JawaPos.com - Chelsea meraih kemenangan 2-0 atas Brentford di Premier League, namun sorotan utama laga tersebut justru tertuju pada Cole Palmer. Meski mencetak gol lewat penalti, performa gelandang serang belum menampilkan permainan terbaiknya.
Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi pelatih baru Chelsea, Liam Rosenior, yang baru saja memulai tugasnya di Stamford Bridge.
Palmer tampil sebagai starter dan bermain selama 90 menit. Ini merupakan penampilan keempatnya musim ini yang bermain hingga menit akhir.
Selebihnya, musim 2025/2026 adalah musim yang tidak mudah bagi pemain berusia 23 tahun tersebut.
Cedera pangkal paha membuatnya harus absen lebih dari dua bulan, Gol penalti ke gawang Brentford memang penting, tetapi bahasa tubuh Palmer setelahnya cukup berbicara.
Tidak ada selebrasi khas, tidak ada ekspresi lega. Seusai pertandingan, ia bahkan terlihat duduk termenung di lapangan sebelum dibantu rekan setimnya.
Bagi banyak pengemar sepakbola, momen itu menunjukkan bahwa Palmer masih berjuang, bukan hanya secara fisik, tetapi juga mental.
Palmer sebenarnya sudah dinyatakan pulih sepenuhnya dari cedera. Namun, kebugaran pertandingan adalah cerita lain. Absen panjang membuat ketajaman dan akselerasinya belum kembali seperti sebelumnya.
Dalam beberapa momen melawan Brentford, Palmer tampak kesulitan melewati lawan yang biasanya bisa ia lukukan dengan mudah.
Liam Rosenior menyadari situasi tersebut. Usai laga, ia justru memilih memberi pujian ketimbang kritik. Rosenior menekankan kerja keras Palmer tanpa bola, terutama dalam fase menekan lawan di menit-menit akhir.
Ia juga mengungkapkan bahwa Palmer hampir tidak menjalani latihan penuh menjelang pertandingan karena masih merasakan dampak benturan.
“Kondisi seperti ini tidak ideal, tapi sikapnya luar biasa. Dia tetap ingin bermain dan membantu tim,” ujar Rosenior dikutip dari nytimes.com.
Bagi pelatih anyar Chelsea itu, komitmen Palmer dan beberapa pemain lain seperti Reece James menunjukkan mentalitas yang ingin ia bangun di dalam ruang ganti.
Masalahnya, Chelsea kini memasuki periode krusial musim ini dengan jadwal yang sangat padat.
Dalam waktu kurang dari satu bulan, The Blues harus menjalani delapan pertandingan di berbagai kompetisi, termasuk Liga Champions dan Piala FA.
Dengan waktu satu pertandingan yang harus digelar setiap tiga atau empat hari, risiko kelelahan dan cedera menjadi masalah bagi Chelsea.
Di satu sisi, Palmer membutuhkan menit bermain reguler untuk mengembalikan sentuhan terbaiknya.
Di sisi lain, memaksakannya tampil terus-menerus bisa berujung pada masalah baru. Inilah dilema yang kini dihadapi Rosenior dan tim medis Chelsea menjaga kebugaran jangka panjang atau mengejar kebutuhan hasil instan.
Situasi Palmer juga tidak lepas dari situasi yang terjadi di tim nasional Inggris. Sejak Thomas Tuchel ditunjuk sebagai pelatih, menit bermain yang didalat Palmer di level internasional sangat minim.
Dengan Piala Dunia yang semakin dekat, persaingan di lini tengah dan lini serang Inggris semakin ketat.
Palmer harus menunjukan performa konsisten bersama Chelsea jika ingin kembali masuk kedalam skuad Timnas Inggris.
Sejak bergabung dari Manchester City pada 2023, Palmer dikenal sebagai pemain kreatif yang mampu mengubah jalannya pertandingan.
Ia menjadi salah satu aset paling berharga Chelsea sejak ia bergabung. Chelsea tetap optimistis Palmer akan kembali ke performa terbaiknya.
Namun prosesnya jelas membutuhkan kesabaran. Di tengah tuntutan hasil, jadwal padat, dan ekspektasi besar, perjalanan Palmer untuk “menjadi dirinya sendiri lagi” mungkin akan menjadi salah satu cerita yang patut ditunggu dari Chelsea musim ini