JawaPos.com – Musim baru sepak bola 2025/2026 telah dimulai, dan perdebatan soal siapa klub terbaik dunia kembali mengemuka. Yang menarik, nama Manchester United—yang dulunya dianggap sebagai salah satu raksasa dunia—tidak masuk dalam daftar 10 besar. Sebaliknya, klub-klub seperti Paris Saint-Germain, Liverpool, dan Real Madrid kini dianggap sebagai penguasa baru di panggung sepak bola global.
Menurut laporan Sports Mole, daftar ini disusun berdasarkan performa jangka pendek hingga menengah, baik di level domestik maupun kontinental, ditambah kekuatan skuad dan konsistensi hasil dalam beberapa musim terakhir. Siapa saja yang layak menyandang status sebagai klub terbaik dunia saat ini?
Sepak bola terus berkembang dan penuh dinamika. Ada klub yang konsisten mempertahankan kejayaan dalam beberapa dekade, ada pula yang bangkit dari keterpurukan dengan pendekatan baru dan strategi yang tepat. Sementara itu, klub-klub ambisius mulai menantang dominasi tim-tim tradisional.
Inilah 10 besar klub terbaik dunia versi Sports Mole menjelang musim 2025/2026.
- 10. Bayer Leverkusen
Leverkusen mencuri perhatian dunia setelah memutus dominasi Bayern Munich dan meraih gelar Bundesliga pertama dalam sejarah klub sepanjang 120 tahun. Pada musim 2023/2024, mereka juga memenangkan DFB-Pokal dan tidak terkalahkan di seluruh kompetisi domestik.
Sayangnya, harapan meraih treble pupus setelah kalah dari Atalanta di final Liga Europa.
Meski performa mereka menurun di musim berikutnya, Leverkusen tetap tampil kompetitif dan finis di posisi kedua Bundesliga. Xabi Alonso, arsitek kesuksesan mereka, kini melatih Real Madrid.
Sementara itu, pemain-pemain penting seperti Florian Wirtz dan Granit Xhaka sudah hengkang. Namun, kehadiran pelatih baru Erik ten Hag dan pemain seperti Alejandro Grimaldo serta Patrik Schick masih menjaga kualitas skuad.
- 9. Arsenal
Di bawah Mikel Arteta, Arsenal menjelma menjadi kekuatan stabil di Premier League. Tiga musim terakhir mereka selalu finis sebagai runner-up, termasuk terpaut 10 poin dari Liverpool musim lalu.
Menurut laporan Sports Mole, kunci kekuatan Arsenal adalah pertahanan kokoh—hanya kebobolan 34 gol musim lalu—dan lini tengah solid yang dipimpin Declan Rice serta Martin Ødegaard. Namun, tantangan besar masih menanti: meraih gelar Premier League pertama sejak 2004 dan menjuarai Liga Champions untuk pertama kalinya.
Arteta kini berharap kedatangan Viktor Gyokeres dari Sporting Lisbon bisa menjadi solusi di lini depan.
- 8. Inter Milan
Inter terus konsisten dalam enam musim terakhir, meraih dua gelar Serie A dan tiga trofi Supercoppa. Di Eropa, mereka juga tampil meyakinkan, mencapai dua final Liga Champions dalam tiga musim terakhir meski keduanya berakhir dengan kekalahan.
Namun, mereka kini memasuki masa transisi dengan pelatih baru Cristian Chivu dan skuad yang sebagian besar sudah berumur di atas 30 tahun. Tantangannya besar, terutama untuk menjaga performa di berbagai kompetisi dengan pemain seperti Lautaro Martinez, Nicolo Barella, dan Alessandro Bastoni sebagai tumpuan.
- 7. Chelsea
Chelsea telah mengalami naik turun sejak era Abramovich berakhir. Di bawah Todd Boehly, mereka menghabiskan lebih dari 1,2 miliar Poundsterling (setara Rp24 triliun) untuk mendatangkan pemain muda. Setelah performa buruk pada 2022/2023, kebangkitan datang lewat Enzo Maresca.
Chelsea menjuarai UEFA Conference League dan menjadi kampiun Piala Dunia Antarklub 2025 setelah mengalahkan PSG 3-0 di final. Musim ini mereka kembali ke Liga Champions dan berharap para pemain muda seperti Cole Palmer, Enzo Fernandez, dan Moises Caicedo bisa terus berkembang.
