← Beranda

Cristiano Ronaldo Memimpin Daftar 10 Pesepak Bola Terbaik Dunia yang Sering Gagal Mengeksekusi Penalti Sejak Abad ke-21

Bramasta JPKamis, 27 Maret 2025 | 21.54 WIB
Cristiano Ronaldo gagal mengeksekusi tendangan penalti saat Portugal menang 5-2 atas Denmark pada 24 Maret 2025. (ist)
 

JawaPos.com – Mengemban tugas sebagai eksekutor tendangam jarak 12 kotak penalti tidak semudah yang terlihat, karena beberapa pemain sepak bola terbaik dalam sejarah olahraga ini sering gagal mengeksekusi penalti.

Meski demikian, ada beberapa pengambil penalti yang sangat baik dalam sepak bola modern, yang mampu memblokir suara gemuruh seisi stadion dan memilih penempatan bola di sisi gawang mana bola akan mereka tendang.

Biasanya, setiap tim memiliki eksekutor penalti yang telah ditunjuk dan pemain ini akan mampu berkembang di bawah tekanan dan memiliki teknik dalam menendang bola penalti yang akurat.

Namun, pengambil tendangan penalti yang paling konsisten pun dapat rentan melakukan kesalahan sesekali, dengan penjaga gawang terbaik dalam membaca arah tendangan seperti Emiliano Martinez yang dikenal memiliki kemampuan terbaik dalam adu penalti.

Dalam daftar pemain dengan penalti terbanyak yang gagal, ada beberapa pemain yang mengejutkan, seperti ahli tendangan penalti Cristiano Ronaldo, yang mendapat peringkat teratas dengan baru-baru ini mungkin berpredikat terburuk dalam kariernya.

Berikut Jajaran 10 Pemain Terbaik Dunia yang Sering Gagal Mengeksekusi Penalti di Abad ke-21.

10. Antonio Di Natale (14 Kali Gagal)

Pemain veteran dan ikonik dari Liga Italia, Antonio Di Natale, memiliki karier yang luar biasa dan akan lebih dikenang karena penampilannya yang mengesankan di Serie A daripada kegagalannya mengeksekusi penalti.

Ia memenangkan penghargaan pencetak gol terbanyak Serie A pada 2010 dan penyerang dengan tinggi 170 cm ini juga memenangkan penghargaan Pemain Terbaik Italia Serie A pada tahun yang sama.

Setahun kemudian, ia kembali meraih penghargaan pencetak gol terbanyak setelah musim liga yang gemilang. Penyerang yang mematikan itu pensiun pada 2016 sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Udinese dengan 227 gol.

Dari 44 tendangan penalti yang dilakukan Di Natale, ia hanya gagal mengeksekusi 14 tendangan sehingga menghasilkan rasio konversi sebesar 75,8%.

9. Sergio Aguero (14 Kali Gagal)

Sergio Aguero berada di peringkat lebih tinggi dari Edinson Cavani, meskipun gagal mengeksekusi penalti dalam jumlah yang sama, karena rasio konversinya yang lebih rendah.

Mantan pemain timnas Argentina itu memiliki rasio konversi sebesar 77,4%, yang jauh dari kata buruk. Akan tetapi, angka ini meningkat karena banyaknya penalti yang berhasil dieksekusi mantan striker Atletico Madrid ini.

Aguero akan dikenang karena percobaan penalti yang menyedihkan dalam penampilan terakhirnya saat berseragam Manchester City. Ia mencoba menendang penalti dengan teknik panenka, yang dengan mudah ditangkap oleh kiper Chelsea Edouard Mendy saat itu.

Ini juga merupakan kegagalan yang mahal, karena di babak kedua Chelsea bangkit dari ketertinggalan untuk memenangkan pertandingan dalam ajang Liga Inggris dengan skor 2-1 di menit-menit akhir.

8. Edinson Cavani (14 Kali Gagal)

Daftar ini terpampang nama striker legendaris Edinson Cavani. Pemain Uruguay itu adalah eksekutor penalti utama saat berseragam Napoli dan ia mencetak sebagian besar tendangan penalti untuk raksasa Serie A itu, beberapa tendangan penalti krusial juga pernah gagal dilakukannya.

