← Beranda

Drama Lima Menit! Liam Rosenior Salahkan Dugaan Handball Usai Leeds United Imbangi Chelsea 

M Shofyan Dwi KurniawanKamis, 12 Februari 2026 | 00.14 WIB
Pelatih Chelsea Liam Rosenior. (Dok. Instagram/@chelseafc)

 

JawaPos.com - Chelsea seharusnya menutup malam di Stamford Bridge dengan tiga poin nyaman. Unggul dua gol, mengontrol permainan, dan nyaris tak memberi ruang bagi Leeds United untuk berkembang. Namun, lima menit yang kacau mengubah segalanya.

Hasil akhir 2-2 terasa seperti kekalahan bagi The Blues. Dan bagi Liam Rosenior, ada satu momen krusial yang jadi titik balik: dugaan handball dalam proses gol penyama Leeds.

Chelsea tampil meyakinkan sejak awal. João Pedro membuka keunggulan di babak pertama, lalu Cole Palmer menggandakan skor lewat titik penalti di babak kedua. Dengan waktu sekitar setengah jam tersisa, situasi terlihat aman.

Baca Juga: Keunggulan Dua Gol Sirna dalam Lima Menit! Liam Rosenior Kritik Blunder Moises Caicedo, Chelsea Disamakan Leeds United di Stamford Bridge

Namun Leeds bangkit. Lukas Nmecha memperkecil ketertinggalan lewat penalti, sebelum Noah Okafor menyamakan kedudukan tak lama kemudian. Gol kedua inilah yang memicu kemarahan Rosenior.

Melansir ESPN, menurutnya, ada sentuhan tangan Jayden Bogle dalam duel sebelum bola akhirnya jatuh ke Okafor yang mencetak gol ke gawang kosong.

"Pemain itu [Bogle] melakukan handball," kata Rosenior dalam konferensi pers pada Selasa (10/2) malam. 

"Dia melakukan handball, itu memengaruhi pemain saya saat itu, mereka mengira itu handball, kami lengah, kami tidak membersihkan bola, mereka mencetak gol."

"Lalu selama 25 menit setelah itu, serangan datang bertubi-tubi, kita hanya perlu memastikan kita menjaga momen-momen penting dan bersikap profesional."

Rosenior mengakui bahwa timnya kehilangan fokus dalam periode singkat tersebut. Dua gol dalam lima menit jadi harga mahal yang harus dibayar, meski secara keseluruhan ia merasa Chelsea jauh lebih dominan.

"Akan selalu ada waktu dalam pertandingan di mana Anda tidak berada di puncak, hal yang menggelikan bagi kami adalah mereka berhasil mencetak dua gol dalam periode lima menit, padahal selama 90 menit lainnya, kami jauh lebih unggul."

Secara statistik, dominasi Chelsea memang terlihat jelas. Leeds bahkan tidak mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran sebelum penalti Nmecha di babak kedua. Tak heran banyak pendukung tuan rumah terdiam saat keunggulan itu menguap begitu saja.

Baca Juga: Benjamin Sesko Cetak Gol Dramatis di Menit 96! Yakin Manchester United Pantas Menang di Markas West Ham

"Sejujurnya, saya tidak ingat Leeds memiliki peluang atau momen apa pun dalam pertandingan [sebelum gol Nmecha]," tambah Rosenior. 

"Beberapa permainan sepak bola kami dalam penguasaan bola, dalam tekanan, dalam energi, adalah semua yang ingin saya lihat dan itu membuat kekalahan ini semakin sulit diterima."

"Saya merasa frustrasi setelah gol kedua karena beberapa hal yang akan saya tunjukkan kepada para pemain, mengapa momentum permainan berubah. Itu adalah urusan tim."

Meski kecewa, Rosenior tetap melihat potensi besar dalam skuadnya. Baginya, kunci utama adalah konsentrasi penuh selama 90 menit.

"Jika kita bisa fokus dan berkonsentrasi selama 90 menit, tim ini memiliki potensi yang luar biasa, yang mungkin Anda lihat selama 90% pertandingan hari ini."

"Setelah sebulan bekerja, saya merasa sudah tahu apa yang perlu kita kerjakan untuk meningkatkan hal itu. Yang penting adalah memastikan kita punya waktu untuk melakukannya."

Chelsea mungkin merasa dirugikan oleh keputusan wasit. Tapi, pada akhirnya, seperti yang diakui Rosenior sendiri, menjaga momen-momen krusial tetap jadi tanggung jawab tim. 

EDITOR: Hendra