← Beranda

Fakta Unik Max Dowman dari Arsenal! Jadi Pemain Termuda di Liga Champions, Langkah Berani Mikel Arteta

Moch. Rizky Pratama PutraKamis, 6 November 2025 | 00.07 WIB
Max Dowman saat berjuang bersama Arsenal di Liga Champions hadapi Slavia Praha, Selasa (4/11/2025). (Instagram @maxdowman)

JawaPos.com — Max Dowman mencatatkan namanya dalam sejarah setelah menjadi pemain termuda sepanjang masa di Liga Champions.

Gelandang muda Arsenal itu tampil saat berusia 15 tahun dan 308 hari dalam kemenangan 3-0 atas Slavia Praha, momen yang langsung menggemparkan dunia sepak bola Eropa.

Catatan tersebut mematahkan rekor yang sebelumnya dipegang Youssoufa Moukoko saat tampil untuk Borussia Dortmund pada 2020 di usia 16 tahun dan 18 hari.

Kini rekor itu resmi bergeser ke tangan pemain jebolan Akademi Hale End yang baru memasuki usia pertengahan remaja.

Yang membuat momen ini semakin istimewa bukan hanya soal statistik usia.

Dowman tampil berani sejak pertama menyentuh bola, memperlihatkan ia hadir bukan sekadar mengisi menit pertandingan, tetapi menunjukkan kualitas yang matang untuk usianya.

Mikel Arteta memberi pujian besar terhadap mentalitas sang pemain.

“Dia datang, begitu bola pertama diambil, dia melewati orang, dia mulai menggiring bola, dia mendapat pelanggaran,” ujar Arteta dalam konferensi pers seusai pertandingan.

Arteta menegaskan keberanian seperti itu tidak bisa diajarkan di ruang latihan.

“Anda tidak bisa mengajarkan hal itu. Anda memilikinya atau tidak, dan tidak masalah apa yang tertulis di paspornya,” tambahnya.

Menurut sang pelatih, kemampuan beradaptasi Dowman di panggung besar inilah yang membuatnya layak mendapat kesempatan.

“Anda menempatkannya dalam konteks ini dan dia ada di sana untuk beradaptasi dan tampil bagus, jadi saya sangat senang dengan itu,” tutup Arteta.

Dukungan juga datang dari gelandang Arsenal lainnya, Mikel Merino, yang mencetak dua gol dalam laga tersebut.

Ia menunjukkan rasa bangga sekaligus kekaguman pada juniornya itu.

“Dia pemain yang luar biasa untuk ditonton,” ungkap Merino.

“Anda melihatnya bersemangat, penuh energi, dan percaya diri dalam permainannya. Senang sekali melihatnya tampil!”

Tampil di Liga Champions bukanlah langkah pertama Dowman bersama tim utama. Ia sebelumnya menjalani debut Liga Primer Inggris pada usia 15 tahun 234 hari saat Arsenal menang 5-0 atas Leeds pada 23 Agustus, menjadikannya pemain termuda kedua sepanjang sejarah Premier League setelah Ethan Nwaneri.

Meski bukan rekor termuda di liga, Dowman justru mencatat sejarah lain sepekan sebelumnya.

Ia menjadi pemain termuda yang pernah menjadi starter untuk Arsenal saat The Gunners menang 2-0 atas Brighton di putaran keempat Piala Liga.

Lonjakan perjalanannya terasa luar biasa cepat.

Dalam hitungan bulan, Dowman naik dari level akademi ke jalur inti yang langsung bersentuhan dengan level kompetisi tertinggi dunia.

Arsenal sendiri sudah dikenal sebagai klub yang memberi ruang besar bagi bakat muda.

Namun keputusan Arteta memainkan pemain berusia 15 tahun di Liga Champions adalah langkah berani yang menunjukkan kepercayaan absolut pada kualitas Dowman.

Penampilan Dowman memberi energi baru di lini tengah Arsenal, terutama saat tim membutuhkan rotasi dalam jadwal padat.

Kehadirannya memberi opsi segar yang dapat membawa dinamika berbeda dalam permainan.

Meski sorotan media kini tertuju padanya, perjalanan Dowman masih panjang.

Arsenal diyakini akan mengelola beban ekspektasi dengan cermat agar perkembangan sang pemain tetap stabil dan tidak terjebak tekanan berlebih.

Namun satu hal sudah pasti dan tak akan berubah: nama Max Dowman kini tertulis dalam buku sejarah Liga Champions.

Untuk seorang remaja yang bahkan belum selesai sekolah menengah, itu bukan sekadar pencapaian, melainkan awal dari perjalanan besar yang baru dimulai.

EDITOR: Hendra