingkahnya yang ramah dan hangat mampu membuat rekan setimnya di Semen Padang yang merasa lelah menjadi lebih semangat.
“Dia memang begitu, ramah orangnya. Bisa membuat rasa capek kami hilang dengan tingkahnya,” jelas Rico Simanjuntak, salah satu rekan setim Didier Zokora kala itu.
Kisah unik Didier Zokora ini tidak hanya mencerminkan petualangan seorang atlet yang berani menghadapi tantangan, tetapi juga menggambarkan kehangatan dan keramahan masyarakat Indonesia. Dengan semua pengalaman yang dia dapatkan, Didier Zokora merasa bahwa keputusannya untuk bermain di Indonesia adalah keputusan yang tepat dan membawa berkah baginya.
Dengan pengalaman ini, Didier Zokora juga mengajarkan kepada kita semua bahwa dalam setiap perjalanan hidup, ada banyak hal yang dapat dipelajari dan dinikmati, meskipun terkadang harus melewati berbagai rintangan dan kesulitan. Dan, bagi Didier Zokora, perjalanan ke Serui adalah salah satu petualangan terbesar dalam hidupnya yang tidak akan pernah dilupakan.