← Beranda

Petar Sucic Sebut Arsenal Bermain Lebih Klinis saat Berhasil Kalahkan Inter Milan

Antonius Oskarianto AdurKamis, 22 Januari 2026 | 06.37 WIB
Selebrasi Petar Sucic saat cetak gol lawan Arsenal. (Dok. Inter Milan)


JawaPos.com - Petar Sucic menjadi pencetak satu-satunya gol bagi Inter Milan saat tumbang dari Arsenal di Liga Champions. Laga yang berakhir dengan skor 1-3 tersebut dimainkan di Stadion Giuseppe Meazza, Rabu (21/1).

Menurut Petar Sucic, Inter Milan seharusnya bisa meraih kemenangan. Sebab, mereka memiliki peluang untuk membalikkan skor menjadi 2-1, namun gagal dimanfaatkan dengan baik.

"Ini sulit karena kami tidak pantas kalah seperti ini. Di babak pertama, kami memiliki peluang bagus untuk mengubah skor menjadi 2-1, tetapi mereka berhasil memanfaatkannya," ucap Petar Sucic setelah pertandingan kepada UEFA yang dikutip dari Sempre Inter, Rabu (21/1).

Gelandang 22 tahun tersebut mengaku menyesal dengan kekalahan yang dialami Inter Milan dari Arsenal. Kini, Petar Sucic langsung mengalihkan fokus di laga terakhir Liga Champions.

"Kami kalah, tetapi saya rasa kami bermain dengan baik. Saya menyesal atas kekalahan ini, tetapi kami masih memiliki pertandingan lain di grup ini, dan kami harus memenangkannya," papar Sucic.

Arsenal dianggap menjadi salah satu lawan tersulit yang dihadapi Sucic. Gelandang Timnas Kroasia tersebut menilai bahwa tim pemuncak klasemen sementara Liga Inggris itu bermain lebih klinis.

"Kami kalah, tetapi saya rasa kami bermain dengan baik. Saya menyesal atas kekalahan ini, tetapi kami masih memiliki pertandingan lain di grup ini, dan kami harus memenangkannya.”

“Apakah Arsenal lawan terbaik yang pernah kami hadapi sejauh ini? Ya, mereka telah memenangkan semua pertandingan Liga Champions mereka dan mereka berada di puncak klasemen liga."

“Hasilnya berbicara sendiri. Mereka lebih klinis di sepertiga akhir lapangan dan menemukan lebih banyak cara untuk mencetak gol. Kami akan pergi ke Dortmund untuk menang; kami tahu itu satu-satunya cara. Kemudian kita akan lihat apakah itu cukup," pungkas Petar Sucic.

EDITOR: Estu Suryowati