← Beranda

Kesepakatan Tercapai, Real Madrid dan UEFA Tutup Konflik European Super League

Andre Rizal HanafiKamis, 12 Februari 2026 | 22.53 WIB
Real Madrid saat juara Liga Champions 2021/2022. (AP Photo)

JawaPos.com - Real Madrid dan UEFA akhirnya membuka jalan damai setelah konflik panjang terkait proyek European Super League yang memicu polemik besar di sepak bola Eropa.

Kedua pihak mengonfirmasi telah mencapai kesepakatan untuk mengakhiri sengketa hukum yang bergulir dalam beberapa tahun terakhir.

Langkah ini menjadi babak baru setelah Real Madrid sebelumnya menjadi klub terakhir yang masih terikat dengan proyek liga tandingan tersebut.

Barcelona, yang sempat berdiri di barisan pendukung, memutuskan mundur dan kembali menjalin hubungan dengan UEFA serta asosiasi klub Eropa.

Konflik memanas pada Oktober 2025 ketika Real Madrid mengajukan tuntutan ganti rugi terhadap UEFA.

Gugatan itu muncul setelah badan sepak bola Eropa tersebut kalah dalam proses banding di pengadilan.

Putusan Pengadilan Provinsi Madrid menyatakan bahwa UEFA bersama Federasi Sepak Bola Spanyol dan La Liga dianggap melakukan praktik anti-kompetitif dengan melarang klub bergabung ke kompetisi di luar struktur resmi mereka.

Sebelumnya, Mahkamah Eropa pada 2023 juga menyatakan bahwa larangan terhadap klub yang ingin mengikuti Super League tidak sesuai dengan hukum Uni Eropa.

Putusan tersebut sempat memberi angin segar bagi pihak-pihak yang ingin menghidupkan kembali kompetisi alternatif tersebut.

Namun dalam perkembangan terbaru, UEFA, European Football Clubs (EFC), dan Real Madrid menyatakan telah menemukan titik temu. Dalam pernyataan bersama, mereka menegaskan bahwa kesepakatan ini dibuat demi kepentingan sepak bola klub Eropa secara keseluruhan.

Ada beberapa poin utama yang disorot, termasuk penghormatan terhadap prinsip merit olahraga, komitmen pada keberlanjutan finansial klub dalam jangka panjang, serta peningkatan pengalaman suporter melalui pemanfaatan teknologi.

Kesepakatan ini juga disebut akan menjadi dasar penyelesaian seluruh proses hukum yang sebelumnya berjalan.

European Super League sendiri pertama kali diumumkan pada 2021 dengan dukungan 12 klub elite Eropa.

Namun gelombang protes dari suporter dan tekanan dari berbagai pihak membuat enam klub Premier League mundur hanya dalam waktu tiga hari. Sejak saat itu, proyek tersebut perlahan kehilangan dukungan.

Upaya kebangkitan sempat dilakukan pada akhir 2024 lewat konsep baru bernama Unify League, yang dirancang melibatkan 96 klub dalam empat divisi.

Sayangnya, rencana itu gagal mendapat respons positif dari mayoritas pemangku kepentingan.
Belum ada konfirmasi resmi apakah Real Madrid sepenuhnya meninggalkan proyek Super League.

Namun dengan tercapainya kesepakatan ini, hubungan antara klub ibu kota Spanyol tersebut dan UEFA tampaknya kembali mencair. Sepak bola Eropa pun berpeluang memasuki fase yang lebih stabil setelah periode penuh ketegangan.

EDITOR: Banu Adikara