← Beranda
Kisah Musikan, Legenda Persik Kediri dan Pemain Terbaik Liga Indonesia 2003 yang Tak Pernah Membela Timnas Indonesia
Moch. Rizky Pratama PutraKamis, 29 Februari 2024 | 22.25 WIB
LEGENDA: Mengenang Musikan, pemain terbaik Liga Indonesia 2003, yang jadi legenda Persik Kediri. (Wahyu Adji/Radar Kediri)

JawaPos.com — Pada era kejayaan Liga Indonesia di awal tahun 2000-an, nama Musikan bersinar sebagai salah satu pemain terbaik yang pernah menghiasi lapangan.

Keberhasilannya membawa Persik Kediri meraih dua trofi juara kompetisi pada 2003 dan 2006, serta meraih penghargaan sebagai pemain terbaik Liga Indonesia pada 2003, menjadikannya sebagai salah satu legenda dalam sejarah Persik Kediri.

Musikan adalah sosok yang kental dengan prestasi dalam kancah sepak bola Tanah Air. Sayang, kesuksesannya itu tidak pernah membawanya merasakan panggilan untuk membela Timnas Indonesia. Meskipun begitu, Musikan tidak pernah larut dalam rasa kecewa, melainkan menjadikan pengalaman tersebut sebagai motivasi untuk terus berprestasi di level klub.

Dalam wawancara dengan channel Youtube Omah Bal-balan, Musikan mengungkapkan perasaannya yang sempat kecewa karena tidak pernah mendapat kesempatan membela Timnas Indonesia. Namun, dia kemudian menyadari bahwa mungkin itu bukanlah rezekinya untuk menjadi bagian dari skuad Garuda.

Hal ini tidak membuat semangat dan dedikasinya dalam bermain untuk Persik Kediri melemah. Sebaliknya, dia menjadikan penghargaan sebagai pemain terbaik Liga Indonesia tahun 2003 sebagai motivasi untuk terus berusaha tampil maksimal di setiap pertandingan.

"Sebagai pemain, hal yang normal kalau saya kecewa. Apalagi, saya tak pernah meminta menjadi pemain terbaik. Tapi, saya kemudian berpikir, mungkin bukan rezeki saya (membela Timnas Indonesia)," ujar Musikan.

Musikan pun menjadikan penghargaan itu jadi motivasi dirinya untuk selalu berusaha tampil baik bersama Persik di setiap laga. Alhasil, bersama tim berjuluk Macan Putih, dia kembali meraih trofi juara pada 2006.

Musikan pun tercatat dua musim merasakan atmosfer Liga Champions Asia bersama Persik. "Alhamdulillah saya bisa bermain di level internasional meski hanya level klub," kata Musikan.

Prestasi Musikan bersama Persik Kediri tidak hanya terbatas pada keberhasilan di lapangan, tetapi juga membawa dampak positif dalam kehidupannya di luar sepak bola. Berkat Persik Kediri, Musikan memiliki kesempatan untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kota Kediri sejak 2002.

Keputusan untuk menerima tawaran manajemen Persik Kediri sebagai pemain juga menjadi langkah yang tepat baginya, karena selain mendapatkan kesempatan untuk bermain di level yang tinggi, dia juga dapat memastikan masa depannya di luar lapangan.

"Tawaran jadi PNS juga menjadi alasan saya menerima tawaran manajemen Persik," terang Musikan yang sebelumnya sempat memperkuat Petrokimia Putra di Piala Ho Chi Minh City 2002.

"Haji Purwanto (mantan wasit) yang pertama kali mengajak saya ke Persik," kenang Musikan.

Bagi Musikan, Persik Kediri bukan hanya sekadar klub tempat dia bermain, tetapi juga merupakan bagian yang sangat berarti dalam hidupnya. Selain prestasi di lapangan, Persik Kediri juga memberikan kontribusi besar dalam membentuk karier dan kehidupan pribadinya. Penghargaan dan trofi juara yang diraih bersama Persik Kediri menjadi kenangan tak terlupakan dalam perjalanan karier sepak bolanya.

Salah satu momen bersejarah dalam karier Musikan adalah saat ia mencetak hattrick ke gawang PSM Makassar di Stadion Andi Mattalatta Mattoangin. Kemenangan tersebut menjadi salah satu dari banyak momen indah yang dia alami bersama Persik Kediri.

Tidak hanya itu, Musikan juga mencatatkan namanya dalam sejarah Persik Kediri dengan gol cepatnya pada detik ke-22 ke gawang Arema Malang, yang merupakan salah satu dari banyak kontribusinya sebagai goal getter untuk timnya.

“Saat itu, usai mengalahkan PSM, kami kembali ke hotel dengan kendaraan Rantis," papar Musikan.

Meskipun karier sepak bola profesionalnya telah berakhir setelah memperkuat Persedikab Kediri dan Semen Padang, Musikan tetap aktif dalam dunia sepak bola sebagai pelatih di SMPN 2 Kota Kediri Football Class. Dia juga telah menemukan keberhasilan dalam karier lainnya sebagai Pegawai Negeri Sipil di Dinas Pekerjaan Umum Kota Kediri.

Kisah Musikan adalah bukti nyata bahwa kesuksesan tidak selalu diukur dari panggilan untuk membela timnas atau meraih penghargaan individu tertentu. Sebagai seorang legenda Persik Kediri, Musikan telah memberikan kontribusi besar bagi klubnya dan meninggalkan jejak yang tak terlupakan dalam sejarah sepak bola Indonesia.

EDITOR: Edi Yulianto