← Beranda

Kalah 2-4 Plus Dibobol Kiper Musuh, Arbeloa Akui Real Madrid Main Buruk Usai Dipecundangi Benfica di Liga Champions

M Shofyan Dwi KurniawanKamis, 29 Januari 2026 | 18.57 WIB
Pelatih Real Madrid Alvaro Arbeloa balas pujian Jose Mourinho jelang berlaga di Liga Champions. (@bestofyousports/X)

 

JawaPos.com - Harapan Real Madrid untuk finis di delapan besar fase liga Liga Champions resmi pupus setelah kekalahan mengecewakan 2-4 dari Benfica. 

Hasil buruk di Estadio da Luz itu membuat Los Blancos harus puas finis di posisi kesembilan klasemen dan kembali menjalani babak play-off untuk musim kedua secara beruntun.

Melansir Football Espana, usai pertandingan, Alvaro Arbeloa tak bersembunyi dari kenyataan pahit tersebut. Sang pelatih kepala memberikan penilaian jujur dan lugas mengenai performa timnya yang dinilai jauh dari standar yang dibutuhkan untuk bersaing di level tertinggi Eropa.

“Kami jauh dari apa yang kami inginkan, dari tuntutan lawan, dari atmosfer, dari tujuan permainan kami. Kami tidak mampu menjalankan tugas selama 90 menit,” ujarnya.

“Kami tahu bahwa kami harus bekerja keras, kami sadar bahwa masih banyak yang harus dilakukan. Kami harus menatap ke depan. Untuk memenangkan pertandingan-pertandingan ini, Anda harus melakukan banyak hal dengan baik selama 90 menit.”

Banyak Kekurangan yang Terlihat

Arbeloa menilai kekalahan tersebut tidak bisa disederhanakan pada satu faktor saja. Menurutnya, Real Madrid kalah di banyak aspek, terutama dalam menghadapi intensitas tinggi yang ditunjukkan Benfica di hadapan pendukung mereka sendiri.

“Kami kekurangan banyak hal. Sangat banyak. Ini adalah pertandingan Liga Champions melawan lawan yang bermain mati-matian di depan para penggemar mereka.”

“Mereka bermain dengan intensitas tinggi, mereka menyerang dengan sangat baik. Bukan hanya satu alasan, kami kekurangan banyak hal untuk mengalahkan Benfica hari ini.”

Pernyataan ini menggambarkan betapa Real Madrid gagal mengimbangi agresivitas dan determinasi tuan rumah, sesuatu yang menjadi pembeda utama sepanjang pertandingan.

Baca Juga: Borong 10 Gol! Rekor Gokil Bernardo Tavares Lawan Dewa United jadi Modal Apik Persebaya Surabaya

Tanggung Jawab di Pundak Pelatih

Meski kritik terhadap performa tim cukup keras, Arbeloa dengan tegas mengambil tanggung jawab penuh atas hasil tersebut. Ia menegaskan bahwa sebagai pelatih, dirinya adalah orang pertama yang harus disorot ketika keadaan tidak berjalan sesuai rencana.

“Saya bertanggung jawab atas kekalahan ini, seperti di Albacete. Saya merasa sepenuhnya bertanggung jawab ketika keadaan tidak berjalan baik.”

“Tetapi mereka belum mengeliminasi kami dari Liga Champions, kami masih punya dua pertandingan. Dan kami akan menghadapi kedua pertandingan itu.”

Nada optimistis masih terasa dalam pernyataannya. Bagi Arbeloa, kekalahan ini bukan akhir dari perjalanan Real Madrid di Liga Champions musim ini.

Keputusan Teknis Soal Ceballos

Arbeloa juga menjelaskan keputusannya yang sempat dipertanyakan, yakni memasukkan Jorge Cestero alih-alih Dani Ceballos, pemain yang lebih berpengalaman di level tim utama.

“Itu adalah keputusan teknis. Kami membutuhkan situasi yang terjadi dengan Asencio untuk tidak terjadi, semua orang di lini pertahanan sudah mendapat kartu. Saya ingin sedikit melindungi tim, saya tahu mereka bisa mengalahkan kami dalam serangan.”

“Pada akhirnya Raul diusir. Saya sangat percaya pada Cestero, dia sangat cocok untuk kami. Tidak ada lagi yang perlu dibahas.”

Penjelasan tersebut menegaskan bahwa keputusan itu diambil murni berdasarkan kebutuhan pertandingan, bukan faktor non-teknis.

Kini, Real Madrid harus segera bangkit. Babak play-off menanti, dan seperti yang ditegaskan Arbeloa, perjuangan di Liga Champions belum berakhir. 

Namun satu hal jelas: jika ingin melangkah lebih jauh, Los Blancos harus menunjukkan level yang jauh lebih tinggi dibandingkan yang mereka tampilkan di Lisbon.

EDITOR: Banu Adikara