← Beranda
Mengenang Kiprah Persebaya Surabaya di Liga Champions Asia dan Gol Danilo Fernando di Tambaksari
Moch. Rizky Pratama PutraKamis, 22 Februari 2024 | 21.40 WIB
JADI SALAH SATU LEGENDA: Danilo Fernando jadi salah satu pemain Persebaya Surabaya yang mencetak gol pada Liga Champions Asia 2005. (PSS Sleman)

JawaPos.com — Sebuah nostalgia yang menyisakan harapan kembali ke panggung Asia mengiringi kisah Persebaya Surabaya dalam Liga Champions Asia 2005.

Meski berakhir dengan hasil kurang gemilang, tetapi perjalanan mereka membawa secercah impian akan kebangkitan di level kontinental. Sejarah tersebut mengundang pertanyaan, kapan Green Force akan kembali meramaikan sorotan di kancah Asia?

Persebaya Surabaya, julukan yang identik dengan kebanggaan Kota Surabaya, meraih kesempatan untuk bersaing di Liga Champions Asia 2005 setelah menjuarai Liga Indonesia pada tahun sebelumnya. Setelah empat musim absen dari ajang tersebut, kehadiran mereka kembali menjadi angin segar bagi sepak bola Indonesia.

Namun, perjalanan Persebaya Surabaya di Liga Champions Asia 2005 tidaklah mudah. Terlempar ke Grup G, mereka harus berhadapan dengan tim-tim tangguh seperti Busan I'Park, Krung Thai, dan Binh Dinh. Meski mengakhiri kompetisi dengan hanya empat poin dari enam pertandingan, tetapi keberadaan mereka membuka harapan akan potensi sepak bola Indonesia di tingkat Asia.

Satu-satunya kemenangan Persebaya Surabaya dalam turnamen tersebut diraih saat menjamu wakil Vietnam, Binh Dinh, di Stadion Gelora 10 November Tambaksari, Surabaya. Sebuah gol tunggal dari Danilo Fernando pada menit ke-15 menjadi puncak kebangkitan dalam laga tersebut.

Klasemen Akhir Grup G

Photo
Photo

Namun, Persebaya Surabaya tidak berjuang sendirian. Mereka ditemani oleh PSM Makassar, klub berjuluk Juku Eja, yang juga bermain dalam Liga Champions Asia 2005. Namun, seperti Persebaya Surabaya, PSM Makassar juga gagal menembus babak grup setelah bersaing dengan tim-tim tangguh seperti Shandong Luneng dan Yokohama F. Marinos.

Klasemen Akhir Grup F

Photo
Photo

Meski kembali ke panggung Asia, kiprah Persebaya Surabaya dan PSM Makassar pada tahun tersebut belum mampu menorehkan prestasi yang membanggakan. Namun, keberadaan mereka menggambarkan semangat dan tekad untuk terus bersaing di tingkat tertinggi.

Dengan mengenang perjalanan mereka di Liga Champions Asia 2005, pertanyaan yang muncul adalah kapan keduanya bisa kembali meramaikan panggung Asia?

Keberhasilan Persebaya Surabaya dan PSM Makassar dalam meraih tiket ke kompetisi tersebut menjadi tonggak sejarah yang patut diperhitungkan.

Mereka membawa harapan bagi sepak bola Indonesia untuk kembali bersaing dan menunjukkan potensi sejati mereka di tingkat Asia.

Dengan kerja keras, dedikasi, dan dukungan yang kuat dari semua pihak terkait, tidak ada alasan mengapa Persebaya Surabaya dan PSM Makassar tidak bisa kembali ke panggung Asia dalam waktu dekat.

Harapan itu menjadi pemicu semangat untuk terus berkembang, mengejar mimpi, dan menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional.

Sejarah Liga Champions Asia 2005 menjadi momentum penting yang mengingatkan bahwa impian untuk kembali ke panggung Asia masih terbuka lebar. Dan, bagi Persebaya Surabaya dan PSM Makassar, impian tersebut tidak lagi hanya menjadi angan-angan, tetapi sebuah target yang nyata yang harus mereka capai.

Semoga, dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, kita akan melihat kedua klub besar Indonesia ini kembali bersinar di pentas Asia dengan prestasi yang membanggakan.

EDITOR: Edi Yulianto