JawaPos.com – Setelah hengkang dari dunia sepak bola sejak 2017 silam, nama Kurnia Meiga tak pernah terdengar lagi.
Kurnia Meiga adalah kiper Timnas Indonesia U-19 pada 2007 dan kembali dipercaya menjadi kiper untuk Timnas U-21 dan U-23.
Selain itu, Kurnia Meiga juga pernah menjadi kiper utama Arema FC, dan mengantarkan klub tersebut menjadi juara pada 2010.
Namun pada 2017, ia harus hengkang dari dunia yang sempat membesarkan namanya ketika karirnya sedang berada di puncak-puncaknya.
Diketahui, ia harus menyingkir dari dunia sepak bola karena ia mengalami kebutaan mendadak pada tahun 2017.
Dalam podcast Youtube Deddy Corbuzier pada Senin (2/10), Kurnia Meiga mengaku, itu adalah titik terendah di dalam hidupnya.
Bahkan saking frustrasinya, ia sempat berpikir untuk bunuh diri, tapi karena teringat anak akhirnya ia membatalkan niatnya untuk mengakhiri hidup.
Baca Juga: Arema FC Bantah Kabar Meninggalnya Kiper Kurnia Meiga
Kini untuk melanjutkan hidup, ia mengaku mendapatkan penghasilan dari undangan-undangan menghadiri podcast.
“Cari income ganti-gantian sih, kadang istri, kadang saya kayak kalau diundang podcast, ya putar-putar aja sih,” katanya kepada Deddy Corbuzier.
Selain itu, ia juga menjual banyak barangnya yang memiliki value, seperti penghargaan-penghargaan yang pernah ia terima ketika masih aktif di dunia sepak bola.
“Jersey udah saya jual, terus piala, dan medali. Medali yang sudah terjual lima atau enaman, tapi harganya beda-beda tergantung historynya,” kata Kurnia Meiga.
Ia mengaku berjuang sendiri untuk melanjutkan hidup dan berobat menggunakan biaya sendiri karena tidak mendapat support dari Klubnya dalam bentuk asuransi.
Baginya itu adalah hal yang wajar karena Club hanya akan mengurus dan membiayai pemainnya masih dalam kontrak, sedangkan masa kontrak dirinya berakhir.
Baca Juga: Bikin Merinding! Ini Doa Andritany untuk Kesembuhan Kurnia Meiga
“Sama Club sudah ngga, di awalnya aja sih Om dibiayai. Kalau di Club pas masih ada kontrak aja sih om. Habis itu udah ngga ada,” pungkasnya.
Ia kemudian mengatakan tidak memiliki asuransi dari Club tempat dulu ia bermain. Hal itu sontak membuat Deddy Corbuzier penasaran dan bertanya kembali.
“Tunggu tunggu. Misalnya pemain bola kakinya patah itu gimana dong? Sorry kita melenceng dulu,” tanya Deddy Corbuzier.
“Mungkin biasanya kalau kaki patah, kita operasi kan ya? Pengobatan, misalnya kontraknya satu bulan terakhir, itu biasanya kita terima gaji satu bulan terakhir sudah selesai,” jawab Kurnia Meiga.
Ia mengaku sekarang sudah tidak ditanggung oleh Club semenjak kontraknya selesai tahun 2017, dan setelah itu ia sendiri membiayai pengobatannya.***