← Beranda

John Heitinga Jadi Senjata Baru Tottenham: Peran Penting di Balik Layar Era Thomas Frank

Andre Rizal HanafiSenin, 26 Januari 2026 | 05.22 WIB
John Heitinga. (Istimewa)

JawaPos.com - Tottenham Hotspur menambah menunjuk John Heitinga sebagai asisten pelatih dalam jajaran kepelatihan Thomas Frank. Meski tak datang dengan sorotan besar, kehadiran mantan bek Ajax dan timnas Belanda itu dinilai membawa dampak signifikan, terutama dalam pengembangan pemain dan perbaikan struktur permainan Spurs.

Heitinga bergabung pada akhir 2025, menggantikan Matt Wells yang memilih menerima tawaran sebagai pelatih kepala Colorado Rapids di MLS.

Di Tottenham, ia menjadi bagian dari trio assistant pelatih bersama Justin Cochrane dan Andreas Georgson.

Pembagian tugas pun jelas Cochrane menangani bagian menyerang, Georgson fokus pada situasi bola mati, sementara Heitinga dipercaya memimpin aspek pertahanan.

Penunjukan Heitinga datang di tengah kebutuhan Tottenham untuk memperbaiki keseimbangan tim.

Di bawah Thomas Frank, Spurs kerap menuai kritik karena permainan menyerang yang belum konsisten, serta pertahanan yang masih rentan, terutama saat menghadapi transisi cepat lawan.

Meski memiliki lini belakang berpengalaman dan dua gelandang bertahan, Tottenham masih sering kebobolan dari luar kotak penalti.

Di sinilah peran Heitinga dianggap krusial. Dengan latar belakang sebagai bek tengah dan pengalaman kepelatihan di Ajax serta Liverpool, ia dikenal sebagai pelatih yang detail, komunikatif, dan kuat dalam sesi latihan.

Pendekatannya menekankan pemahaman taktik, penempatan posisi, serta kesadaran bahwa setiap keputusan pemain berdampak pada keseluruhan struktur tim.

“Dia tambahan yang sangat bagus untuk tim,” ujar Kevin Danso usai kemenangan 2-0 Tottenham atas Borussia Dortmund di Liga Champions dikutip nytimes.com.

“Pengalamannya luar biasa dan dia tahu bagaimana menjaga semua pemain tetap sejalan dengan rencana pelatih.”

Nama Heitinga memang sempat menjadi sorotan ketika ia menerima jabatan pelatih kepala Ajax pada 2025.

Namun periode tersebut berakhir singkat setelah hasil buruk di Eredivisie dan Liga Champions. Meski begitu, reputasinya sebagai pelatih lapangan dan pengembang talenta tetap tinggi di mata banyak klub Eropa.

Salah satu bukti kapasitasnya adalah peran Heitinga dalam perkembangan sejumlah pemain muda.

Di Ajax, ia membantu transformasi bek Youri Baas melalui pendekatan individual dan pembahasan taktik mendalam.

Saat di Liverpool, ia juga terlibat dalam pembentukan Ryan Gravenberch menjadi gelandang bertahan yang lebih matang dan disiplin secara posisi.

Tottenham sendiri kini memiliki banyak gelandang muda potensial seperti Archie Gray, Lucas Bergvall, dan Pape Matar Sarr.

Dengan rekam jejak tersebut, Heitinga diharapkan mampu membantu para pemain muda Spurs berkembang lebih cepat dan memahami peran mereka secara lebih spesifik di lapangan.

Thomas Frank pun secara terbuka mengapresiasi kualitas Heitinga, terutama dalam komunikasi personal dengan pemain. Menurutnya, kemampuan membangun hubungan satu lawan satu menjadi nilai tambah yang penting dalam ruang ganti Tottenham.

Untuk saat ini, fokus utama Spurs tetap pada perbaikan hasil di Premier League. Kemenangan atas Borussia Dortmund memberi sinyal positif, dan suporter berharap konsistensi itu berlanjut di laga-laga berikutnya.

Jika Tottenham mampu tampil lebih solid dan seimbang, kontribusi John Heitinga di balik layar bisa menjadi salah satu faktor kunci yang jarang terlihat, tetapi sangat menentukan.

EDITOR: Banu Adikara