← Beranda

Jelang Lawan Brighton, Mikel Arteta Mengenang Kartu Merah Declan Rice

M Shofyan Dwi KurniawanSabtu, 27 Desember 2025 | 23.59 WIB
Pelatih Arsenal Mikel Arteta. (ig @mikelarteta)

JawaPos.com-Menjelang pertemuan kembali Arsenal dengan Brighton & Hove Albion di Stadion Emirates, Mikel Arteta tak bisa menahan diri untuk menengok ke belakang. 

Ingatannya langsung tertuju pada hasil imbang yang terasa pahit musim lalu. Laga itu diwarnai kartu merah Declan Rice dan menjadi salah satu momen paling menjengkelkan bagi sang manajer.

Arsenal ditahan 1-1 Brighton pada Agustus, sebuah pertandingan yang berubah arah setelah Rice diusir keluar lapangan. Gelandang andalan The Gunners itu menerima kartu kuning kedua usai menyenggol bola dari Joel Veltman yang tengah bersiap mengambil tendangan bebas.

Keputusan tersebut memicu banyak perdebatan. Apalagi Arsenal akhirnya harus bermain dengan 10 orang.

Musim lalu memang menjadi periode yang berat dari sisi disiplin. Tim asuhan Arteta mengoleksi enam kartu merah di Liga Premier, setidaknya tiga lebih banyak dibanding tim lain mana pun. 

Selain insiden Rice, Leandro Trossard juga sempat diusir dari lapangan saat menghadapi Manchester City. Sebab, dia menendang bola ke arah tribun penonton.

Saat itu, para wasit tengah gencar menindak praktik mengulur waktu. Penerapan aturan tersebut kemudian terasa lebih longgar.

Melansir ESPN, menjelang laga Sabtu (27/12), Arteta mengakui rasa frustrasi masih membekas. 

"Saya ingat betul. Saya sangat kesal dengan cara kami bermain dengan 10 pemain. Jadi, semoga kali ini akan sangat berbeda,” ungkap Arteta.

Dia juga menyinggung soal perubahan pendekatan wasit musim ini. 

"Saya rasa aturannya sekarang berbeda. Jadi, kami membayar mahal dengan aturan itu, dan semoga itu tidak akan terjadi lagi dan kami bisa terus bermain dengan 11 pemain," papar Arteta.

Kabar baiknya, Arsenal menunjukkan peningkatan signifikan dalam hal kedisiplinan. Hingga pekan ke-17 musim ini, mereka memimpin klasemen Fair Play dengan hanya 22 kartu kuning dan tanpa satu pun kartu merah. Menanggapi catatan tersebut, Arteta tersenyum singkat. 

"Saya tidak tahu. Itu bagus, sangat bagus," ujar Arteta.

Selain soal disiplin, Arteta juga memberi sinyal positif terkait kondisi Kai Havertz. Penyerang asal Jerman itu telah absen sejak pekan pembuka akibat cedera lutut.

Kai Havertz terlihat kembali berlatih pada awal pekan ini. Namun belum bisa dipastikan apakah Havertz akan langsung masuk skuad, Arteta cukup optimistis.

"Saya pikir ini akan memakan waktu beberapa hari, bukan beberapa minggu. Mari kita lihat langkah selanjutnya bagaimana ia merespons hal itu," kata Arteta.

Arteta pun tak menutupi betapa pentingnya peran Havertz bagi timnya. 

"Namun, sekali lagi, dia adalah pemain yang sangat kami rindukan, pemain yang membawa tim ke dimensi yang berbeda. Jadi, saya sangat senang dia akan segera kembali," imbuh dia.

Dengan kenangan pahit musim lalu, perbaikan disiplin yang nyata, dan kemungkinan kembalinya pemain kunci, Arsenal berharap laga melawan Brighton kali ini akan berjalan dengan cerita yang sangat berbeda.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah