JawaPos.com-Cristian Chivu menegaskan Inter Milan tidak pernah meragukan kemampuan Lautaro Martinez. Sang kapten mencetak dua gol membawa Nerazzurri menang 2-0 atas Pisa pada Minggu (30/11) malam.
Inter menguji kemampuan mereka di Arena Garibaldi. Mereka harus menunggu hingga menit ke-69 untuk membuka skor.
Lautaro Martinez menendang bola melewati Simone Scuffet. Pemain Argentina itu memastikan kemenangan tujuh menit sebelum laga usai setelah menyundul umpan silang Nicolo Barella.
Kapten Inter Milan memastikan hasil yang membawa mereka kembali ke jalur Scudetto.
Setelah kemenangan Napoli 1-0 atas sesama calon juara Liga Italia Roma, pasukan Chivu kini hanya tertinggal satu poin di belakang rivalnya AC Milan yang saat ini menduduki posisi puncak.
Pada penampilannya yang ke-250 di liga utama, Martinez mencetak dua gol di Liga Italia untuk pertama kalinya sejak kemenangan 3-2 melawan Udinese pada September 2024.
Martinez sempat dikecam setelah hanya mencetak satu gol dalam enam pertandingan liga terakhirnya menjelang pertandingan melawan Pisa. Tapi ia membalas kritik tersebut, yang membuat Chivu senang.
"Kami tahu pentingnya semua pemain kami, terutama kapten kami. Mungkin ada orang di luar sana yang meragukannya, tapi kami tidak pernah meragukannya," ujar Chivu kepada DAZN Italia.
"Itu karena kami tahu betapa dia peduli dan betapa besar kontribusinya terhadap tim ini," imbuh dia.
Pisa juga merupakan lawan ke-29 yang dibobol Martinez di Liga Italia. Sejak musim debutnya di kompetisi tersebut pada 2018/2019, tidak ada pemain yang mencetak setidaknya satu gol melawan begitu banyak lawan berbeda di kompetisi tersebut.
Martinez menampilkan performa ciamik di saat krusial bagi Inter, yang telah menderita kekalahan beruntun di semua kompetisi melawan Milan dan Atletico Madrid.
Kritik terhadap Martinez mungkin tidak berdasar, terutama mengingat sejak awal tahun 2025, hanya lima pemain yang mencatat kontribusi gol lebih banyak daripada kapten Inter (15, 12 gol, tiga assist) di Liga Italia.
Namun, Chivu mengungkapkan bahwa pemain berusia 28 tahun itu menderita sakit setelah bos Inter ditanyai tentang menariknya lebih awal dari kekalahan mereka atas Atletico di Liga Champions pada tengah pekan.
"Seorang pelatih harus menghadapi banyak hal, dan jika ia terlalu banyak mendengarkan apa yang dikatakan orang lain, ia bisa kehilangan kejelasannya," tambah Chivu.
Menurut dia, Lautaro diragukan di media dan hal itu dibesar-besarkan secara tidak proporsional. Sebab, dia menjadi berita utama.
"Kita tahu apa yang dia lakukan dan apa artinya bagi tim ini. Dia mencurahkan hati dan jiwanya untuk tim ini, begitu pula semua pemain," papar Chivu.
Meski Chivu telah mengawali musim pertamanya dengan baik bersama Inter, banyak yang menduga posisinya terancam setelah gagal mencatatkan hasil konsisten.
Inter diberi peluang 36,3 persen untuk merebut kembali mahkota Liga Italia. Probabilitas tertinggi yang diberikan superkomputer Opta.
Chivu mengatakan dia tidak fokus pada hal tersebut.
"Saya tahu siapa saya dan apa yang bisa saya berikan untuk tim ini. Saya mengerahkan upaya dan semangat untuk pekerjaan ini, untuk klub penting seperti Inter," kata Chivu.
"Saya telah melakukan sesuatu yang baik untuk klub ini selama bertahun-tahun, dan menjadi pelatih mereka merupakan suatu kehormatan bagi saya," sambung dia.
"Saya menyadari tanggung jawab saya terhadap klub yang percaya kepada saya dan terhadap para penggemar yang begitu bersemangat. Dan terhadap para pemain hebat ini, yang melakukan segalanya untuk menghormati warna Nerazzurri," ucap Chivi.