JawaPos.com–Timnas Inggris asuhan Thomas Tuchel akan melanjutkan perjalanan di kualifikasi Piala Dunia zona Eropa. Inggris akan bertandang ke markas Serbia, Stadion Rajko Mitic, Beograd, pada Rabu (10/9) dini hari WIB.
Tuchel berambisi memperbaiki performa anak asuhannya meski laga sebelumnya berhasil menang 2-0 atas Andorra. Tetapi kritikan tetap menyerang pasukan The Three Lions karena penampilan mereka dianggap kurang meyakinkan.
Timnas Inggris berambisi untuk bangkit, memperbaiki penampilan mereka melawan pasukan Orlovi. Pada pertemuan terakhir The Three Lions berhasil menang tipis 1-0 atas Serbia, tetapi laga tersebut tak semudah yang dibayankan.
Pada duel dua negara di kualifikasi Piala Dunia zona Eropa kali ini juga bakal alot. Duet Elliot Anderson dan Declan Rice akan menjadi andalan timnas Inggris di lini tengah setelah tampil sempurna di laga melawan Andorra.
Sementara itu, timnas Serbia masih akan bertumpu pada dua striker Dusan Vlahovic dan Luka Jovic untuk setidaknya mencuri gol, menembus jala gawang Jordan Pickford meskipun kemungkian itu kecil.
The Three Lions akan mengandalkan Marc Guehi yang memimpin jantung pertahanan untuk mengatasi ketajaman Vlahovic dan Jovic. Siapakah yang akan menemani kapten Crystal Palace itu di lini belakang? Berikut prediksi starting line-up timnas Inggris asuhan Tuchel (4-2-3-1).
Jordan Pickford (GK: Penjaga Gawang)
Pickford akan kembali mengisi posisi di bawah mistar tim asuhan Tuchel. Pada pertandingan melawan Andorra praktis selama 90 menit ia tak berkontribusi sama sekali, mengingat Els Tricolors hanya menciptakan dua tendangan dan tak ada satu pun yang mengarah ke gawang.
Laga melawan Serbia, kemungkinan besar menjadi ujian pertama Pickford di jeda internasional bulan September ini. Kesiapan serta refleknya akan ditunjukkan saat menahan penyelesaian striker-striker pasukan Orlovi.
Reece James (RB: Bek Kanan)
Hanya tampil 68 menit di laga sebelumnya, James menjadi salah satu pemain terbaik di lapangan dengan sumbangan satu asisnya. Akurasi umpannya mencapai 91 persen yang menunjukkan betapa efektifnya pemain Chelsea ini dalam membantu serangan.
Baca Juga: Irak Juara King's Cup, Kelemahan Terungkap Jelang Lawan Timnas Indonesia
Selain itu, bek kanan 25 tahun ini juga memiliki statistik mencolok lainnya. Yaitu presentasi duelnya mencapai 83 persen. Kontribusinya dalam bertahan juga patut diapresiasi membuat namanya masih menjadi favorit untuk masuk starting line-up.
Marc Guehi (CB: Bek Tengah)
Kegagalan saga transfernya menuju Liverpool tidak berpengaruh sama sekali terhadap penampilannya bersama tim nasional. Guehi tetap tampil solid pada jeda internasional bulan September ini.
Bek 25 tahun ini kemungkinan besar masih menjadi pilihan utama Tuchel untuk menjadi salah satu dari dua bek tengah sejajar untuk menahan duo striker mengerikan timnas Serbia, Dusan Vlahovic dan Luka Jovic.
Ezri Konsa (CB: Bek Tengah)
Bukan Dan Burn, Konsa akan mengambil alih satu posisi di starting line-up untuk bermitra dengan Guehi. Usianya masih 27 tahun, kecepatan serta atletismenya bisa dimanfaatkan untuk membendung gaya bermain Serbia yang cenderung mengandalkan fisik.
Burn memang tampil solid pada laga sebelumnya, tetapi di usianya yang sudah menginjak 33 tahun akan kesulitan menjaga bintang-bintang pasukan Orlovi. Jadi Konsa adalah pilihan yang tepat pada pertandingan Rabu (10/9) dini hari WIB.