Striker itu telah gagal mengeksekusi 14 penalti sejak 2001 dan meskipun rasio konversi penaltinya cukup solid yaitu 81,6%, ia berada di sepuluh besar untuk pemain bintang yang paling sering gagal di abad ke-21.

Cavani dikenal karena kualitasnya sebagai penyerang, tidak pernah ditunjuk sebagai eksekutor penalti di Paris Saint-Germain. Pemain berusia 38 tahun itu bersaing dengan superstar kelas dunia seperti Zlatan Ibrahimovic dan Neymar, itu pun terjadi sebelum Kylian Mbappe tiba.

Begitu pula di Manchester United, Cavani tidak pernah mengambil penalti di luar adu penalti dan ini karena kehadiran Cristiano Ronaldo, Bruno Fernandes, Anthony Martial dan Marcus Rashford, yang semuanya berada di atasnya dalam urutan menjadi algojo penalti di Old Trafford.

7. Ronaldinho (16 Kali Gagal)

Secara umum, para penikmat sepak bola mungkin tidak akan mengaitkan tendangan penalti dengan mantan pemain jago gocek Barcelona dan AC Milan tersebut, tetapi ia jelas dipercaya sebagai eksekutor penalti karena skillnya.

Ronaldinho memang gagal mengeksekusi 17 penalti, tetapi salah satu tendangan penalti tersebut dilakukan sebelum tahun 2001 dan karenanya tidak termasuk dalam peringkat ini.

Meskipun berhasil mengeksekusi sebagian besar penaltinya, playmaker lincah dan ambisius ini mungkin lebih terkenal karena melakukan tendangan bebasnya.

Ronaldinho sering kali menggunakan strategi yang tidak biasa tetapi efektif saat mengeksekusi bola mati, yaitu menendang bola di bawah pagar pemain, bukan di atas atau di sekitarnya membuat kiper lawan terkecoh.

6. Zlatan Ibrahimovic (17 Kali Gagal)

Zlatan Ibrahimovic adalah pemain yang suka menjadi pusat perhatian. Pemain asal Swedia ini telah mencetak beberapa gol terbaik dalam situasi-situasi penting, seperti saat memenangkan berbagai gelar liga untuk berbagai tim yang pernah ia bela.

Dengan demikian, Ibrahimovic mengambil tanggung jawab untuk mengambil penalti sepanjang kariernya dan ia telah mengambil 104 tendangan penalti.

Meskipun demikian, tekanan untuk mengambil penalti terkadang membuat pemain terbaik seperti pemain bertubuh kekar ini merasa tertekan, oleh karena itu 17 kegagalannya mengeksekusi penalti dapat dimengerti.

Ibrahimovic, yang pensiun pada usia 41 tahun, telah mencetak 87 gol dari titik 12 di kotak penalti dan memiliki tingkat konversi sebesar 83,6%.

5. Neymar (18 Kali Gagal)

Neymar telah melangkah maju untuk mengambil penalti bagi klub dan negaranya sepanjang karier spesialnya di lapangan hijau. Ia pun dikenal sebagai eksekutor yang tidak pernah menghindar dari tekanan semacam ini.

Winger Brasil yang flamboyan ini dikenal sebagai salah satu pengambil penalti terbaik di generasi modern, meskipun sejauh ini dia telah gagal mengeksekusi 18 penalti.

Neymar memiliki kecepatan yang lambat dan biasanya lebih mengutamakan penempatan daripada tendangan penalti. Pemain Brasil ini telah mencetak 87 gol dari titik putih, yang memberinya tingkat konversi yang sangat baik sebesar 82,9%.

Pemain yang kini berusia 33 tahun ini telah menjadi eksekutor penalti utama untuk Paris Saint Germain, Santos, dan tim nasional Brasil, sementara dia mengambil lebih sedikit penalti di Barcelona karena Lionel Messi menjadi algojo utama.

