← Beranda

Franco Mastantuono Tertekan di Real Madrid, Kekecewaan Xabi Alonso

M Shofyan Dwi KurniawanJumat, 19 Desember 2025 | 01.54 WIB
Franco Mastantuono (kiri) saat dikawal pemain CF Talavera. (Instagram/@realmadrid)
 

JawaPos.com - Franco Mastantuono kembali dipercaya sebagai starter saat Real Madrid menghadapi CF Talavera de la Reina di babak 32 besar Copa del Rey. 

Pemain asal Argentina itu masuk ke starting eleven setelah sebelumnya mengalami pubalgia, dan perlahan mulai mendapatkan menit bermain setelah beberapa laga terakhir lebih sering tampil sebagai pengganti.

Kesempatan ini sejatinya menjadi momen penting bagi Mastantuono untuk menunjukkan kapasitasnya. Namun, di atas lapangan, penampilannya justru mengecewakan.

Ia memang beberapa kali mencoba terlibat dalam permainan dan berupaya mencari ruang, tetapi kontribusinya nyaris tidak memberi ancaman berarti bagi pertahanan Talavera, tim dari Primera RFEF. Jujur saja, dampaknya minim.

Kekecewaan itu juga dirasakan Xabi Alonso. Pelatih kelahiran San Sebastián tersebut dikenal sebagai salah satu pendukung utama Mastantuono sejak awal kedatangannya. 

Namun, meninggalkan Estadio Municipal El Prado, Alonso diyakini tidak sepenuhnya puas. Indikasinya jelas: Mastantuono menjadi salah satu pemain yang ditarik keluar di babak kedua.

Mengapa Mastantuono Mulai Kehilangan Kepercayaan?

Meski belum menunjukkan performa sesuai ekspektasi, kenyataannya tuntutan terhadap Franco Mastantuono terus meningkat. 

Grafik penampilannya dinilai menurun, dan hal itu tercermin dari perannya yang semakin sekunder serta menit bermain yang berkurang secara signifikan.

Situasi ini memunculkan kekhawatiran di internal Real Madrid. Meski demikian, pihak klub di Valdebebas tetap mengingatkan bahwa Mastantuono baru berusia 18 tahun.

Sikap resmi klub masih mengedepankan kesabaran dan ketenangan dalam mengelola perkembangannya.

Meski begitu, melansir Defensa Central, baik Xabi Alonso maupun staf pelatihnya secara terbuka menuntut lebih banyak dari Mastantuono. Kesan paling mengkhawatirkan sejauh ini adalah minimnya antusiasme yang berhasil ia bangkitkan di kalangan penggemar. 

Ia belum mampu memberikan efek kejut seperti yang pernah ditunjukkan Vinícius Jr., Rodrygo, atau bahkan Endrick di fase awal karier mereka.

Mastantuono kerap terlihat kurang agresif dan seolah bermain tanpa urgensi tinggi. Ia memang sempat menunjukkan kilasan kualitas di beberapa pertandingan, tetapi konsistensi masih menjadi masalah utama. 

Real Madrid mengharapkan kontribusi yang lebih nyata dalam fase menyerang, lebih berani mengambil risiko dan lebih aktif mencari peluang.

Direktur Olahraga Real Madrid, Santiago Solari, menilai Mastantuono tengah menjalani proses adaptasi yang berat. Ia datang dari Amerika Selatan untuk bermain di klub dengan tuntutan tertinggi di dunia, dengan ritme dan gaya sepak bola yang sangat berbeda dari Argentina. Klub memahami bahwa proses ini membutuhkan waktu.

Namun, di Real Madrid, waktu bukanlah sesuatu yang bisa diulur terlalu lama. Kesabaran tetap ada, tetapi tidak tanpa batas.

EDITOR: Edi Yulianto