JawaPos.com - Barcelona akhirnya angkat suara. Bukan soal transfer, bukan soal cedera pemain, tapi soal yang selalu sensitif di sepak bola Spanyol: wasit.
Klub Catalunya itu mengirimkan surat resmi kepada Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol (RFEF) untuk menyatakan 'keprihatinan mendalam' atas keputusan wasit yang dinilai tidak konsisten.
Langkah ini muncul hanya beberapa hari setelah kekalahan telak 4-0 dari Atletico Madrid di leg pertama semifinal Copa del Rey yang diwarnai kontroversi.
Salah satu momen paling menyita perhatian adalah keputusan offside tipis yang membatalkan gol Pau Cubarsí.
Prosesnya bahkan memakan waktu delapan menit karena teknologi offside semi-otomatis tidak berfungsi, sehingga garis harus digambar manual oleh petugas VAR. Hasilnya? Gol dianulir.
Barcelona memang tidak secara eksplisit menyebut insiden tersebut dalam pengaduan mereka, tetapi klub menegaskan adanya 'keputusan wasit yang berulang' yang 'merusak permainan'. Dua frasa yang jelas menunjukkan frustrasi mendalam.
Lima Poin Krusial yang Dipersoalkan
Dalam surat resminya, Barcelona merinci lima aspek utama yang mereka anggap bermasalah dan perlu perhatian serius dari RFEF serta Komite Teknis Wasit (CTA):
-Kurangnya konsistensi dalam kriteria disiplin
-Kriteria yang saling bertentangan dalam pengambilan keputusan terkait handball
-Akumulasi kesalahan signifikan
-Penggunaan dan transparansi VAR
-Kriteria untuk tinjauan lapangan melalui monitor TV
Khusus soal VAR, Barcelona cukup blak-blakan. Mereka menyebut adanya keraguan yang beralasan mengenai penggunaan dan penerapan teknologi yang tepat, khususnya dalam keputusan setingkat milimeter yang tidak disertai dengan penjelasan teknis yang meyakinkan.
Tak berhenti di situ, klub juga meminta publikasi lengkap seluruh rekaman audio VAR sebagai langkah penting demi transparansi dan edukasi wasit. Sebuah tuntutan yang, kalau dikabulkan bisa membuka banyak percakapan baru di sepak bola Spanyol.
Flick Berubah Haluan
Melansir Sport Illustrated, menariknya perubahan sikap ini juga tercermin dari pernyataan sang pelatih Hansi Flick.
Setahun lalu, Flick justru berdiri membela wasit di tengah kampanye keras Real Madrid terhadap perwasitan.
“Apa yang (Madrid) lakukan terhadap wasit di Spanyol sungguh luar biasa,” kata Flick Februari lalu.
“Saya tidak menyukainya. Kita harus memikirkan keluarga mereka. Kita sebagai pemain dan manajer juga harus melindungi mereka. Saya tidak suka menggunakan energi untuk melawan wasit.”
Ia juga menambahkan, “Kita punya VAR dan kita harus mempercayai mereka... mereka manusia dan wajar jika melakukan kesalahan. Kita harus melindungi wasit karena kita tidak bisa bermain tanpa mereka.”
Namun, situasi tampaknya telah mengubah perspektifnya. Setelah kekalahan di Copa del Rey, Flick menyebut perwasitan Spanyol sebagai kacau dan menilai: 'Keadaannya sangat buruk di sini'.
Perubahan nada yang cukup drastis. Dari pembela menjadi pengkritik.
Selama bertahun-tahun, Real Madrid menjadi klub yang paling vokal mengkritik inkonsistensi wasit di Spanyol. Kini, Barcelona tampaknya berdiri di sisi yang sama.
Bahkan, dalam pengaduannya, Barcelona mengusulkan pembuatan kode disiplin khusus untuk meminta pertanggungjawaban wasit dalam kasus kesalahan serius atau kelalaian. Sebuah ide yang hampir pasti akan mendapat dukungan dari rival bebuyutan mereka.