← Beranda

10 Rivalitas Terbesar dalam Sejarah Sepak Bola Inggris

Bramasta JPKamis, 3 April 2025 | 23.01 WIB
Rivalitas antara Manchester United vs Liverpool. (Ian Hodgson via Daily Mail)

JawaPos.com-Basis penggemar sepak bola Inggris merupakan salah satu yang memiliki kultur yang terkenal dalam olahraga ini. Ratusan tim tersebar di penjuru The Land of Hope and Glory, bahkan penggemar dari penjuru dunia menyatakan kesetiaan kepada satu tim di negara ini.

Mayoritas klub Inggris setidaknya di empat tingkatan liga dari paling bawah hingga teratas mampu membanggakan basis penggemar yang kuat dan bisa dibilang solid meski jumlah mereka ada yang tidak terlalu banyak.

Mendukung sebuah tim terutama di negara yang terkenal dengan sepak bolanya ini, akan ada suka duka setiap pertandingan, bersama dengan persaingan dan rivalitas antar klub yang turun-temurun yang diciptakan penggemar yang berasal dari tempat tim ini berasal.

Perseteruan antar klub, baik karena alasan geografis atau permusuhan di masa lalu, berkontribusi besar pada berkembangnya sepak bola Inggris, dengan menarik serta rasa emosi para pendukung yang menyaksikan pertarungan di lapangan hijau.

Di Inggris, ada banyak rivalitas dan persaingan yang tercipta antara tim, dengan olahraga ini memiliki sejarah lebih dari 100 tahun. Berikut sepuluh teratas rivalitas terbesar yang ada di sepak bola Inggris.

10. Manchester United vs Arsenal

Manchester United dan Arsenal memiliki sejarah panjang satu sama lain, bermain di divisi teratas sepak bola Inggris selama lebih dari satu abad dan bertemu untuk pertama kali pada 1894. 

Tetapi, persaingan antara keduanya merupakan perkembangan yang cukup baru, khususnya terlihat sejak 1990-an. Saat itu Setan Merah dan The Gunners berada di bawah asuhan Sir Alex Ferguson dan Arsene Wenger, dua pelatih terbaik Liga Inggris yang pernah ada.

Keduanya bersaing untuk mendapatkan gelar di sebagian besar awal liga utama Inggris yang baru dan karenanya, ada peningkatan tingkat persaingan antara keduanya.

Selama beberapa tahun, Roy Keane sebagai kapten Man United dan Arsenal yang dipimpin Patrick Vieira, setiap bentrokan antara kedua belah pihak selalu layak untuk ditonton dan sering kali melibatkan masalah di lapangan dan banyak kartu merah.

Yang paling ikonik, ketika pertempuran terjadi di kandang Setan Merah pada 2003 silam antara kedua belah pihak hingga muncul julukan “Battle of Old Trafford", karena hujan kartu yang terjadi pada laga tersebut.

9. Liverpool vs Everton

Tidak ada derby atau rivalitas lain dalam sejarah liga tertinggi Inggris yang telah ada selama derby Merseyside. Everton dan Liverpool pertama kali saling berhadapan pada 1894 silam dan sejak itu telah terjadi lebih dari 200 pertandingan antara kedua belah pihak.

Persaingan yang terkadang disebut sebagai derby persahabatan, karena tinggal berdekatan di area Merseyside berpindah menjadi musuh sengit antara kedua pendukung yang memiliki aliran merah atau biru sebagai ciri khas jersey kedua tim.

Kebencian antara kedua belah pihak telah meningkat sejak tahun 1980-an. Faktanya, tidak ada dua pihak yang saling berhadapan di Liga Inggris yang telah melihat lebih banyak kartu merah daripada laga Liverpool dan Everton.

Pertemuan terakhir mereka terjadi pada (3/4) di markas Merseyside merah. Laga ini berakhir dengan kemenangan The Reds dengan skor 1-0 lewat gol tunggal Diogo Jota pada menit ke-57. Hal ini menodai rekor apik David Moyes bersama Toffes beberapa pekan terakhir di liga.

8. Leeds United vs Manchester United

Sepanjang era modern, sebagian besar karena runtuhnya sejarah Leeds United dari liga tertinggi Inggris, persaingan The Peacocks dengan Manchester United tidak lagi dianggap penting seperti dulu. 

Namun, itu tidak berarti bahwa pendukung fanatik kedua belah pihak tidak lagi menyukai satu sama lain. Permusuhan antara Yorkshire dan Lancashire dapat ditelusuri kembali ke Perang Mawar lebih dari 500 tahun yang lalu, jadi wajar saja, ketegangan tersebut muncul dan merambah ke dunia sepak bola.

