JawaPos.com - Hubungan panas antara Real Madrid dan La Liga kembali mencapai titik didihnya. Setelah Florentino Pérez mengguncang Sidang Umum klub dengan kritik pedas pada hari Minggu, Presiden La Liga Javier Tebas langsung menyalakan mode “serang balik”.
Awalnya, respons Tebas tampak seperti tanggapan formal biasa. Tapi rupanya amunisi yang ia simpan masih banyak.
Dalam perkembangan terbaru, ia melemparkan tuduhan serius yang mengarahkan sorotan langsung ke jantung Bernabéu.
Tebas Menuding Madrid Main di Belakang Layar
Dalam pernyataannya, Tebas menuduh Real Madrid menjalin pengaturan pribadi terkait pembagian pendapatan Piala Super Spanyol yang dinilai "terlalu menguntungkan" bagi Los Blancos.
Tuduhan ini melayang hanya beberapa jam setelah Pérez menyentilnya habis-habisan di Sidang Umum: mulai dari isu pertandingan Miami yang gagal sampai perjanjian CVC yang disebut tidak transparan.
Tebas kemudian mengarah ke inti masalah: hubungan ekonomi Real Madrid dengan RFEF di era Luis Rubiales.
Perjanjian itu mengatur aliran pendapatan besar dari pemindahan Piala Super ke Arab Saudi. Dan menurut Tebas, itu semua terjadi tanpa persetujuan klub-klub lainnya.
Baca Juga: Bos Elche Merasa Timnya Dicurangi, Gol Kedua Real Madrid Harusnya Tidak Sah?
Ia menuliskan dengan gamblang di akun X miliknya.
“Real Madrid secara diam-diam telah sepakat dengan Rubiales (mantan presiden Federasi Sepak Bola Spanyol) mengenai pembagian pendapatan besar yang akan diterima Federasi dari Piala Super di Arab Saudi. Saya konfirmasikan kepada Anda bahwa klub-klub lainnya belum menyetujui pembagian itu.”
Menurut Tebas, kesepakatan eksklusif tersebut memberi Madrid porsi yang jauh lebih besar dibanding klub pesaing lain. Kata-kata seperti “tidak adil” dan “kurang transparan” menjadi sorotan utama dalam kritiknya.
Tak berhenti soal uang dan perjanjian tersembunyi, Tebas juga mengangkat tensi konflik dengan serangan personal setelah Pérez meminta agar dirinya dinyatakan sebagai persona non grata di Majelis Real Madrid.
Di akun X pribadinya, Tebas merilis pernyataan lengkap berisi kritik tajam yang menohok langsung ke citra sang presiden Los Blancos.
Ia menggambarkan Pérez sebagai sosok “mesianik, sektarian, supremasi, autentik, dan satu-satunya pemilik kebenaran.”