JawaPos.com - Jaime Gonzalez menjadi salah satu sosok paling disorot dalam duel babak 32 besar Copa del Rey antara CF Talavera dan Real Madrid.
Meski timnya harus mengakui keunggulan raksasa Spanyol itu dengan skor tipis 2-3, sang penjaga gawang justru mencuri perhatian lewat performa impresif sekaligus pernyataan pedas soal keputusan wasit.
Melansir COPE, usai laga, Gonzalez berbicara blak-blakan di program radio El Partidazo de COPE. Ia menyinggung momen kontroversial yang terjadi sepanjang pertandingan dan menilai Real Madrid selalu berada dalam posisi yang diuntungkan.
"Kami tahu betul bahwa Madrid, dengan klub dan institusi besarnya, akan memenangkan apa pun yang terjadi, seperti yang sudah jelas," ucapnya tanpa ragu.
Mimpi yang Berujung Pahit
Terlepas dari kekecewaan tersebut, Gonzalez mengakui laga melawan Real Madrid tetap terasa spesial.
Ia menyebut pertandingan itu sebagai sebuah "mimpi", mengingat dirinya adalah penggemar Los Blancos sejak kecil, meski berasal dari Barcelona. Namun, mimpi itu terasa pahit ketika gol ketiga Madrid tercipta.
Ia dengan jujur mengakui kesalahannya pada gol tersebut.
"Pada gol ketiga, yah, saya melakukan kesalahan, sungguh disayangkan."
Gol Mbappe itu menjadi pukulan telak bagi Talavera yang saat itu tengah berusaha menjaga asa.
Menariknya, Gonzalez juga membagikan sisi lain dari malam tersebut. Ia mengungkapkan sikap sportif dua bintang Real Madrid setelah insiden gol itu.
"Mbappe datang menghampiri dan berkata, 'Sayang sekali, ya? Harus terjadi seperti itu,'" tuturnya.
Tak hanya Mbappe, Jude Bellingham juga menunjukkan empati.
“Bellingham juga datang menghampiri setelah gol itu, memelukku, dan mengatakan tidak apa-apa untuk terus maju."
Bagi Gonzalez, momen-momen seperti ini menunjukkan seperti apa kepribadian mereka.
Hampir Ciptakan Kejutan Besar
Talavera sebenarnya nyaris memaksa pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu. Gonzalez menilai Real Madrid benar-benar ditekan habis-habisan, terutama di babak kedua.
"Saya pikir Madrid akhirnya berjuang mati-matian di Prado; saya pikir itu bisa menjadi berita utama yang sangat, sangat penting," katanya.
Tekanan tuan rumah bahkan berlanjut hingga menit ke-93, ketika Talavera hampir menyamakan kedudukan. Gonzalez menyoroti bagaimana timnya mampu menguasai permainan meski Madrid memasukkan pemain-pemain inti.
"Pada saat itu, kami mengambil kendali, kami mampu mengalirkan bola dari sisi ke sisi, menyerang melalui sayap, dan menciptakan peluang."
Secara individu, Jaime Gonzalez tampil luar biasa. Ia mencatat dua penyelamatan krusial, masing-masing dari terjangan Mbappe dan Arda Guler. Aksi itu bahkan mendapat komentar langsung dari sang pemain Turki.
"Dia datang menghampiri saya dan berkata, 'Hei, apa yang kamu lakukan? Kamu menyelamatkan kedua tendangan bebasku.' Dia mengatakannya dengan ekspresi 'sialan' di wajahnya."
Meski Talavera harus tersingkir, penampilan Gonzalez dan keberanian timnya melawan Real Madrid meninggalkan kesan mendalam.
Kontroversi mungkin tak terhindarkan, tetapi malam di El Prado tetap menjadi cerita besar bagi klub kecil yang nyaris menulis sejarah.