Leeds dan Manchester United pertama kali bertemu pada 1923 dan sejak itu, telah saling berhadapan lebih dari 100 kali. Bentrokan mulai meningkat pada 1970-an dengan munculnya hooliganisme. 

Persaingan semakin membara sepanjang tahun 1990-an dan awal 2000-an ketika kedua klub berada dalam papan atas Liga Inggris. Tetapi, tangan dingin Sir Alex Ferguson membawa Setan Merah selalu lebih unggul dari Peacocks.

Bahkan sekarang, ketika kedua klub bertemu, selalu ada banyak polisi yang berjaga pada hari pertandingan dan ketegangan antara basis penggemar lawan tetap ada, meskipun secara umum kekerasan sedikit mereda.

7. Arsenal vs Tottenham Hotspur

Salah satu rivalitas paling sengit di London Inggris, yaitu permusuhan antara Arsenal dan Tottenham yang tak kunjung berakhir hingga era modern kini, kedua kelompok pendukung fanatik menganggap sang lawan adalah rival utama mereka.

Keduanya telah bentrok satu sama lain selama lebih dari 100 tahun, rivalitas tersebut benar-benar dimulai ketika The Gunners pindah markas ke London Utara pada tahun 1913 membuat persaingan satu daerah mulai memanas.

Hanya segelintir pemain yang pernah mewakili kedua klub dan keputusan itu disambut dengan kemarahan. Sol Campbell, misalnya, masih dibenci oleh penggemar Tottenham selama lebih dari 20 tahun setelah dia meninggalkan klub untuk pindah ke Stadion Emirates.

6. Wolverhampton vs West Bromwich Albion

Derby Black Country sebenarnya melibatkan tiga tim, dengan Walsall yang juga menjadi salah satu tim yang berada di wilayah tersebut. 

Namun, karena Saddlers telah menghabiskan sebagian besar sejarah tim bermain di kasta yang lebih rendah di Inggris, derby ini cenderung mempertontonkan persaingan dan rivalitas antara Wolverhampton Wanderers dan West Bromwich Albion.

Kedua klub, terutama dalam beberapa tahun terakhir, telah menghabiskan waktu bersama baik di Liga tertinggi maupun di Championship, derby ini belum lagi terjadi sejak 2021 lalu, ketika Baggies bermain imbang 1-1 dengan Wolves di Stadion Hawthorns.

Pada awal 2024, West Brom sempat dijadwalkan menjamu Wolves di Piala FA, pertandingan yang dipindah ke kick-off lebih awal karena kekhawatiran akan kerusuhan yang pada akhirnya terbukti benar-benar terjadi.

Pertandingan tersebut ditangguhkan sementara karena kekacauan kerumunan di daerah tersebut, dengan rudal yang diluncurkan oleh kedua kelompok menjadi pengingat untuk Inggris tentang seberapa kacaunya jika derby Black Country kembali terjadi.

5. Sheffield Wednesday vs Sheffield United

Persaingan yang sudah ada sejak lebih dari 100 tahun lalu, Sheffield Wednesday dan Sheffield United membentuk derby Steel City, salah satu pertandingan yang paling dinanti di negara ini meski sering kali terjadi di liga kasta bawah.

Kedua tim memiliki rekor yang sangat ketat satu sama lain, dengan Blades telah memenangkan 50 pertandingan dan Wednesday memenangkan 48 dari 145 pertemuan pana mereka hingga saat ini.

Setelah Sheffield United terdegradasi dari Liga Inggris pada akhir musim 2023/24 lalu, derby Steel City kembali dimainkan di liga untuk pertama kalinya dalam lima tahun November lalu, ketika United mengalahkan rival berat mereka dengan skor 1-0 di markasnya, Bramall Lane.

4. Newcastle United vs Sunderland

Dua tim terbesar dari Tyne and Wear, Newcastle dan Sunderland, selalu bersaing dan telah melakukannya sejak pertemuan pertama mereka di akhir tahun 1880-an silam.

Kedua tim telah menghabiskan waktu bertahun-tahun memainkan pertandingan yang luar biasa kurang lebih dari 150 duel yang mereka jalani, kedua tim berbagi kemenangan, dengan Newcastle memenangkan 54 pertandingan dan Sunderland memenangkan 53 pertandingan.

Sudah hampir satu dekade sejak derby Tyne-Wear berlangsung di liga tertinggi atau turun kasta, sebagian besar kemerosotan bagi Sunderland.