Djed Spence (LB: Bek Kiri)
Spence diprediksi akan mendapat menit bermainnya pada laga melawan Serbia ini. Ujian terbesarnya adalah untuk menghentikan Andrija Zivkovic dan Filip Kostic yang sering menyisir sisi kiri pertahanan lawannya.
Dan profil pemain Tottenham ini sangat cocok untuk mengatasi dua pemain tersebut. Etos kerja dalam merebut bola serta kecepatannya akan sangat diandalkan untuk meredam serangan lawan dari sisi kiri.
Elliot Anderson (DM: Gelandang Bertahan)
Debut bersama The Three Lions dan langsung dinobatkan menjadi Pemain Terbaik dalam Pertandingan. Anderson memukau para penggemar timnas Inggris pada pertandingan melawan Andorra.
Meski tak mencatatkan gol atau asis, tetapi kontribusi pemain 22 tahun ini sangat tampak jelas. Mulai dari presentasi akurasi umpan panjang hingga duel-duelnya sangat berdampak bagi penampilan Inggris yang kurang meyakinkan pada pertandingan sebelumnya.
Declan Rice (DM: Gelandang Bertahan)
Mendapat banyak bantuan dari Elliot Anderson dalam bertahan di laga sebelumnya, membuat Rice lebih sering membantu serangan. Perannya sebagai box-to-box dimaksimalkan dengan baik oleh Tuchel.
Rice juga mencetak satu gol lewat sundulan kerasnya memanfaatkan umpan silang Reece James. Pada pertandingan melawan Serbia, pemain Arsenal berusia 26 tahun ini akan menjadi kunci penguasaan permainan berduel dengan Sasa Lukic dan Ivan Ilic.
Noni Madueke (RW: Sayap Kanan)
Madueke termasuk satu dari tiga pemain yang dikritik oleh Tuchel di konferensi pers setelah laga melawan Andorra. Tetapi tampil paling gemilang diantara Eberiche Eze dan Marcus Rashford. Kemungkinan winger baru Arsenal ini akan tetap berada di starting line-up.
Dalam pertandingan sebelumnya, Madueke juga menjadi pemain paling banyak mendapatkan peluang di lapangan sebanyak tiga kali, sayangnya ia belum bisa berkontribusi gol.
Morgan Rogers (AM: Gelandang Serang)
Mendapat kesempatan bermain hanya 22 menit, pemenang Pemain Muda Terbaik PFA 2025 ini belum banyak berkontribusi untuk The Three Lions. Ia hanya menyentuh bola 17 kali termasuk tiga kali di kotak penalti.
Tetapi dengan kurang meyakinkannya penampila Eze sebagai pemain nomor 10, Rogers memiliki peluang untuk turun menjadi starter pada laga melawan Serbia. Kreativitasnya akan banyak mendukung Kane sebagai ujung tombak utama.
Harry Kane (ST: Striker)
Mulai muncul pertanyaan, apakah era Harry Kane di timnas Inggris berakhir? Mengingat usianya kini sudah menginjak 32 tahun dan pada pertandingan melawan Andorra permainan striker Bayern Munchen ini tak bisa berbicara banyak.
Ollie Watkins yang menjadi penghangat bangku cadangan, bisa saja mengancam posisinya jika kembali gagal mencetak gol. Bek Serbia, Nikola Milenkovic dan Strahinja Pavlovic juga akan bergantian mengunci pergerakan Kane di kotak penalti.
Anthony Gordon (LW: Sayap Kiri)
Menggantikan Marcus Rashford di posisi sayap kiri pada pertandingan melawan Els Tricolor. Gordon juga tak lebih baik penampilannya. Pemain Newcastle ini belum menunjukkan aksi-aksi menawannya saat berseragam The Three Lions.
Tetapi, ia hanya bermain 22 menit saat itu. Pertandingan melawan Serbia ini bisa jadi ajang unjuk gigi bagi Gordon jika diberi banyak menit bermain oleh Tuchel.