JawaPos.com - Bonek dibuat kecewa dengan hasil imbang yang didapat Persebaya Surabaya di laga kandang melawan Persis Solo, Rabu (13/12). Pasalnya, selama delapan pertandingan terakhir Green Force belum pernah memetik kemenangan yang artinya gagal memenuhi keinginan Bonek.
Akibatnya, suporter Persebaya kembali melakukan demo menuntut Yahya Alkatiri agar mundur dari posisi manajer Persebaya usai laga kontra Persis Solo. Bonek mendesak agar manajer Green Force tersebut bertanggung jawab atas keterpurukan tim kebanggaan warga Surabaya itu.
Dilansir dari akun Instagram @surabayafans.27 pada Kamis (14/12), Candra Wahyudi selaku Direktur Operasional Persebaya Surabaya menemui para Bonek yang sedang demo untuk menanggapi tuntutan mereka. Candra mengatakan bahwa Yahya Alkatiri sudah tidak menjabat sebagai Manajer Persebaya dengan status dinonaktifkan.
Menurut pernyataan Candra, di sepanjang pertandingan melawan Persis Solo, manajer Persebaya Surabaya tersebut memang tidak terlihat duduk di bench Green Force. Hal tersebut menguatkan pernyataan Candra Wahyudi yang menyebut Yahya Alkatiri dinonaktifkan.
Selain itu, masih dilansir dari akun Instagram @surabayafans.27 pada Kamis (14/12), dalam unggahannya tersebut mengungkapkan bahwa Yahya Alkatiri resmi diberhentikan dari jabatan manajer Persebaya Surabaya.
"Resmi! Persebaya dalam 8 laga mengalami hasil buruk dan tanpa kemenangan satu pun. Candra Wahyudi saat menemui Bonek usai laga mengatakan Persebaya telah menonaktifkan status Yahya Alkatiri dari Manajer Persebaya mulai hari ini. YAHYA DIBERHENTIKAN!" tulis keterangan yang ada dalam unggahan berupa foto di akun Instagram @surabayafans.27, Rabu (13/12).
Dalam unggahan itu, diwarnai berbagai komentar Bonek yang sebetulnya sudah lama menuntut manajer Persebaya Surabaya, Yahya Alkatiri agar mundur dari jabatannya sebagai manajer sebagai bentuk tanggung jawab atas keterpurukan Green Force.
Bonek menilai Yahya Alkatiri telah gagal mengelola tim dengan baik dan membawa Persebaya Surabaya untuk menuai hasil positif dan melepas belenggunya dari hasil negatif di kompetisi Liga 1 2023-2024.
"Piye rek, wes seneng ta?" tulis komentar akun @syh_putra27 di postingan tersebut.
"Next sopo sing dinonaktifkan? Coach sudah manager sudah? Apa salah satu dr perwakilan pentolan suporter tarik aja masuk jajaran management?" tulis komentar @mkirom11.
Selain itu, di akun Instagram @persebayafans.27 juga mengunggah postingan terkait pemberhentian Yahya Alkatiri dari jabatan manajer Persebaya Surabaya.
"TERIMAKASIH YAHYA HASAN ALKATIRI," tulisnya dalam sebuah foto yang menampilkan wajah Yahya Alkatiri.
Dalam caption unggahannya, juga mengatakan bahwa Candra Wahyudi telah mengonfirmasi pemberhentian Yahya Alkatiri dari jabatan manajemer Persebaya Surabaya.
"DIBERHENTIKAN!! Setelah hasil 8 kali pertandingan tidak pernah meraih kemenangan. Pak Yahya Hasan Alkatiri diberhentikan sebagai Manager Persebaya per hari ini oleh Candra Wahyudi selaku Direktur Operasional Persebaya. Candra mengkonfirmasi saat menemui Bonek setelah pertandingan," tulisnya di caption.
"Pak Yahya juga dipertandingan tadi tidak ada di bench Persebaya. Terimakasih Pak Yahya atas semuanya," tandasnya.
Sebelumnya, nasib Yahya Alkatiri di Persebaya Surabaya memang menjadi pertanyaan. Bonek menuntut sang manajer untuk mundur dari jabatannya seperti pada demo yang digelar Bonek di depan Surabaya Town Square (Sutos) pada 30 Oktober 2023.
Kala itu, Bonek menuntut agar di tiga laga putaran kedua Liga 1 Persebaya Surabaya mampu meraih setidaknya 7 poin atau hasil maksimal 9 poin kemenangan. Jika tidak tercapai, maka Yahya Alkatiri harus mengundurkan diri dari jabatan manajer Persebaya.
Realitanya, Persebaya tidak mampu meraih hasil maksimal. Jangankan tujuh poin, Persebaya hanya mampu mengantongi 3 poin di empat pertandingan usai demo tuntutan bonek di Sutos tersebut. Sempat memasang target juara di Liga 1 musim ini, namun target itu tampaknya terlalu sulit untuk dicapai Persebaya Surabaya dengan kondisi saat ini. Tim berjuluk Green Force itu baru mengemas 25 poin dalam 21 pertandingan.