← Beranda

Deltras Sidoarjo Lolos 12 Besar Liga 2, Terkuak Rahasia Psikolog di Balik Tensi Tinggi Pertandingan

Moch. Rizky Pratama PutraSenin, 18 Desember 2023 | 20.46 WIB
Pemain Deltras dikepung pemain Persijap Jepara. (IST/Radar Sidoarjo)

JawaPos.com – Dalam pertandingan di Stadion Gelora Delta, Deltras Sidoarjo keluar sebagai pemenang atas Persijap Jepara dengan skor 1-0 pada Minggu, (17/12).

Satu-satunya gol di laga itu diciptakan Thaufan Hidayat yang menjadi pemain pengganti. Kemenangan itu menjamin mereka melangkah ke babak selanjutnya.

The Lobster tak membuang waktu untuk menembus pertahanan Persijap di paruh pertama, terus melancarkan serangan. Sayangnya, upaya itu berhasil dipatahkan.

Pada menit ke-17, Deltras mendapat peluang dari kaki Dwiki Mardiyanto, tapi sepakannya melenceng ke sisi kanan gawang yang dijaga oleh Andriyas Fransisco.

Pada menit ke-30, rekrutan baru Deltras asal Timor Leste, Thiago Fernandes Oliveira, mendapat peluang bagus. Namun, sepakannya membentur mistar gawang. Babak pertama berakhir dengan kedua tim sama kuat.

Ketika babak kedua dimulai, serangan Deltras tampaknya semakin berkurang. Hal ini memberikan Persijap lebih banyak ruang untuk membangun serangan mereka. Deltras kesulitan menghadapi serangan dari Sholahuddin Al Ayyubi dan rekan-rekannya.

Di pertengahan babak kedua, pertandingan menjadi semakin seimbang. Kedua tim saling bertukar serangan. Titik balik terjadi pada menit ke-75 ketika Deltras berhasil membobol pertahanan Persijap Jepara. Melalui Thaufan Hidayat, skor berubah menjadi 1-0 untuk kemenangan Deltras.

Meskipun tertinggal satu gol, Persijap meningkatkan upaya serangannya. Namun, ketika peluit panjang berkumandang, Deltras keluar sebagai pemenang, dan berhak melangkah ke babak selanjutnya.

Dilansir dari Radar Sidoarjo, Pelatih Deltras Sidoarjo, Widodo Cahyono Putro, menyampaikan rasa syukurnya atas kemenangan yang sulit itu. Dia mengakui tekanan yang dihadapi dalam pertandingan penentu terakhir di Grup 3 Liga 2. "Ada beberapa momen yang seharusnya bisa menjadi gol, tapi sayangnya tidak," ucapnya.

Mantan striker timnas era 1990-an itu menyebutkan bahwa dua pertandingan terakhir Deltras cukup berat, bahkan sampai dia membawa seorang psikolog untuk menetralkan ketegangan pemain.

"Terima kasih kepada semua pemain yang berjuang hingga akhir, dan tentu saja kepada para pendukung yang tak henti-hentinya mendukung kami," tambahnya.

EDITOR: Edi Yulianto