JawaPos.com — Pertandingan antara Borneo FC dan Persebaya Surabaya pada pekan ke-28 BRI Liga 1 2023/2024 telah menorehkan sejumlah momen menarik, termasuk satu insiden yang membuat banyak orang terkejut dan terharu.
Setelah pertandingan berakhir dengan kemenangan Borneo FC (2-1), Ikhsanul Zikrak, pencetak gol kemenangan Pesut Etam, mencium tangan Muhammad Iqbal, pemain Persebaya Surabaya. Tindakan tersebut mengundang pertanyaan dari banyak pihak. Dan, setelah penyelidikan, terungkaplah alasan di balik gestur tersebut.
Usut punya usut, ternyata kedua pemain tersebut adalah saudara kandung. Muhammad Iqbal, yang bermain untuk Persebaya Surabaya, adalah kakak dari Ikhsanul Zikrak. Kedua saudara ini memulai karier sepak bola dari PPLP Sumatera Barat, sebelum kemudian memilih jalur berbeda untuk melanjutkan karier profesional mereka. Muhammad Iqbal memilih untuk bergabung dengan Persika Karawang, sementara Ikhsanul Zikrak memilih PSP Padang.
Perjalanan karier keduanya pun berbeda. Muhammad Iqbal kemudian melanjutkan perjalanannya dengan membela PSMS Medan di Liga 2 Indonesia sebelum akhirnya bermain di luar negeri untuk Cheongju FC di K League 1 Korea Selatan. Setelah pengalaman tersebut, dia kembali ke Indonesia untuk memperkuat Persita Tangerang sebelum bergabung dengan Persebaya Surabaya.
Statistik Muhammad Iqbal di Liga 1 Indonesia berdasarkan data Transfermarkt:
Pertandingan 34
Gol 4
Assists 0
Kartu Kuning 5
Kartu Kuning Kedua 0
Kartu Merah 0
Menit Bermain 1.316
Di sisi lain, Ikhsanul Zikrak memulai karier profesionalnya di RANS Nusantara sebelum akhirnya bergabung dengan Borneo FC di musim ini. Pertandingan antara Borneo FC dan Persebaya Surabaya merupakan momen pertama bagi keduanya untuk berhadapan secara langsung sebagai rival di Liga 1 Indonesia.
Statistik Ikhsanul Zikrak di Liga 1 Indonesia berdasarkan data Transfermarkt:
Pertandingan 38
Gol 5
Assists 1
Kartu Kuning 2
Kartu Kuning Kedua 0
Kartu Merah 0
Menit Bermain 1.364
Meskipun keduanya berada di klub yang berbeda, mereka tetap menunjukkan sikap saling menghormati dan menyayangi sebagai saudara kandung. Tindakan Ikhsanul Zikrak yang mencium tangan Muhammad Iqbal adalah ungkapan dari hubungan emosional yang kuat antara kedua pemain tersebut, meskipun dalam konteks pertandingan sepak bola yang penuh dengan persaingan.
Statistik menunjukkan kontribusi yang berharga dari kedua pemain ini dalam Liga 1 Indonesia. Muhammad Iqbal telah tampil dalam 34 pertandingan dengan mencetak 4 gol, sedangkan Ikhsanul Zikrak telah bermain dalam 38 pertandingan dengan 5 gol.
Momen ini bukan hanya tentang sepak bola, tetapi juga tentang hubungan keluarga yang hangat dan persaudaraan yang kuat. Kedua pemain ini telah menunjukkan bahwa meskipun berada di klub berbeda, hubungan darah mereka tetap mengikat dan menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang.
Kisah ini tidak hanya tentang perjalanan karier sepak bola, tetapi juga tentang nilai-nilai seperti cinta keluarga, pengorbanan, dan persaudaraan yang melekat dalam setiap langkah mereka di lapangan. Kedua saudara ini adalah bukti hidup bahwa dalam kehidupan dan olahraga, ikatan keluarga adalah salah satu hal yang paling berharga dan memberi makna.