JawaPos.com – Pelatih Arema FC, Fernando Valente, masih dihadapkan pada pekerjaan berat dalam misi menyelamatkan tim dari ancaman turun kasta di akhir Liga 1 musim 2023/2024.
Seperti diketahui performa Arema FC seringkali tampil inkonsisten sepanjang kompetisi bergulir.
Terbaru, tim berjuluk Singo Edan itu kalah di tangan Barito Putera pada pekan ke-23 dengan skor tipis 1-0.
Hasil tersebut membuat bebannya tidak mudah, karena kompetisi tinggal menyisakan 11 laga yang bisa dimaksimalkan untuk menyelamatkan Arema FC.
Tetapi, di tengah situasi sulit yang dihadapinya, pelatih asal Portugal itu mengungkapkan tentang ide dan gagasan yang dibawa ke Arema FC. Meski membutuhkan waktu terlepas dari inkonsisten performa tim.
"Sejak saya pertama datang mencoba membangun ide baru bagaimana kita bermain. Pekerjaan saya tentu saja dampaknya penyegaran tim," ujar Fernando Valente.
Dia menilai perombakan komposisi pemain yang dilakukan manajemen di bursa transfer lalu juga memengaruhi performa tim.
Menurutnya, pemain baru masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan gaya permainan Arema FC.
Di bursa transfer lalu, Singo Edan kehilangan mesin gol mereka, yakni Gustavo Almeida yang bergabung ke Persija Jakarta dengan status pinjaman.
Sementara kehadiran pemain anyar, seperti Julian Guevara dan Gilbert Alvarez, masih membutuhkan waktu untuk menunjukkan performa terbaiknya bersama tim.
Fernando Valente merasa timnya dapat mencapai peak performance meski berpacu dengan waktu. "Ada beberapa pemain keluar dan masuk. Ini berarti kita membutuhkan waktu untuk menciptakan pergerakan secara kolektif," tutupnya.