JawaPos.com - Di Real Madrid, jalan pemain akademi menuju tim utama terkenal jauh lebih terjal dibandingkan banyak klub elite lain. Bandingkan saja dengan rival abadi mereka, FC Barcelona, yang menjadikan La Masia sebagai fondasi utama proyek klub.
Meski begitu, bukan berarti peluang itu sepenuhnya tertutup di Santiago Bernabeu. Beberapa pengecualian tetap ada, dan salah satunya kini datang dari sosok Víctor Valdepeñas.
Bek muda La Fábrica tersebut mencuri perhatian setelah menjadi starter melawan Alavés di Mendizorroza.
Kesempatan itu hadir dalam situasi yang terbilang ekstrem. Xabi Alonso tidak bisa mengandalkan Álvaro Carreras, Fran García, Mendy, Alaba, maupun Camavinga di posisi bek kiri.
Fakta bahwa harus menunggu kondisi tak ideal terlebih dulu sebelum seorang pemain cadangan mendapat kesempatan menunjukkan betapa sulitnya menembus tim utama Real Madrid.
Penampilan Valdepeñas rupanya tidak luput dari pantauan klub-klub besar Eropa.
Melansir SPORT, Borussia Dortmund menunjukkan minat kuat pada pemain muda tersebut. "Tak hanya Dortmund, beberapa klub Bundesliga dan Premier League juga disebut ikut memantau situasinya, termasuk Bayer Leverkusen dan Arsenal," tulis SPORT.
Komitmen Real Madrid terhadap pemain akademi muda
Kini, setelah Valdepeñas mencatatkan debutnya, keputusan sepenuhnya berada di tangan Real Madrid. Apakah keterlibatannya akan terus meningkat, atau justru hanya menjadi cerita singkat yang lahir akibat badai cedera dan skorsing?
Saat diperkenalkan sebagai pelatih Real Madrid, Xabi Alonso sempat menjanjikan peran yang lebih besar bagi pemain akademi muda. Namun, seiring berjalannya waktu, janji tersebut terasa belum sepenuhnya terealisasi.
Contohnya, Gonzalo García yang sempat menjadi sorotan di Piala Dunia Antarklub kini perannya mulai memudar. Ia lebih sering masuk di menit-menit akhir dan tidak lagi menjadi starter reguler.
Situasi serupa terlihat dalam laga melawan Talavera de la Reina. Alonso hanya menurunkan David Jiménez dalam sebelas awal, meski lawan berasal dari Primera Federación.
Jorge Cestero pun baru masuk pada menit ke-86. Di sisi lain, nama Fortea—yang digadang-gadang sebagai harapan masa depan di posisi bek kanan—justru absen, meskipun Dani Carvajal dan Trent Alexander-Arnold sama-sama cedera.
Kehadiran Valdepeñas sebenarnya memberi Real Madrid kesempatan emas untuk membuktikan bahwa mereka bisa mempercayai talenta akademi sendiri.
Namun, dengan ketertarikan serius dari Borussia Dortmund, Bayer Leverkusen, dan Arsenal, muncul pertanyaan besar: apakah Los Blancos akan mempertahankannya atau justru memilih melepasnya?
Terlebih lagi, selain Álvaro Carreras, belum ada pemain tim utama yang benar-benar memberikan jaminan mutlak di posisi tersebut. Keputusan Real Madrid dalam kasus Valdepeñas bisa menjadi cerminan sejauh mana komitmen mereka terhadap masa depan pemain akademi.