JawaPos.com–Perdebatan soal siapa kiper terbaik di dunia mungkin tidak akan pernah benar-benar selesai. Tapi bagi Diego Lopez, jawabannya sudah jelas, Thibaut Courtois.
Mantan penjaga gawang Real Madrid itu tanpa ragu memberikan pujian setinggi langit kepada kiper asal Belgia tersebut. Dalam sebuah wawancara, dia bahkan menyebut Courtois sebagai yang terbaik yang pernah dilihat sepanjang karirnya.
”Bagi saya, Courtois adalah kiper terbaik yang pernah saya lihat. Saya tidak hanya mengatakan dalam beberapa tahun terakhir. Dia sudah sangat bagus di Atletico dan Chelsea, tetapi di Real Madrid dia telah melangkah lebih jauh,” ujar Diego Lopez.
”Saya belum pernah melihat siapa pun seperti dia, bahkan Buffon atau Neuer, yang bagi saya adalah yang terbaik dan menjadi tolok ukur. Saya pikir berada di Real Madrid bahkan lebih sulit, dan apa yang telah dia lakukan tidak tertandingi,” imbuh dia.
Pernyataan itu tentu bukan pujian sembarangan. Lopez adalah sosok yang paham betul tekanan bermain di bawah mistar Santiago Bernabeu.
Dia tahu bagaimana sorotan dan ekspektasi di klub sebesar Madrid bisa menjadi beban yang tidak semua pemain mampu tangani. Melansir Defensa Central, menurut Lopez, kehebatan Courtois bukan hanya soal ukuran tubuh atau refleks cepat. Ada kombinasi atribut yang membuatnya berbeda dari kiper lain.
”Ada penyelamatan yang hanya dia yang bisa lakukan. Karena postur tubuhnya, intuisinya, tekniknya. Kita punya banyak contoh yang mungkin tidak diperhatikan orang lain, tetapi kita tahu apa yang kita bicarakan,” terang Diego Lopez.
”Kita melihat tembakan yang dalam 99 persen kasus akan menjadi gol, tetapi dia berhasil menghentikannya. Dia tentu juga telah meningkatkan aspek-aspek tertentu dalam permainannya yang membuatnya sangat komplet, tetapi dengan cara yang tidak bisa dilakukan orang lain,” tandas Diego Lopez.
Kalimat itu seperti merangkum banyak momen magis Courtois, termasuk penampilan ikoniknya di final Liga Champions 2022. Laga tersebut sampai sekarang masih sering disebut sebagai salah satu performa kiper terbaik dalam sejarah final kompetisi tersebut.
Dalam wawancara yang sama, Lopez juga menyinggung pengalaman saat berada di tengah konflik besar antara Jose Mourinho dan Iker Casillas pada 2013. Dia mengakui situasi itu sangat luar biasa dan sulit dilupakan.
”Saya belum pernah melihat hal serupa, dan sepertinya kita tidak akan pernah melihat hal seperti yang kita alami saat itu. Saya banyak belajar; itu adalah pelajaran berharga dalam banyak hal. Saya mengambil semua hal baik, bukan hal buruk sama sekali. Saya mencoba menikmatinya,” ucap Diego Lopez.
Pengalaman tersebut membentuk mentalitasnya sebagai pemain. Dan mungkin, dari sudut pandangnya sebagai mantan kiper Madrid yang pernah berada di tengah badai, pujian untuk Courtois terasa semakin berbobot.
Pada akhirnya, perdebatan soal siapa yang terbaik akan selalu terbuka. Tapi untuk Diego Lopez, satu hal pasti standar kiper modern sudah dinaikkan sangat tinggi dan Courtois berdiri di puncaknya.