- 6. Barcelona
Meski menghadapi krisis finansial, Barcelona sukses meraih treble domestik musim lalu: La Liga, Copa del Rey, dan Supercopa de Espana. Pelatih baru Hansi Flick berhasil mengombinasikan pemain senior seperti Lewandowski dengan talenta muda macam Lamine Yamal.
Barcelona juga tampil apik di Liga Champions, mencapai semifinal sebelum dikalahkan Inter Milan. Dengan skuad yang dihuni Pedri, Gavi, dan Raphinha, mereka kembali menjadi kekuatan dominan di Eropa.
- 5. Bayern Munich
Bayern kembali merebut mahkota Bundesliga musim lalu dengan 82 poin dari 34 pertandingan, mencetak 99 gol dan hanya kebobolan 32. Vincent Kompany berhasil mengembalikan dominasi Bayern setelah musim 2023/2024 tanpa gelar.
Meski gagal di Piala Dunia Antarklub dan Liga Champions, kekuatan mereka tetap mengerikan dengan Harry Kane sebagai mesin gol (85 gol dalam 96 pertandingan), serta dukungan pemain seperti Jamal Musiala, Joshua Kimmich, dan Michael Olise.
- 4. Manchester City
Setelah merajai sepak bola Inggris dan Eropa selama hampir satu dekade, musim lalu City mengalami penurunan tajam. Mereka gagal meraih satu pun trofi utama dan tertinggal 13 poin dari Liverpool di Premier League.
Namun, Guardiola masih punya waktu untuk membangun ulang skuadnya. Kedatangan pemain muda seperti Omar Marmoush dan Rayan Cherki memberi harapan baru. Meski Kevin De Bruyne telah hengkang, nama-nama seperti Rodri, Erling Haaland, dan Josko Gvardiol tetap menjadi kekuatan inti.
- 3. Real Madrid
Real Madrid tanpa gelar musim lalu. Mereka kalah bersaing dengan Barcelona di La Liga dan disingkirkan Arsenal 5-1 secara agregat di Liga Champions. Tapi dengan skuad bertabur bintang seperti Kylian Mbappe, Jude Bellingham, Vinicius Junior, dan rekrutan anyar Trent Alexander-Arnold, mereka tetap diperhitungkan.
Kini dipimpin Xabi Alonso, Los Blancos diyakini bisa kembali bersaing di papan atas Eropa musim ini.
- 2. Liverpool
Di tangan pelatih baru Arne Slot, Liverpool tampil luar biasa musim lalu dengan menjuarai Premier League dan EFL Cup. Salah satu kunci kesuksesan mereka adalah kebangkitan Mohamed Salah dan Ryan Gravenberch.
Dengan tambahan pemain bintang seperti Florian Wirtz (dengan biaya transfer mencapai 120 juta Poundsterling atau setara Rp2,4 triliun), Jeremie Frimpong, dan Hugo Ekitike, Liverpool menjadi favorit kuat di berbagai kompetisi.
- 1. Paris Saint-Germain (PSG)
PSG akhirnya mengangkat trofi Liga Champions pertama dalam sejarah mereka. Musim 2024/2025 benar-benar bersejarah: mereka meraih quadruple—Ligue 1, Coupe de France, Trophee des Champions, dan Liga Champions.
Menurut laporan Sports Mole, PSG kini jauh lebih kolektif dan disiplin di bawah Luis Enrique. Dengan pemain seperti Ousmane Dembele (27 gol, 8 assist), Achraf Hakimi, Joao Neves, dan Khvicha Kvaratskhelia, mereka menjadi tim dengan kualitas paling merata di semua lini.
Daftar ini menampilkan keseimbangan antara tradisi dan kebaruan, antara tim-tim yang berhasil menjaga dominasi dan mereka yang sukses membangun ulang kekuatan dari nol. Yang paling menarik: klub-klub yang dikenal rajin berinvestasi dalam akademi dan transfer cermat kini mendominasi daftar.
Ketiadaan Manchester United dalam daftar ini menjadi cermin bahwa nama besar saja tidak cukup untuk bertahan di puncak sepak bola dunia. Di sisi lain, PSG, Liverpool, dan Real Madrid menunjukkan bahwa kombinasi strategi, pelatih tepat, serta kekuatan finansial dan regenerasi pemain menjadi kunci dalam mempertahankan eksistensi.
Dengan musim baru yang baru saja dimulai, semua mata kini tertuju pada pertarungan sengit yang akan berlangsung di pentas domestik dan internasional. Satu hal yang pasti, perebutan takhta raja sepak bola dunia belum akan berhenti dalam waktu dekat.