4. Francesco Totti (18 Kali Gagal)

Francesco Totti akan dikenal sebagai salah satu pengambil penalti terbaik di abad ke-21, tetapi ia juga berada di peringkat atas dalam daftar ini. Sang pangeran dari Roma ini mencetak banyak gol selama masa bermainnya dan ia memiliki rasio konversi tendangan titik 12 di atas 80%.

Hebatnya, Totti tidak pernah gagal mengeksekusi penalti selama empat setengah musim terakhir sebelum memutuskan gantung sepatu, ia berhasil mengeksekusi 13 penalti berturut-turut di akhir kariernya.

Pemain timnas Italia itu pernah gagal mengeksekusi dua penalti pada 2001, karenanya tidak masuk dalam perhitungan ini. Penyerang serbabisa ini menghabiskan seluruh kariernya bersama tim ibu kota, memenangkan gelar Serie A, dua Copa Italia, dan dua gelar Supercoppa Italiana.

3. Ciro Immobile (19 Kali Gagal)

Ciro Immobile saat ini bermain untuk Besiktas, dan telah mengonversi tujuh tendangan penalti musim ini untuk klub Turki tersebut. Namun, ia juga pernah gagal mengonversi dua penalti musim 2024/2025.

Immobile paling dikenal karena karier gemilangnya bersama Lazio, di mana ia memegang rekor sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa klub tersebut hingga saat ini.

Lebih jauh lagi, ia juga berada di urutan kedelapan dalam daftar pencetak gol terbanyak Serie A sepanjang masa, yang merupakan pencapaian penting lainnya bagi sang penyerang yang jarang tersorot dari media. 

Immobile telah gagal mengonversi 19 penalti sejauh ini dalam karir sebagai penyerang tajam, yang memberinya rasio konversi sebesar 81,5% dari jarak 12 kotak penalti.

2. Lionel Messi (31 Kali Gagal)

Posisi kedua ditempati oleh Lionel Messi, yang akan mengejutkan banyak orang mengingat fakta bahwa ia mencetak empat penalti selama perjalanan Argentina menjadi juara Piala Dunia di Qatar pada tahun 2022.

Pemain terbaik dunia yang kini berusia 37 tahun ini selalu menjadi contoh dan tidak akan pernah menghindar dari penalti, bahkan dalam situasi sulit sekali pun.

Namun, faktanya ia telah gagal mengeksekusi penalti lebih banyak daripada pemain lain di abad ke-21 kecuali satu. Meskipun demikian, ia masih memiliki rasio konversi sebesar 77,9%, yang tidak buruk mengingat jumlah penalti yang telah ia lakukan sepanjang karier suksesnya.

Messi juga pernah gagal mengeksekusi penalti dalam pertandingan penting. Pada tahun 2016, ia gagal mengeksekusi penalti yang membuat La Albiceleste kalah di final Copa America menyebabkan ia sempat pensiun dari sepak bola internasional untuk waktu yang singkat.

1. Cristiano Ronaldo (32 Kali Gagal)

Yang pertama dalam catatan yang tidak diinginkan ini adalah Cristiano Ronaldo sebagai sosok inspiratif di dunia olahraga ini. Meskipun memiliki tingkat konversi yang mencengangkan sebesar 84,4%, kapten Portugal ini memiliki jumlah kegagalan tendangan penalti terbanyak.

Ronaldo telah melangkah maju untuk mengambil penalti sepanjang karirnya dan ia telah melakukannya dalam kesempatan-kesempatan terbesar, seperti pertandingan penting Liga Champions dan bahkan di Kejuaraan Eropa.

Tetapi, mantan striker Manchester United ini juga pernah melakukan beberapa kesalahan dari titik 12 penalti. Misalnya ia gagal dalam adu penalti melawan Chelsea di final Liga Champions pada 2008, untungnya Setan Merah merebut gelar setelah penampilan epik Van der Sar.

Kegagalan terakhirnya terjadi dalam pertandingan Liga Negara saat Portugal menjamu Denmark pada (24/3) lalu, dan itu mungkin merupakan tendangan penalti terburuk yang pernah ia lakukan. Meski begitu, ia tetap menjadi salah satu algojo tendangan penalti paling produktif.

EDITOR: Edi Yulianto