← Beranda

Prediksi Starting Line-up Juventus vs Villarreal: I Bianconeri Bakal Tampil Full Team Hadapi Kapal Selam Kuning

Bramasta JPRabu, 1 Oktober 2025 | 16.00 WIB
Juventus berambisi meraih kemenangan saat hadapi Villarreal dengan formasi full team. (Dok. Juventus)

JawaPos.com – Setelah awal yang spektakuler untuk musim ke-25 Liga Champions dengan bermain imbang 4-4 melawan Borussia Dortmund, Juventus akan mengincar poin maksimal pada Kamis (2/10), saat mereka bertandang ke markas Villarreal di Estadio de la Ceramica.

Sayangnya, dalam tiga pertandingan terakhir, Juve pimpinan Igor Tudor ini gagal meraih kemenangan dan harus puas berbagi poin melawan Dortmund, Hellas Verona, serta akhir pekan lalu, Atalanta.

Tetapi sisi positifnya, Bianconeri akan dalam kondisi full team setelah beberapa pemain yang sempat mengalami cedera ringan telah kembali berlatih bersama tim jelang pekan kedua Liga Champions 2025/2026.

Gleison Bremer dan Khepren Thuram sudah siap untuk dimainkan kembali menjadi starter. Selain itu, Francisco Conceicao juga langsung mencetak gol pertamanya usai satu bulan menjalani kebugaran dari cedera otot.

Modal full team ini juga sangat positif di jajaran lini depan mereka. Persaingan positif telah terjadi setelah Dusan Vlahovic, Lois Openda, dan Jonathan David sudah mulai adu ketajaman untuk menentukan siapa yang akan memimpin lini depan Bianconeri.

Oleh karena itu, di atas kertas, Juve masih diunggulkan merebut poin penuh dalam laga melawan El Submarino Amarillo. Berikut prediksi full team starting line-up Juventus dengan formasi 3-4-2-1.

Michele Di Gregorio (Penjaga Gawang)

Kemasukkan dua gol dalam dua pertandingan terakhir. Di Gregorio masih akan menjadi favorit pengisi posisi bawah mistar Bianconeri selama kesehatan dan ketersediannya terjaga sepanjang 2025/2026.

Baru dua kali mencatatkan clean sheet dari keseluruhan enam pertandingan, menjadi pekerjaan rumah bagi kiper Italia berusia 28 tahun ini dalam memberikan kenyamanan bek-bek Juve. Tentunya target tanpa kebobolan akan menjadi yang utama di laga melawan Villarreal kali ini.

Pierre Kalulu (Bek Tengah)

Bermain selama 540 menit dalam enam laga, menjadikan betapa krusialnya peran Kalulu menjaga sisi kanan Juventus. Kini ia akan menggantikan Federico Gatti menjadi bek tengah sebelah kanan.

Biasanya Tudor memainkan Kalulu di sisi bek sayap kanan. Karena belum memuaskannya permainan Gatti akan menjadi kesempatan mantan pemain Milan ini mendapatkan posisi aslinya, dan memberikan kelebaran lapangan kepada Joao Mario.

Gleison Bremer (Bek Tengah)

Bermain selama 76 menit saat melawan Atalanta, Bremer kembali membuktikan kepemimpinannya saat ditunjuk menjadi kapten tim selama dicadangkannya Manuel Locatelli. Melansir dari FotMob, bek asal Brasil ini mendapat rating 7,2 sebelum diganti Juan Cabal.

Pemain berusia 28 tahun ini berhasil membukukan akurasi umpan hingga 95 persen, dua kali pemulihan bola, serta memenangkan duel sebanyak empat kali dari enam perebutan bola yang terjadi.

Lloyd Kelly (Bek Tengah)

Sama seperti Kalulu, Kelly langsung menjadi pemain paling penting di jajaran lini belakang Juve. Pilar jantung pertahanan yang dibeli dari Newcastle United seharga EUR 17,5 juta itu, memberi kesan positif kepada Tudor.

Bahkan sebagai pemain bertahan, pesepak bola berkebangsaan Inggris ini sudah menyumbang dua gol penting untuk Bianconeri, membuka skor saat melawan Inter dan menyeimbangkan angka dalam pertandingan sengit menjamu Dortmund.

Joao Mario (Bek Sayap Kanan)

Dengan digesernya Kalulu ke posisi aslinya sebagai bek tengah, membuat Mario akan kembali mendapat kesempatan starter ketiganya di musim ini. Sebagai pemain rekrutan baru, chemistrynya langsung menyatu dengan skuad Tudor.

Bahkan beberapa kali diberi menit bermain, mantan pilar FC Porto ini tak pernah mengecewakan manajer asal Kroasia tersebut. Memang layak pemain berusia 25 tahun yang serba bisa ini memiliki kesempatan melengkapi starting line-up.

Khepren Thuram (Gelandang Tengah)

Dua laga terakhir yang berkesudahan dengan berbagi angka untuk Juventus, Thuram tak pernah dimainkan 90 menit. Catatan tersebut membuka peluang gelandang tengah timnas Prancis ini tampil penuh di ajang Liga Champions.

Kualitas fisik dan teknisnya akan sangat berguna untuk menghubungkan bola dari belakang hingga ke depan bagi skuad Tudor, karena intensitas tinggi yang selalu diberikan Thuram berfungsi mengalirkan bola dari bertahan hingga menyerang.

Manuel Locatelli (Gelandang Tengah)

Gelandang bertahan 27 tahun ini tidak tampil di pertandingan melawan Atalanta karena posisinya sudah dikudeta Teun Koopmeiners. Ini merupakan sinyal bahaya bagi sang kapten yang sudah berkesempatan menjalani empat pertandingan sebagai starter.

Di pertandingan penting seperti Liga Champions ini, Tudor diperkirakan akan memberi Locatelli ban kaptennya lagi demi mematikan kreativitas Villarreal yang akan dipimpin mantan pemain Arsenal, Thomas Partey.

Andrea Cambiaso (Bek Sayap Kiri)

Mencatatkan dua asis gemilang untuk timnas Italia di jeda internasional bulan September, Cambiaso belum bisa menularkan penampilan tersebut saat membela Juventus. Dalam empat kali bermain, kontribusi pemain 25 tahun ini hanya terlihat dalam sisi bertahan saja.

Kecepatan dan caranya membaca permainan merupakan kombinasi sempurna baginya untuk menjaga kelebaran kiri pertahanan Bianconeri, tetapi atribut menyerangnya harus ditingkatkan seperti musim lalu dengan sumbangan dua gol dan empat asisnya.

Francisco Conceicao (Gelandang Serang)

Pemain bernomor punggung 7 ini diistirahatkan saat pertandingan melawan Atalanta meski sebelumnya sudah menyumbang gol saat mencetak skor pembuka di pertandingan imbang melawan Verona yang berkesudahan dengan 1–1.

Kemungkinan besar Conceicao akan tampil penuh dipertandingan ini menjadi penopang bersama Kenan Yildiz di duet gelandang nomor 10. Kecepatannya juga bisa menjadi senjata untuk menusuk pertahanan Villarreal.

Kenan Yildiz (Gelandang Serang)

Kebahagiaan Yildiz telah bertambah setelah penampilan positifnya seringkali menjadi penyelamat untuk Bianconeri, kini wonderkid asal Turki kembali akan berduet dengan Conceicao.

Kreativitas serta visi bermainnya akan mengimbangi kekuatan yang dimiliki rekan setimnya itu dalam membongkar pertahanan lawan. Bahkan, pemain 20 tahun ini juga memiliki fleksibilitas memainkan irama pertandingan.

Jonathan David (Striker)

Duet bek El Submarino Amarillo, Rafa Martin dan Renato Veiga akan menjadi tembok besar yang harus dihadapi David di kotak penalti Villarreal. Mantan pemain Lille ini bakal membutuhkan banyak bantuan untuk menaklukan dua bek baru tim Spanyol itu.

Tetapi, kecerdikannya memanfaatkan ruang-ruang sempit bisa jadi langkah awalnya untuk mencetak gol setelah paceklik selama lima laga terakhir gagal merobek gawang lawan-lawan Juventus.

 

 

EDITOR: Edy Pramana