JawaPos.com - Wolverhampton Wanderers benar-benar tahu cara menambah bumbu setelah laga besar. Usai menahan imbang Arsenal 2-2 pada Rabu malam, akun media sosial mereka langsung “menyerang” dengan sindiran tajam yang menyasar empat pemain The Gunners.
Arsenal sebenarnya berada di jalur kemenangan. Unggul 2-0 di Molineux lewat gol Bukayo Saka dan Piero Hincapie, tim asuhan Mikel Arteta tampak siap memperlebar jarak di puncak klasemen Premier League. Namun babak kedua berubah menjadi mimpi buruk.
Wolves tampil lebih berani, lebih lapar, dan akhirnya bangkit. Hugo Bueno membuka asa lewat tembakan sensasional dari luar kotak penalti sebelum drama sesungguhnya terjadi di masa tambahan waktu.
Tendangan Tom Edozie membentur Riccardo Calafiori, lalu tiang gawang, kemudian kembali mengenai sang bek sebelum masuk ke gawang. Stadion meledak. Arsenal terdiam.
Ketika “Game Management” Jadi Bumerang
Alih-alih memburu gol tambahan di babak kedua, Arsenal justru terlihat fokus mengontrol tempo dan mengulur waktu. Strategi ini tidak luput dari perhatian terutama oleh tim media sosial Wolves.
Melansir Give Me Sport, di akun TikTok resmi mereka, Wolves mengunggah video bertajuk ‘Manajemen Permainan’. Isinya? Kompilasi momen-momen yang dianggap sebagai taktik mengulur waktu Arsenal.
Cuplikan pertama menampilkan Gabriel Martinelli yang merayakan keunggulan 2-1 dengan menunjukkan angka menggunakan jarinya ke arah suporter tuan rumah. Keterangan video berbunyi: 'Merasa percaya diri ya?'
Kemudian video memperlihatkan proses tendangan sudut Arsenal yang memakan waktu cukup lama. Muncul teks sindiran: 'Pasti ada kebingungan tentang siapa yang mengambil tendangan sudut' dan 'Seandainya saja Anda bisa berlatih ini sebelum pertandingan.'
Gabriel Magalhaes juga tak luput dari sorotan. Ia sempat terjatuh memegang kepala setelah benturan. Keterangan awal berbunyi 'Dia pasti sangat terluka' sebelum disusul adegan dirinya kembali berlari dengan teks 'Oh...dia baik-baik saja'.
Leandro Trossard pun menjadi target. Dalam satu momen, ia terjatuh sambil memegang wajahnya setelah insiden yang terlihat minim kontak. Emoji mata melirik menghiasi layar. Ketika ia kembali terjatuh, kali ini saat berjalan ke luar lapangan, jumlah emoji tersebut bertambah menjadi tujuh.
Dan saat gol penyeimbang tercipta di menit ke-94? Sebuah emoji tertawa dengan tangan menutup mulut muncul di atas gambar para pemain Arsenal dan staf yang tampak tak percaya.
Noni Madueke Ikut Terseret
Sindiran tak berhenti di situ. Dalam kolom komentar, Wolves menyentil Noni Madueke dengan cara yang cukup kreatif. Mereka mengangkat kembali unggahan lama sang pemain dua tahun lalu saat masih membela Chelsea, yang berbunyi: "Semuanya tentang tempat ini ****."
Wolves mengganti bagian akhir kalimat tersebut dengan satu kata sederhana: 'Hebat'. Sebuah sentilan yang jelas-jelas disengaja.
Tekanan Kian Besar untuk Arsenal
Hasil imbang ini membuat Arsenal kembali kehilangan poin penting. Dalam tujuh laga terakhir Premier League, mereka hanya meraih dua kemenangan. Jadwal ke depan pun tidak ramah: Derby London Utara melawan Tottenham dan laga kandang kontra Chelsea sudah menanti.
Selisih poin dengan Manchester City di puncak klasemen kini hanya lima angka, dengan tim asuhan Pep Guardiola masih memiliki satu pertandingan tunda. Narasi lama kembali muncul: mampukah Arsenal menjaga konsistensi hingga Mei, atau akankah mereka kembali finis sebagai runner-up?