JawaPos.com - Hubungan antara Barcelona dan Real Madrid telah mengalami pasang surut selama bertahun-tahun, dengan kedua klub melalui periode kekacauan yang diselingi masa-masa gencatan senjata.
Dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah munculnya gagasan Liga Super Eropa dan ambisi mengguncang dunia sepak bola dengan ide baru, kedua klub tampak seperti saudara sekutu. Mereka saling mendukung dalam banyak situasi, berkali-kali.
Kini, seperti disampaikan AS, hubungan harmonis tersebut tak lagi bisa berlanjut. Dua musuh bebuyutan itu kembali bergerak ke arah yang lebih buruk.
Baca Juga: Demi Datangkan Cuan, Presiden Florentino Pérez Berniat Jual Real Madrid ke Investor Luar
Pernyataan Pérez Bikin Barcelona Marah
Media Spanyol tersebut mengonfirmasi bahwa Barcelona dan Real Madrid tidak akan lagi melanjutkan hubungan saling dukung secara terbuka.
Jika permusuhan di El Clásico belum cukup menunjukkan perubahan ini, maka pernyataan Florentino Pérez baru-baru ini menjadi bukti jelasnya.
Berbicara dalam Majelis Umum, Presiden Real Madrid itu mengecam keras Barcelona atas keterlibatan mereka dalam skandal Negreira.
Ia juga menyinggung kedekatan Barcelona dengan pihak-pihak yang dianggap sebagai pesaing publik Real Madrid, termasuk Presiden UEFA Aleksander Ceferin dan Presiden La Liga Javier Tebas, yang dalam beberapa tahun terakhir tampak lebih memihak Barcelona.
Retaknya hubungan kedua klub sebenarnya sudah berlangsung cukup lama, dan semuanya bermula ketika Los Blancos bersikeras mengejar keterlibatan Barcelona dalam kasus Negreira hingga tuntas.
Mulai dari desakan investigasi hingga penolakan terhadap rencana Barcelona bermain di luar negeri, Pérez dan pihak Real Madrid menegaskan bahwa “masa-masa indah” sudah berakhir. Hubungan keduanya kini berada di titik terendah sepanjang sejarah.
Baca Juga: Bos Elche Merasa Timnya Dicurangi, Gol Kedua Real Madrid Harusnya Tidak Sah?
Isi Pernyataan Pérez
Rapat Umum Pemegang Saham Biasa Real Madrid berubah menjadi lebih dari sekadar diskusi keuangan. Florentino Pérez menggunakan panggung tersebut untuk meluncurkan serangkaian kritik tajam terhadap La Liga, UEFA, dan Barcelona.
Acara yang awalnya bersifat rutin itu seketika berubah menjadi pidato berapi-api yang menyinggung hak siar, tata kelola, kontroversi wasit, hingga skandal Negreira yang tak kunjung padam.
Pérez pertama-tama menyoroti apa yang ia anggap sebagai sistem tidak adil yang membatasi akses penggemar terhadap sepak bola level atas. Ia menjelaskan mengapa Real Madrid terus mendorong reformasi, merujuk pada proyek Liga Super.
“Para penggemar seharusnya bisa menonton sepak bola gratis. Terima kasih kepada FIFA yang telah memahami hal ini terkait Piala Dunia Antarklub,” jelas Perez dikutip dari Touchline.
“Saya hanya bisa memikirkan satu alasan mengapa UEFA tidak melakukannya. Itu berarti mereka akan menerima gaji yang sangat besar selama satu tahun lagi,” ungkapnya.
“Sama halnya dengan Presiden La Liga, yang menerima gaji lebih besar daripada Presiden Premier League, meskipun keuntungan yang dihasilkan jauh lebih sedikit.”
Setelah mengkritik badan pengatur sepak bola, Pérez beralih ke proposal pertandingan Miami yang kontroversial. Rencana itu melibatkan Barcelona dan Villarreal untuk memainkan pertandingan liga di Amerika Serikat, sebuah ide yang ditentang keras oleh Real Madrid.
“Tidaklah normal bagi presiden La Liga untuk mempromosikan pertandingan di luar Spanyol,” jelas Perez.
“Bahkan Frenkie de Jong pun tidak menganggapnya normal. Dan kita harus mendengarkan Tebas membandingkannya dengan pertandingan NFL,” tambahnya.
Ia menutup bagian ini dengan menyatakan: “Usulan Miami tidak lebih dari sekadar inisiatif gagal lainnya dari presiden La Liga.”
Selain itu, Pérez mempertanyakan pengaturan finansial di balik rencana tersebut.
“Tidaklah normal La Liga mendukung Barcelona dan Villarreal, menerima insentif keuangan tambahan untuk bermain di Miami.”
Kasus Negreira
Pérez menutup pidatonya dengan salah satu isu paling panas dalam sepak bola Spanyol: kasus Negreira.
Ia tidak ragu menghubungkan kasus tersebut dengan dominasi Barcelona pada masa lalu.
“Sangat disayangkan bagi sepak bola Spanyol bahwa dari 35 wasit yang dipilih untuk Piala Dunia Antarklub, FIFA tidak memilih satu pun wasit asal Spanyol.”
“Tidaklah wajar bagi Barcelona membayar wakil presiden wasit lebih dari €8 juta selama 17 tahun, apa pun alasannya. Kebetulan saja, hal ini bertepatan dengan periode olahraga terbaik Barcelona,” singgung Perez.