JawaPos.com - Lapangan Arhanud Sidoarjo menjadi saksi meriahnya acara Persebaya Football Clinic with Antangin Junior pada Sabtu (27/1).
Ratusan pesepak bola muda berkumpul untuk belajar langsung dari tim pelatih dan pemain Persebaya Surabaya, mengukir pengalaman tak terlupakan dalam perkembangan mereka di dunia sepak bola.
Keberadaan pelatih senior seperti Paul Munster, Uston Nawawi, Muhammad Alimuddin, Robson Duarte, dan Bruno Moreira turut memberikan warna tersendiri dalam acara ini.
Peserta dibagi ke dalam kelompok umur yang berbeda-beda, menerima latihan khusus dari staf pelatih. Namun, acara ini tidak hanya menyentuh aspek teknis sepak bola di lapangan. Orang tua yang setia mendampingi anak-anak mereka juga tidak terlewatkan untuk mendapatkan ilmu dari dokter tim Persebaya Surabaya, dr. Abdul Jabbar Al Hayyan, dan fisioterapis dari HOPE.
Materi yang diberikan tidak hanya tentang sepak bola, tetapi juga mencakup penanganan cedera dan nutrisi yang penting untuk pemain muda.
Sugeng, seorang wali murid dari Gresik, dengan tulus mengakui kebaikan acara ini bagi perkembangan anak-anak. Baginya, acara seperti ini bukan hanya memberi manfaat kepada anak-anak, tetapi juga memberikan ilmu baru kepada orang tua, seperti dirinya, melalui sesi materi bersama tim medis Persebaya Surabaya.
“Tentunya ini acara yang sangat baik ya, harus dilakukan secara rutin agar anak-anak bisa mengenjot potensinya,” ungkap Sugeng dilansir dari laman resmi klub.
Farid, wali murid peserta berusia delapan tahun asal Sedati, juga turut merasakan antusiasme yang tinggi dari anaknya terhadap acara ini.
“Alhamdulillah tadi dapat tanda tangan Bruno, satu dapat ilmu ikut materi di lapangan, satu dapat penjelasan dari pelatih fisik, terakhir bisa foto bersama dengan pemain. Senangnya luar biasa,” ceritanya.
Sementara itu, asisten pelatih Persebaya Surabaya, Uston Nawawi, menegaskan bahwa acara football clinic memiliki dampak positif dalam mendekatkan diri dengan para penggemar Green Force. Lebih dari itu, acara ini memiliki fokus khusus pada mengarahkan, mendidik, dan merawat potensi anak-anak di bawah 12 tahun, sebagai langkah nyata dalam membangun pondasi sepak bola di tingkat akar rumput.
“Kita lihat tadi anak-anak sangat antusias mengikutinya, banyak potensi-potensi pemain bola di Surabaya dan sekitarnya,” ungkap Uston Nawawi.
Dengan suksesnya Persebaya Football Clinic di Lapangan Arhanud Sidoarjo, acara serupa akan berlanjut pada Minggu mendatang di Stadion Kodam V Brawijaya. Antusiasme yang tinggi dari peserta dan orang tua menjadi cerminan pentingnya sepak bola akar rumput dalam membentuk generasi penerus di dunia sepak bola nasional.
Sepak bola akar rumput bukan hanya tentang menjalankan latihan teknis di lapangan, melainkan juga memberikan pemahaman mendalam tentang aspek kesehatan dan nutrisi kepada para pemain muda. Dokter tim Persebaya Surabaya, dr. Abdul Jabbar Al Hayyan, memberikan pengetahuan yang berharga kepada orang tua tentang penanganan cedera dan pentingnya nutrisi yang seimbang untuk mendukung perkembangan optimal anak-anak mereka.
Melalui acara ini, Persebaya Surabaya tidak hanya menjadi klub yang berprestasi di level profesional, tetapi juga menunjukkan komitmen dalam mendidik dan membimbing pemain-pemain muda. Pesepak bola muda tidak hanya mendapatkan pelajaran dari pelatih senior, tetapi juga dapat berinteraksi langsung dengan idola mereka, seperti Bruno Moreira, menambah motivasi untuk mengejar impian mereka di dunia sepak bola.
Keberhasilan acara ini menciptakan lingkungan yang positif dan mendukung untuk pengembangan pemain muda. Melalui sentuhan langsung dari para pelatih berpengalaman, pesepak bola muda dapat memperoleh pemahaman taktis dan teknis yang mendalam. Acara ini juga menjadi wadah untuk mengidentifikasi bakat-bakat potensial yang bisa menjadi andalan bagi perkembangan sepak bola Indonesia di masa depan.
Pentingnya sepak bola akar rumput dalam konteks perkembangan sepak bola nasional tidak dapat diabaikan. Acara seperti Persebaya Football Clinic menjadi langkah strategis untuk membangun pondasi yang kuat sejak dini. Dengan fokus pada anak-anak di bawah 12 tahun, klub sepak bola tidak hanya mencari bakat, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai disiplin, kerjasama, dan semangat sportivitas.
Kita patut memberikan apresiasi kepada Persebaya Surabaya atas inisiatif positif ini. Dengan menggelar acara seperti Persebaya Football Clinic, klub ini telah membuktikan bahwa sepak bola bukan hanya tentang mencetak poin di papan skor, tetapi juga tentang membentuk karakter dan memberikan inspirasi bagi generasi penerus.
Dalam konteks lebih luas, pentingnya sepak bola akar rumput tidak hanya menjadi pijakan untuk masa depan sepak bola Indonesia, tetapi juga untuk menciptakan masyarakat yang sehat, disiplin, dan penuh semangat.