← Beranda

Internal Real Madrid Mulai Ragukan Xabi Alonso, Sinyal Bakal Dipecat?

M Shofyan Dwi KurniawanRabu, 26 November 2025 | 02.02 WIB
Internal Real Madrid Mulai Ragukan Xabi Alonso, Sinyal Bakal Dipecat?

 

JawaPos.com - Sebagai salah satu klub sepak bola paling bergengsi di dunia, Real Madrid adalah klub yang menuntut kesempurnaan. 

Para manajernya bekerja di bawah sorotan konstan di mana setiap keputusan, setiap hasil, dan setiap detail kecil selalu berada dalam radar publik. Tidak ada ruang untuk kesalahan.

Xabi Alonso sempat melalui awal kariernya di Madrid dengan mulus. Media Spanyol tidak terlalu menekannya, performa tim cukup solid di Piala Dunia Antarklub FIFA, dan pembukaan La Liga juga berjalan positif. Namun, ketenangan itu kini berubah menjadi badai.

Beberapa minggu terakhir menjadi periode berat: kekalahan dari Liverpool, hasil imbang melawan Rayo Vallecano, dan yang terbaru, gagal menang atas Elche. Momentum yang tadinya mengalir kini terasa macet.

Baca Juga: Bayern Munchen Ingin Tikung Real Madrid, Siap Bajak Ibrahima Konate pada Januari 2026

Keraguan Mulai Mengemuka

Menurut laporan terbaru dari Tiempo de Juego, kepercayaan internal Madrid kepada Alonso semakin menipis setiap harinya. Serangkaian hasil buruk belakangan ini menyalakan lampu kuning: apakah Alonso benar-benar orang yang tepat untuk memimpin proyek besar Los Blancos?

Manajemen memang mengapresiasi beberapa perubahan penting yang coba diterapkan sang pelatih, tetapi kekhawatiran lain justru muncul: hubungan yang retak antara Alonso dan ruang ganti.

Laporan terbaru bahkan menyebutkan beberapa pemain kunci tidak puas dengan ide taktik maupun cara implementasinya. Sebuah alarm keras bagi klub sebesar Madrid.

Baca Juga: Xabi Alonso Puji Penampilan Raul Asencio Meski Real Madrid Kebobolan Dua Gol oleh Elche 

Tiga laga beruntun tanpa kemenangan jelas bukan standar Real Madrid, dan Alonso kini berada dalam posisi harus membalikkan keadaan secepat mungkin jika ingin kembali memegang kendali.

Namun, itu bukan tugas mudah. Jika atmosfer ruang ganti benar-benar dingin, maka performa di lapangan akan sulit maksimal. Tim yang tidak sepenuhnya percaya pada pelatih jarang menghasilkan intensitas yang dibutuhkan untuk menang.

Kini, misi terbesar Alonso adalah menguasai kembali ruang ganti, menghimpun kembali dukungan, kepercayaan, dan komitmen dari para pemain. Karena di Real Madrid, krisis yang tidak segera diatasi bisa berubah menjadi jurang yang dalam pada waktu singkat.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho