JawaPos.com - Spekulasi kepergian Teja Paku Alam dari Sriwijaya FC mulai menyeruak. Hal itu tak lepas dari status yang ditulus Teja di jejaring sosial miliknya pada Kamis (29/12) malam. Kiper Timnas Indonesia di Piala AFF 2016 itu menulis: "Merah Tanah, Kuning Cinta".
Status itu memunculkan spekulasi. Teja diyakini tengah dilanda kebimbangan dan berada di persimpangan karena harus menentukan pilihan. Merah sangat identik dengan jersey Semen Padang, klub asal tempat kelahiran Teja. Sementara, kuning melekat pada Sriwijaya FC, klubnya saat ini.
Lantas apakah benar kiper andalan Laskar Wong Kito di ajang Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016 ini sedang digoda Semen Padang?. Satu yang pasti, cuitan ini punya makna dalam, terkait masa depannya.
Bukan sekadar isapan jepol, jika klub kebanggaan masyarakat Sumatera Barat itu memang sangat ngebet untuk mendatangkan pemilik jersey 12 ini. Terlebih Semen Padang sudah mengisyaratkan untuk memanggil semua putra daerah terbaiknya.
Selain memiliki skill memumpuni, pemain yang dijuluki The Next Ferry Rotinsulu (eks kiper Sriwijaya FC) ini memang memiliki ikatan emosional sebagai putra asli kelahiran Painan, Sumbar.
Pilihan yang membuat berat Teja lantaran Sriwijaya FC adalah tim yang sangat dicintainya. Wajar saja, mengingat Sriwijaya FC merupakan tim yang membesarkan namanya. Teja merupakan pemain jebolan Sriwijaya FC U-21 sejak musim 2012.
Dia juga dipercaya sebagi penjaga gawang utama PSSI Sumsel di ajang PON XIX/2016 Jawa Barat. Kariernya melesat bak roket, setelah diberikan kepercayaan pelatih Widodo Cahyono Putro sebagai penjaga gawang utama di ISC 2016, menggantikan Dian Agus Prasetyo (hijrah ke Pusamania Borneo FC).
Bahkan, dia rela melepas peluangnya menjadi anggota TNI pada November lalu hanya demi membela Sriwijaya FC. Apalagi musim 2017, Teja disebut salah satu pemain yang dipertahankan manajemen. Jelas tim yang pernah menyabet gelar double winner pada musim 2007-2008 itu tidak akan merelakan dengan mudah Teja hengkang.
"Teja, saya pastikan tetap akan jadi penjaga gawang kita musim depan. Dia sudah seperti anak saya sendiri, jadi saya juga yakin dengan loyalitas dia pada tim kita," kata Manajer Sriwijaya FC Nasrun Umar.
Sekarang, pilihan ada di tangan Teja. Saat kontraknya habis, apakah dia memilih bertahan atau pulang ke tanah kelahirannya. (cj11/ion/ira/JPG)