← Beranda

Keunggulan Dua Gol Sirna dalam Lima Menit! Liam Rosenior Kritik Blunder Moises Caicedo, Chelsea Disamakan Leeds United di Stamford Bridge

M Shofyan Dwi KurniawanRabu, 11 Februari 2026 | 23.47 WIB
Moises Caicedo. (Dok. Instagram/@chelseafc)

JawaPos.com - Chelsea seperti sudah menaruh tiga poin di saku. Unggul dua gol sebelum menit ke-60, main di kandang sendiri, dan terlihat sepenuhnya memegang kendali laga. Tapi sepak bola memang hobi bikin drama.

Alih-alih pesta kemenangan, The Blues justru harus puas dengan hasil imbang 2-2 kontra Leeds United, Selasa malam. Dan satu momen jadi titik balik: tekel ceroboh Moises Caicedo di kotak penalti.

Joao Pedro dan Cole Palmer sempat membuat Stamford Bridge nyaman. Skor 2-0 terasa aman. Namun, situasi berubah ketika Caicedo menjatuhkan Jayden Bogle di area terlarang. 

Wasit menunjuk titik putih, dan Lukas Nmecha tak menyia-nyiakan kesempatan. Penalti masuk, Leeds hidup kembali.

Enam menit berselang, situasi makin kacau. Noah Okafor mencetak gol dari jarak dekat setelah kemelut di depan gawang Chelsea—lagi-lagi melibatkan Bogle yang bikin lini belakang panik. Dalam waktu lima menit, keunggulan dua gol menguap begitu saja.

Melansir Football365, usai laga, Liam Rosenior tidak menutup-nutupi kekecewaannya. Ia secara khusus menyoroti keputusan Caicedo yang berujung penalti.

“Kami tidak memperhatikan dua momen kunci, kami tidak tetap tenang.”

“Moi [Caicedo] adalah pemain yang luar biasa dan selalu menjadi yang terbaik sejak saya datang, tetapi kami membuat keputusan yang buruk di sana. Kami memberikan penalti.”

“Tendangan penalti masuk, mereka melakukan beberapa umpan panjang, merebut beberapa bola kedua. Pemain itu menyentuh bola dengan tangan dan itu memengaruhi pemain saya.”

“Kita hanya perlu memastikan kita menjaga momen-momen penting dan bersikap profesional. Hal yang menggelikan bagi kami adalah mereka berhasil mencetak dua gol dalam kurun waktu lima menit, dan selama sisa pertandingan, kami adalah tim yang lebih baik.”

Rosenior bahkan menilai Leeds nyaris tak memberi ancaman berarti di luar dua momen tersebut.

“Sejujurnya, saya tidak ingat Leeds pernah melakukan tembakan atau memiliki momen penting dalam pertandingan itu.”

Baca Juga: Manchester United Was-was! Bryan Mbeumo Tampak Pincang Usai Kemenangan Kontra Tottenham Hotspur

“Apa pun bisa terjadi dalam sepak bola jika Anda tidak memperhatikan momen-momen penting, tetapi saya harap orang-orang sudah bisa melihat perkembangannya. Ada perubahan dalam hal-hal yang ingin saya lihat.”

Ucapan itu ada benarnya. Secara permainan, Chelsea memang lebih dominan. Tapi di level atas, dominasi tanpa fokus adalah undangan untuk bencana kecil—atau dalam kasus ini, kehilangan dua poin.

Chelsea sebenarnya punya peluang emas untuk tetap menang. Di menit-menit akhir, Cole Palmer mendapat kesempatan dari jarak dekat. Situasi yang biasanya hampir otomatis jadi gol. Kali ini tidak.

“Dia berada di posisi itu, 999 kali dari 1000, dia akan mencetak gol, hanya saja saat itu dia gagal.”

“Seharusnya kita tidak berada di posisi itu. Pertandingan seharusnya sudah berakhir dengan skor 2-0. Saya perlu menunjukkan beberapa hal kepada para pemain agar hal itu tidak terjadi lagi.”

Sementara itu, Joao Pedro juga tak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya. Menurutnya, Chelsea sebenarnya mengendalikan pertandingan dan seharusnya menutup laga lebih cepat.

“Kami sangat frustrasi karena saya pikir kami memulai pertandingan dengan sangat baik. Kami mengontrol permainan, unggul 1-0, 2-0, lalu kebobolan.”

“Saya rasa musim ini memang seperti ini. Kita perlu lebih konsisten, lebih fokus, dan menguasai pertandingan. Hari ini hal itu terjadi lagi. Besok kita perlu introspeksi diri dan melihat di mana kita perlu meningkatkan diri.”

“Bukan hanya hari ini, tetapi juga pertandingan kandang lainnya di mana kami kehilangan poin. Jika Anda ingin berada di Liga Champions, Anda tidak bisa kehilangan poin seperti ini.”

Hasil ini terasa makin pahit karena kemenangan akan membawa Chelsea naik ke posisi keempat.

EDITOR: Hendra