← Beranda

Cedera Mikel Merino Tinggalkan Tanda Tanya Soal Waktu Pemulihan dan Masa Depannya di Musim 2026

Risma Azzah FatinRabu, 4 Februari 2026 | 04.05 WIB
Mikel Merino (Bein Sports)

JawaPos.com – Arsenal dipastikan akan kehilangan Mikel Merino dalam jangka waktu yang cukup lama akibat cedera serius.

Dilansir dari laman Bein Sports pada Selasa (3/2), Gelandang asal Spanyol tersebut harus menjalani operasi pada kaki kanannya setelah mengalami patah tulang langka.

Hingga kini, waktu pemulihan Merino masih belum dapat dipastikan.

Baca Juga: Manchester City Masukkan Xabi Alonso dalam Daftar Calon Pengganti Pep Guardiola pada Musim Mendatang

Manajer Arsenal, Mikel Arteta, berharap Merino bisa kembali bermain sebelum akhir musim.

Namun, ia mengakui belum memiliki kepastian terkait proses penyembuhan sang pemain. Arteta menilai kondisi ini menjadi tantangan besar bagi tim.

Merino mengalami cedera pada babak akhir kekalahan Arsenal 3-2 dari Manchester United pada 26 Januari.

Baca Juga: Penjualan Naik di 2025, Suzuki Perkuat Motor Produksi Indonesia

Arsenal kemudian mengumumkan bahwa pemain berusia 28 tahun itu membutuhkan tindakan operasi. Cedera tersebut membuat Merino harus menepi dalam waktu yang tidak singkat.

Sepanjang musim ini, Mikel Merino telah tampil sebanyak 33 kali di semua kompetisi bersama Arsenal.

Ia mencetak enam gol, jumlah tertinggi di antara gelandang klub. Kontribusinya menjadi bagian penting dalam upaya Arsenal bersaing di berbagai kompetisi.

Baca Juga: Dari Ayu Ting Ting hingga Boiyen, Berikut Sejumlah Artis yang Pernikahannya Bertahan Kurang dari 6 Bulan

Arteta menegaskan Mikel Merino merupakan pemain yang memiliki fleksibilitas dan peran vital dalam skuad.

Ketidakhadirannya dinilai sebagai pukulan telak bagi Arsenal. Tidak ada jaminan Merino dapat kembali merumput sebelum musim berakhir.

Di level internasional, Merino juga memegang peran penting bersama tim nasional Spanyol. Ia telah mencatatkan 41 penampilan dan mencetak 10 gol untuk tim senior.

Namun, peluangnya tampil di Piala Dunia masih diragukan karena proses pemulihan yang belum dapat dipastikan.

EDITOR: Hanny Suwindari