← Beranda
Rotasi Pep Guardiola Gagal Total, Manchester City Kalah 0-2 dari Bayern Leverkusen di Liga Champions
M Shofyan Dwi KurniawanKamis, 27 November 2025 | 02.42 WIB
Rotasi Pep Guardiola Gagal Total, Manchester City Kalah 0-2 dari Bayern Leverkusen di Liga Champions

JawaPos.com - Para pemain Manchester City yang duduk di bangku cadangan belum banyak mendapatkan menit bermain. Namun setelah beberapa di antaranya diturunkan pada laga melawan Leverkusen yang berujung kekalahan 0-2, tampaknya Pep Guardiola butuh waktu untuk kembali memainkan mereka di pertandingan berikutnya.

Melansir ESPN, setelah kekalahan 2-1 di kandang Newcastle United pada Sabtu lalu, Pep Guardiola melakukan rotasi besar-besaran. Pelatih Manchester City tersebut mengganti 10 pemain dari starting line-up di laga sebelumnya, dengan pengecualian Nico González.

Hasilnya justru mengecewakan. Mengetahui bintang utama Man City seperti Haaland, Phil Foden, dan Donnarumma hanya menonton dari pinggir lapangan, Bayern Leverkusen tampil beringas. Mereka memanfaatkan absennya para pemain itu dengan mencetak gol pertama dan menutup babak pertama dengan skor 0-1.

Baca Juga: Kebanyakan Rotasi Hingga Manchester City Keok 0-3, Pep Guardiola Akui 'Terlalu Baik' ke Pemain Cadangan

Di babak kedua, demi mengejar ketertinggalan, Guardiola melakukan pergantian. Ia menarik Rayan Aït-Nouri, Oscar Bobb, dan Rico Lewis, kemudian memasukkan pemain-pemain reguler seperti Phil Foden, Jérémy Doku, dan Nico O’Reilly.

Lebih banyak serangan pun tercipta. Namun bahkan masuknya Haaland sekalipun tidak segera membuahkan hasil. Justru Leverkusen berhasil mencetak gol kedua dan memberikan kekalahan pertama bagi Manchester City di kandang pada fase grup Liga Champions sejak 2018.

Seusai laga, Pep Guardiola mengakui kesalahannya karena merotasi terlalu banyak pemain di saat kedalaman skuadnya masih belum memadai.

“Terlalu banyak perubahan. Mungkin terlalu sulit melihat hasilnya. Saya bertanggung jawab penuh atas kekalahan ini,” ucap Pep Guardiola.

Baca Juga: Jelang Manchester City vs Bayer Leverkusen, Pep Guardiola Akan Menjadi Laga Ke-100 Bersama The Cityzens

Mengenai alasan di balik rotasi besar-besaran tersebut, Pep mengungkapkan bahwa ia ingin membuat semua pemain merasa dilibatkan.

“Saya ingin semua orang terlibat, dan ketika mereka tidak bermain, itu sulit. Tapi mungkin terlalu sulit. Terkadang saya suka bersikap terlalu baik dan melibatkan semua orang. Itu tidak berhasil dan saya harus menerimanya,” pungkasnya.

Keputusan Guardiola untuk melakukan rotasi besar-besaran memang cukup membingungkan. Setelah sebelumnya sempat kalah telak 2-7 dari PSG, Leverkusen seharusnya bisa menjadi lawan yang lebih mudah bagi Manchester City.

Kemenangan melawan Leverkusen jelas akan memudahkan Haaland dkk menatap laga melawan Real Madrid di Bernabéu. Seandainya kalah dari Mbappé dkk seperti musim lalu, langkah Man City untuk bisa lolos langsung ke babak 16 besar akan semakin terjal.

Namun sayangnya Pep Guardiola justru melakukan rotasi besar-besaran. Para pemain yang diturunkan melawan tim Bundesliga tersebut tampil di bawah harapan.

Dalam pertandingan itu, ada kesan bahwa Pep Guardiola meremehkan Leverkusen karena hanya menurunkan skuad lapis dua. Namun pelatih Leverkusen, Kasper Hjulmand, membantah hal tersebut.

“Anda seharusnya tidak bertanya kepada saya tentang itu. Siapa pun pemain yang mereka mainkan, mereka adalah tim yang berkualitas,” ungkap Kasper.

Hasil ini menempatkan Man City di posisi enam klasemen sementara fase awal Liga Champions. Guardiola jelas tak ingin timnya terlempar dari peringkat delapan besar dan harus berhadapan dengan tim kuat lainnya di babak 16 besar, seperti musim lalu ketika mereka bertemu Real Madrid.

Untuk saat ini, Pep Guardiola dan timnya akan melupakan kekalahan tersebut dan menatap laga selanjutnya di Liga Primer Inggris melawan Leeds United.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho