← Beranda

Digeprek Atletico Madrid di Copa del Rey, Hansi Flick Sebut Barcelona Dapat Pelajaran Berharga

M Shofyan Dwi KurniawanJumat, 13 Februari 2026 | 18.11 WIB
Pelatih Barcelona Hansi Flick. (Dok. Instagram/@hansiiflick_official)

JawaPos.com - Barcelona dibuat tak berkutik saat bertandang ke Metropolitano. Dalam leg pertama semifinal Copa del Rey, tim asuhan Hansi Flick dihajar 4-0 oleh Atletico Madrid—empat gol yang semuanya lahir di babak pertama.

Malam buruk itu dimulai dari gol bunuh diri Eric García yang membuka keran gol tuan rumah. Setelah itu, Antoine Griezmann, Ademola Lookman, dan Julián Álvarez bergantian menambah penderitaan Blaugrana. Khusus Álvarez, gol tersebut sekaligus mengakhiri paceklik 11 laga tanpa golnya.

Barcelona memang tampil lebih rapi di babak kedua, tetapi kerusakan sudah terlanjur terjadi.

Barcelona Mendapat Pelajaran

Melansir ESPN, Flick tak berusaha mencari pembenaran. Ia mengakui timnya tampil jauh dari standar, terutama sebelum jeda.

"Kami tidak bermain bagus di babak pertama sebagai sebuah tim," kata Flick dalam konferensi pers pasca pertandingan. 

"Kami terlalu menjaga jarak antar pemain. Kami tidak melakukan pressing seperti yang kami inginkan."

Secara taktik, jarak antarlini yang terlalu renggang membuat Atletico leluasa mengatur tempo. Pressing yang biasanya jadi identitas Barca di bawah Flick pun tak terlihat.

"Dalam 45 menit pertama atau lebih, kami mendapat pelajaran. Terkadang hal itu baik di saat yang tepat. Mungkin hari ini adalah saat yang tepat."

Nada bicara Flick terdengar realistis. Ia sadar timnya dihukum karena kurangnya intensitas dan determinasi sejak menit awal.

Meski begitu, ia tetap membela para pemainnya.

"Saya tetap bangga dengan tim saya, mungkin tidak hari ini di 45 menit pertama, tetapi sepanjang musim. Ketika Anda melihat berapa banyak cedera yang kami alami sepanjang musim, bagaimana kami beradaptasi... Hari ini adalah kekalahan yang berat tetapi saya bangga dengan tim saya."

Baca Juga: Makin Sah Jadi Saudara! Persija Jakarta dan Pelita Jaya Sepakat Usung Tekad Juara Bersama

Bagi Flick, ini bukan soal satu malam buruk semata, melainkan bagian dari proses tim muda yang sedang berkembang.

Masih Ada Harapan di Camp Nou

Leg kedua akan digelar di Spotify Camp Nou pada 3 Maret. Secara matematis, Barca butuh keajaiban: menang empat gol tanpa balas untuk memaksakan perpanjangan waktu.

"Kami akan bangkit kembali. Kami perlu memulai dari awal [pertandingan]. Ketika Anda melihat para pemain Atlético, mereka memiliki kemauan dan semangat yang lebih besar. Dan itulah yang saya inginkan sejak menit pertama. Kami tidak menunjukkannya di babak pertama."

"Kita masih punya leg kedua. Kita akan berjuang untuk itu. Jika kita mampu memenangkan setiap babak dengan skor 2-0, itu adalah tujuan kita. Kita membutuhkan dukungan penggemar di Camp Nou dan kita akan lihat apa yang terjadi."

Optimisme tetap ada, meski realistisnya tugas itu sangat berat.

VAR dan Kartu yang Memicu Emosi

Situasi makin panas ketika gol Pau Cubarsí pada menit ke-51 dianulir karena offside setelah tinjauan VAR lebih dari enam menit. Flick jelas tidak terima.

"Apa yang harus saya katakan?" geram Flick. "Kita mulai dengan kartu kuning. Biasanya pada aksi pertama, dengan pelanggaran terhadap [Alejandro] Balde, itu pasti kartu kuning."

"Dan kemudian semuanya mungkin berbeda. Tapi dia mengajak mereka bermain seperti ini. Jadi ini benar-benar berbeda."

"[Soal gol yang dianulir], ayolah, menurutku ini kacau. Mereka harus menunggu tujuh menit, oh ayolah. Apakah mereka bisa menemukan sesuatu dalam tujuh menit ini? Oke."

"Saat saya melihat situasi ini, jelas tidak ada offside. Mungkin mereka melihat sesuatu yang berbeda. Lalu beri tahu kami. Tidak ada komunikasi. Ini sangat buruk di sini."

Kekecewaan Flick bukan hanya soal keputusan, tetapi juga soal konsistensi dan komunikasi.

Penderitaan Barca semakin lengkap ketika Eric García diusir keluar lapangan di akhir laga, membuat mereka bermain dengan 10 orang dalam menit-menit terakhir.

Kini, fokus sementara beralih ke LaLiga, sebelum kembali memikirkan misi hampir mustahil di leg kedua. Satu hal yang pasti: jika ingin membalikkan keadaan, Barcelona harus tampil dengan wajah yang benar-benar berbeda dari yang terlihat di babak pertama Metropolitano.

EDITOR: Hendra