Persebaya dan Arema dikenal sebagai dua klub kuat di kancah sepak bola nasional. Tak banyak eksodus pemain dari kedua klub. Tapi ada pemain Persebaya yang tercatat pertama pindah ke Arema. Siapa dia?
Sidiq Prasetyo, Sidoarjo
Penampilannya tak jauh beda seperti saat dia masih menjadi pemain. Hanya sedikit berisi. Wajar, karena pemain dengan nama Iswahyudi itu sudah lama pensiun sebagai pesepak bola.
"Saya pensiun 1997. Jadi sudah 27 tahun," kata Iswahyudi.
Dengan tinggi 180 cm, Iswahyudi dikenal sebagai pemain belakang tangguh. Tak heran dua klub besar, Persebaya dan Arema pernah dibelanya.
Bahkan, dia bisa kembali lagi ke Green Force, julukan Persebaya, meski sempat pindah ke Singo Edan, julukan Arema. "Saya masuk Persebaya di tahun 1992. Saya masuk setelah membela Indonesia di Piala Asia U-20 di Singapura," jelas lswahyudi.
Bakat dan kemampuan lelaki kelahiran 1972 itu terpantau dari Piala Suratin. Ketika itu, Iswahyudi membela Persewangi Banyuwangi dan meloloskannnya ke babak semifinal di tahun 1989.
"Saat itu, di Persewangi ada juga Hendro Kartiko . Tapi saya sendiri yang terpanggil Indonesia U17," ungkap Iswahyudi.
Hendro Kartiko adalah salah satu kiper legendaris Indonesia. Dia dan Iswahyudi sama sama berasal dari Banyuwangi.
Di Indonesia U17, Iswahyudi selalu dipakai hingga U-19. Usai dari Piala Asia dan Indonesia gagal lolos putaran final, dia dipanggil masuk pemusatan latihan Jawa Timur untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) 1993.
"Saya diajak teman-teman dari Surabaya untuk ikut klub Surabaya karena kompetisinya bagus. Saya memilih bergabung Assyabaab," papar Iswahyudi atau yang sering dipanggil dengan nama Bagong itu.
Dari Assyabaab, tiket masuk Persebaya terbuka. Iswahyudi menjadi salah satu skuad Persebaya saat juara Piala Utama 1992 dengan mengalahkan Pelita Jaya. Piala Utama merupakan pertandingan yang mempertemukan beberapa klub perserikatan dengan Galatama.
"Namun, musim 1993, saya pindah Arema. Ada beberapa pemain dari Mitra tapi bukan Persebaya," terang Iswahyudi.
Dia pun bisa disebut sebagai pemain Persebaya pertama yang membela Arema dan bisa kembali ke Persebaya. Ini karena pemain yang berposisi sebagai stopper itu hanya semusim membela Singo Edan.
"Pada 1994 atau Liga Indonesia I, saya balik ke Persebaya. Tapi Liga Indonesia II sudah keluar," tutur Iswahyudi.
Setelah dari Persebaya, Iswahyudi tercatat membela Persekaba Badung, Bali, dan kembali ke Malang. Hanya bukan ke Arema tapi Persema.
Setelah pensiun di usia 31, Iswahyudi sampai sekarang terjun sebagai pelatih. Terakhir di Liga 3 Jatim 2023/2024, dia menangani Persewangi.
"Lolos sampai babak 16 besar di Kabupaten Kediri," pungkasnya. (*)