JawaPos.com-Putaran pertama Liga 1 2022–2023 tak lama lagi selesai. Bursa transfer segera dibuka. Rumor mengenai kepindahan pemain pun mulai santer.
Klub penghuni zona degradasi Barito Putera dikabarkan dekat dengan beberapa pemain asing. Nama pertama yang dikaitkan adalah Ezechiel N’Douassel.
Striker 34 tahun itu masih tercatat sebagai penggawa Bhayangkara FC. Tapi, dia kalah bersaing dengan Youssef Ezzejjari. King Eze –sapaannya– dikabarkan menjadi pengganti Rafael Silva di lini depan.
Sinyal itu mulai terlihat saat menghadapi Persikabo 1973 (16/12). Laga itu berakhir imbang tanpa gol. Pelatih Barito Putera Rodney Goncalves mengeluhkan sentuhan akhir para striker.
”Kami sekarang sudah ada kemajuan dalam pertahanan, namun tidak diiringi dengan efektivitas di bagian lini depan,” kata pelatih asal Brasil itu.
Sejatinya, statistik Rafael Silva tergolong bagus. Dia mencetak 7 gol dalam 11 laga. Kepastian nasib Rafael, tampaknya, ditentukan dalam laga kontra Persita Tangerang hari ini.
Selain Rafael, posisi Rafinha tidak aman. Gelandang serang asal Brasil itu memang jarang turun. Dia baru tampil dalam 6 laga. Mencetak 1 gol dan 1 umpan gol.
Lantas, siapa pemain yang bakal menggantikan Rafinha? Nama yang santer dikaitkan adalah Bruno Matos. Gelandang asal Brasil tersebut bukan nama asing bagi Barito Putera.
Dia pernah memperkuat Laskar Antasari pada putaran kedua musim lalu. Total, saat itu dia mampu mengemas 5 gol dan 4 umpan gol.
Tentu saja statistik itu menjadi nilai plus. Apalagi Matos tidak perlu beradaptasi. Dia sudah mengenal mayoritas pemain Barito Putera. Termasuk gaya bermain tim.
Kans bergabung cukup besar. Pemain 32 tahun tersebut masih berada di Brasil. Statusnya tanpa klub.