← Beranda

Mitos Laga Kandang Persebaya Surabaya di Era Paul Munster: Antara Kemenangan dan Kutukan

Moch. Rizky Pratama PutraKamis, 25 Januari 2024 | 21.35 WIB
Paul Munster punya pekerjaan rumah besar untuk membuat kandang Persebaya Surabaya kembali angker di sisa laga Liga 1 Indonesia 2023/24. (Persebaya)

JawaPos.com - Persebaya Surabaya kembali menjadi sorotan ketika Paul Munster mengemban tugas sebagai pelatih. Dalam perjalanannya, tim berjuluk Green Force ini memiliki catatan yang mencolok ketika bermain di kandang sendiri.

Kemenangan gemilang, kekalahan yang menyakitkan, dan hasil seri yang membuat geleng-geleng kepala, semua elemen ini menyusun kisah menarik Persebaya Surabaya di Liga 1 Indonesia 2023/24.

Sebanyak 15 laga di kandang telah dilewati oleh Persebaya sejauh musim ini di bawah 3 komando kepelatihan, mulai dari Aji Santoso, Uston Nawawi, dan Josep Gombau. Catatan statistiknya menciptakan atmosfer mitos yang menyelimuti Green Force. Apa yang membuat laga kandang menjadi kutukan? Apakah ini hanya kebetulan atau ada faktor-faktor lain yang merayapi performa Persebaya Surabaya di depan pendukung setia?

Dominasi Kemenangan yang Menggetarkan

Pertama-tama, mari lihat sisi cerah dari catatan kandang Persebaya di bawah arahan catatan pelatih sebelum era Paul Munster. Dari 15 pertandingan di kandang, Green Force meraih kemenangan sebanyak 4 kali. Kemenangan-kemenangan ini bukan hanya sekadar 3 poin, melainkan juga pementasan gemilang yang mengundang decak kagum dari para penggemar.

GW 8 | Persebaya Surabaya (1) vs (0) Persita Tangerang

GW 9 | Persebaya Surabaya (1) vs (0) PSM Makassar

GW 11 | Persebaya Surabaya (2) vs (1) Borneo FC

GW 14 | Persebaya Surabaya (3) vs (1) Arema FC

Paul Munster, dengan taktik dan strateginya, diharapkan mampu menginspirasi skuad Persebaya Surabaya untuk tampil lebih agresif dan penuh semangat di hadapan pendukungnya. Saat Green Force mencetak kemenangan di laga kandang, stadion seolah menjadi panggung kejayaan yang menyatukan suporter dengan tim kesayangan mereka.

Baca Juga: IU Jadi Penyanyi Wanita Pertama dalam Sejarah yang Duduki No 1 Melon Top 100 Lewat ‘Love Wins All’

Kekalahan yang Menyisakan Luka

Namun, di balik sorotan kemenangan, terdapat bayang-bayang kekalahan yang menyakitkan. Satu kekalahan kandang tercatat dalam catatan Persebaya Surabaya di bawah asuhan pelatih sebelumnya. Kekalahan ini tidak hanya membuat pendukung kecewa, tetapi juga menimbulkan pertanyaan mengenai stabilitas tim di kandang sendiri.

GW 15 | Persebaya Surabaya (2) vs (3) Persib Bandung

Mengapa tim legendaris seperti Persebaya Surabaya tidak mampu meraih kemenangan dalam 9 pertandingan terakhirnya merupakan pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan oleh Paul Munster untuk menaikkan mental dan moral tim.

Seri yang Menimbulkan Tanda Tanya

Tak kalah menariknya, hasil seri juga menjadi bagian dari catatan kandang Persebaya Surabaya di era sebelumnya. Terdapat 2 pertandingan berakhir tanpa pemenang di kandang, dan hal ini menciptakan tanda tanya besar. Apakah Persebaya Surabaya kehilangan keunggulan kandangnya? Ataukah lawan-lawan mereka semakin tangguh di pertandingan di kandang Green Force?

GW 18 | Persebaya Surabaya (1) vs (1) Persis Solo

GW 22 | Persebaya Surabaya (1) vs (1) Persija Jakarta

Misteri hasil seri tersebut memberikan nuansa dramatis dan membuat para penggemar semakin penasaran dengan nasib Persebaya Surabaya di laga kandang berikutnya menghadapi PSIS Semarang 30 Januari 2024. Apakah Paul Munster mampu meretas kutukan ini ataukah timnya harus berjuang lebih keras untuk meraih kemenangan?

Dengan segala dinamika yang tercipta di 15 laga kandang, pertanyaan besar yang muncul adalah apakah ini merupakan kutukan yang perlu dipecahkan ataukah hanya sebatas tantangan biasa yang harus dihadapi oleh setiap tim besar.

Paul Munster, dengan pengalamannya sebagai pelatih, tentu memiliki rencana dan strategi untuk menghadapi segala kemungkinan. Bagaimanapun juga, setiap pertandingan adalah ujian nyata, terutama di hadapan suporter yang selalu mendukung dan mengharapkan kemenangan.

Dalam waktu dekat keresahan Bonek akan terjawab dalam 90 menit pertarungan sengit di Stadion Gelora Bung Tomo. Bonek, suporter setia Persebaya Surabaya dan pecinta sepakbola Tanah Air menantikan bagaimana drama laga kandang ini akan berkembang.

Apakah Paul Munster dan anak-anak asuhnya dapat membuktikan bahwa kandang mereka bukanlah tempat yang angker, melainkan panggung kejayaan yang tak tergoyahkan? Menarik dinantikan.

EDITOR: Banu Adikara