Pada tahun 2024, kedua klub kembali dipertemukan untuk pertama kalinya dalam delapan tahun di Piala FA, pertandingan yang dimenangkan Newcastle 3-0 dalam kemenangan pertama mereka atas Sunderland sejak 2011 silam.

3. West Ham United vs Milwall

Kedua tim telah membetuk stigma bahwa duel keduanya sangat dinanti sejak sebelum pergantian abad ke-20, persaingan Millwall dan West Ham United mulai benar-benar meningkat pada tahun 1970-an.

Tidak ada pertemuan kompetitif antara kedua tim selama hampir 20 tahun antara 1959 dan 1978, tetapi sejak saat itu, ketegangan semakin meningkat secara astronomis.

Ketika hooliganisme mencapai puncaknya dalam sepak bola, Inter City Firm dan Millwall Bushwackers adalah dua kelompok yang paling menonjol dengan kekerasan dan korban berjatuhan menjadi sangat umum terjadi dalam setiap pertandingan antara kedua belah pihak.

Meskipun kemalangan seperti itu telah berkurang dengan menurunnya hooliganisme, itu tidak berarti bahwa kebencian kedua kelompok sedikit pun menurun.

Terakhir bertemu kedua tim terjadi pada 2009 silam, ketika Millwall bertandang ke Upton Park dalam pertandingan Piala Liga, duel keduanya menyebabkan kerusuhan nyata di area London, sama seperti kebencian yang muncul sejak perseteruan Millwall dan West Ham.

2. Aston Villa vs Birmingham City

Derby Birmingham atau sering dikenal Second City Derby pertama kali diadakan pada tahun 1879, sejak itu kebencian antara Aston Villa dan Birmingham City semakin meningkat pesat, dengan kedua kelompok penggemar fanatik menganggap satu sama lain sebagai rival terbesar.

Kedua tim saling berhadapan lebih dari 100 kali, dengan Villa telah meraih kemenangan terbanyak dalam pertemuan sengit duel ini.

Villa dan Birmingham belum pernah saling berhadapan sejak 2019, tahun terakhir kedua belah pihak berkompetisi di divisi yang sama, di Championship. Sejak itu, Villa merasakan kejayaan Liga Champions sementara Birmingham harus terdegradasi ke Liga Satu.

Pertemuan terakhir mereka akan masih membekas dalam ingatan sebagian besar pecinta sepak bola Inggris. Pada tahun tersebut, Jack Grealish mencetak gol kemenangan dalam kemenangan 1-0 atas Birmingham.

Namun, dalam jalannya laga terjadi insiden yang paling diingat karena penonton dari Birmingham City masuk lapangan pada babak pertama, kemudian meninju Grealish, yang membuat golnya semakin manis bagi para penggemar Villa pada hari itu.

1. Liverpool vs Manchester United

Terkadang dikenal sebagai derby Barat Laut dalam kaitannya dengan posisi geografis, setiap pertemuan antara Liverpool dan Manchester United sering dianggap sebagai salah satu rivalitas terbesar dalam sepak bola Inggris.

Sepanjang era Liga Inggris selama bertahun-tahun, kedua klub sering bersaing satu sama lain untuk memperebutkan penghargaan besar mahkota tertinggi Liga Primer.

Sejak tahun 1890-an, The Reds dan Setan Merah telah berhadapan lebih dari 200 kali dan keduanya menghasilkan kombinasi 39 gelar liga yang membuktikan dominasi dua tim merah sekaligus raksasa The Land of Hope and Glory.

Perolehan seperti itu hanya semakin memicu persaingan, dengan Liverpool dan Manchester United sama-sama menikmati masa sebagai kekuatan dominan dalam sepak bola Inggris bahkan Eropa.

Bentrok kedua tim pada tahun 2012 mungkin akan teringat di kepala penikmat sepak bola modern keika Luis Suarez menolak untuk berjabat tangan dengan Patrice Evra, setelah melakukan pelecehan rasial. Hal ini menjadai ramai di media Inggris saat itu.

Pada tahun 2023, Liverpool menorehkan kemenangan terbesar mereka dalam rivalitas ini dengan mengalahkan Manchester United 7-0 di Anfield.

Jika Setan Merah mampu bangkit di dalam beberapa tahun mendatang bersama tangan dingin Ruben Amorim, maka permusuhan dan persaingan kedua tim di Liga Inggris akan terus berlanjut dan berkembang hingga berubahnya sepak bola modern ini.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah