← Beranda

Real Madrid Babak Belur di LaLiga! Xabi Alonso Keluhkan Kinerja Wasit hingga Frustrasi, Bagaimana Selanjutnya?

M Shofyan Dwi KurniawanSenin, 8 Desember 2025 | 23.48 WIB
Pelatih Real Madrid Xabi Alonso. (ig @realmadrid)

JawaPos.com - Real Madrid melalui malam yang penuh tekanan di Bernabéu. Bukan hanya karena kekalahan menyakitkan dari Celta Vigo, tetapi juga karena rasa frustrasi yang menggunung terhadap keputusan-keputusan wasit Quintero González. 

Melansir La Vanguardia, Xabi Alonso, yang biasanya tenang di pinggir lapangan, kali ini tak bisa menahan kekesalannya.

“Keputusan wasit membuat kami frustrasi. Ia mengganggu ritme permainan kami, ia tidak menahan diri, dan ia sangat lunak. Saya sama sekali tidak menyukai penampilannya,” tegas Alonso setelah laga.

Real Madrid memang “hanya” melakukan enam pelanggaran, tetapi berakhir dengan delapan kartu kuning dan tiga kartu merah—statistik yang membuat pertandingan terasa seperti mimpi buruk.

Salah satu keputusan yang paling ia soroti adalah kartu merah untuk Álvaro Carreras. 

“Kartu yang diberikan kepada Carreras sangat dipertanyakan,” kata Alonso.

Meski insiden tersebut terjadi setelah peluit akhir, sang pelatih tetap merasa wasit terlalu impulsif dalam mengambil keputusan.

Alonso menolak menyalahkan pemainnya secara langsung. Ia menyebut kekalahan ini sebagai hari yang buruk, tetapi tetap memaklumi kemarahan pendukung.

“Hanya tiga poin, kekalahan ini menyakitkan, dan kami tidak senang. Kami merasakan kemarahan para penggemar. Tapi jalan masih panjang,” ujarnya.

Namun, sorotan tetap mengarah pada performa Madrid belakangan ini. Dalam lima pertandingan terakhir, Los Blancos hanya meraih satu kemenangan dan kini tertinggal sembilan poin dari Barcelona yang berada di puncak klasemen.

Selain faktor wasit, Alonso juga mengungkapkan bahwa cedera Éder Militão memberi dampak besar pada mental tim. 

“Cedera Militão sangat menyakitkan bagi kami dan sulit untuk pulih secara mental.”

Intensitas yang Hilang dan Fokus ke Man City

Saat ditanya soal kurangnya intensitas beberapa pemain, Alonso memilih untuk tidak menyebut nama. Ia menilai timnya ingin bermain cepat, tetapi justru “kurang di beberapa area.” 

Anehnya, ia menyebut bahwa periode terbaik Madrid justru terjadi saat mereka bermain dengan sepuluh pemain setelah Fran García mendapat kartu merah.

Dalam situasi seperti ini, pertanyaan tentang masa depannya sebagai pelatih pun muncul. Tapi Alonso tetap tenang.

“Tentu saja, jalan masih panjang di musim ini. Kita bisa saja bermain buruk di kandang… Ini adalah tanggung jawab semua orang.”

Laga besar melawan Manchester City sudah menunggu di Liga Champions. Alonso menegaskan bahwa fokus tim harus segera kembali. 

“Kami bermain untuk tiga poin dalam pertandingan yang penting dan seru. Kami ingin tampil baik dan menunjukkan bahwa kami bisa bermain lebih baik daripada hari ini,” janjinya.

Celta Bermain Tenang dan Efektif

Di sisi lain, Celta Vigo tampil lebih stabil dan mampu membaca permainan dengan baik. Bahkan Borja Iglesias mengakui suasana pertandingan sangat panas hingga melebihi ekspektasinya. 

“Situasinya lebih panas dari yang saya perkirakan… Kami bermain sangat baik, sejujurnya,” ujar striker Celta itu.

Malam penuh kartu dan emosi di Bernabéu menjadi refleksi bahwa Real Madrid sedang berada dalam fase sulit. Bagi Alonso, kini tugasnya bukan hanya memperbaiki permainan, tetapi juga meredam tekanan yang mulai membesar dari tribune hingga ruang ganti.

 
EDITOR: Hendra