← Beranda

Legenda AC Milan Paolo Maldini Sebutkan 3 Pesepak Bola Terhebat yang Pernah Ia Lihat Sepanjang Karirnya

Bramasta JPRabu, 26 Februari 2025 | 19.07 WIB
Legenda AC Milan, Paolo Maldini. (AFP/Fayez Nureldine)

JawaPos.com - Paolo Maldini dianggap sebagai salah satu pemain bertahan terbaik sepanjang masa di era keemasan sepak bola dulu. Entah mengisi di lini belakang sisi kiri atau tengah, pemain timnas Italia ini adalah sosok dominan yang memakan penyerang lawan dan membuat mereka diam dengan mudah.

Maldini juga merupakan seorang pemimpin di lapangan sebagai kapten dan pengaruhnya terhadap tim setiap kali dia tampil sangat besar bahkan hingga mendapat julukan Il Capitano.

Selama 25 tahun berseragam AC Milan, pemain yang khas dengan rambut gondrongnya itu mempersembahkan hampir semua gelar yang perlu dimenangkan oleh Rossoneri.

Melewati berbagai era di Milan, Maldini berhasil merebut tujuh gelar Serie A dan empat trofi Liga Champions di antara susunan koleksi gelar lainnya yang ia miliki. Berkompetisi melawan tim-tim terbaik di dunia dan berhadapan dengan berbagai talenta terhebat yang ada di planet ini.

Sebagai pemain bertahan yang kini dianggap ikonik, pendapat Maldini tentang tentang olahraga ini akan didengar banyak orang dan sangat berpengaruh bagi pencinta sepak bola.

Melansir dari Givemesport yang mengutip All Football, dalam film dokumenter tentang Ronaldo Nazario, legenda timnas Italia sekaligus Milan ini menyebutkan tiga pemain terhebat yang pernah dilihatnya selama karir menawannya di dunia si kulit bundar.

Ronaldo Nazario

Adalah hal yang sangat pantas jika legenda timnas Brasil itu menjadi salah satu bintang yang disebutkan Maldini.

Sang penyerang adalah sebuah dinamit di lapangan sepak bola dan ke mana pun ia pergi dan apapun yang ia lakukan, striker dengan ciri khas nomor punggung sembilan itu merasa bahwa mencetak gol adalah naluri alaminya sebagai manusia. Hal ini pula yang membuat ia mendapat julukan El Fenomeno.

Penghambat utama Ronaldo dalam karirnya adalah cedera yang terus menghantuinya yang juga berdampak ke catatan statistiknya.

Kombinasi kecepatan dan kekuatan luar biasa didukung dengan instingnya mencetak gol membuatnya menjadi mimpi buruk bagi para pemain bertahan dan termasuk Maldini menyadari hal itu.

Keduanya pernah bermain bersama pada tahun 2007/2008 saat El Fenomeno berada di San Siro selama satu musim saja dan mereka hanya mendapat satu trofi Piala Dunia Antar Klub di bawah asuhan Carlo Ancelotti.

Meski sempat satu tim, Ronaldo dan Maldini lebih lama menjadi rival, tepatnya saat penyerang timnas Brasil itu berseragam Inter Milan pada musim 1997-2002.

Diego Maradona

Pemain berikutnya yang ditunjuk Maldini adalah Diego Maradona. Pemain ikonik timnas Argentina ini sangat cemerlang dalam karirnya sebagai pesepak bola dengan cara khasnya mengolah si kulit bundar.

Ketika beraksi di lapangan hijau, ia bisa melakukan apa saja. Kecepatan serta kelengkapan skill individu membuatnya menjadi tak terbendung.

Dia mungkin banya dibenci di kalangan fans Inggris karena gol tangan Tuhan-nya yang ikonik hingga saat ini, tapi tidak banyak orang di dunia yang tidak menyadari betapa luar biasa mantan pemain Napoli itu ketika dia berada di lapangan.

Ikon hebat ini bertanggung jawab atas beberapa prestasi terhebat dalam sejarah sepak bola terutama di kancah Internasional bersama Tim Tango, termasuk gol solonya yang luar biasa ketika melawan The Three Lions.

Lionel Messi

Pemain terakhir yang dianggap pesepak bola terhebat oleh Maldini adalah pemain yang sebenarnya belum pernah ia hadapi di lapangan sepak bola, namun ia dengan sadar menyebut betapa hebatnya Lionel Messi selama ini.

Dianggap sebagai pesepakbola terhebat sepanjang masa, mantan punggawa Barcelona ini telah meneror berbagai para pemain bertahan kelas dunia dan menarik perhatian jutaan penikmat olahraga ini selama hampir 20 tahun

Hingga saat ini, Messi masih aktif bermain bersama klub asal Liga Utama Amerika Serikat dan belum menunjukkan tanda-tanda melambat dengan berbagai kontribusi gol dan assistnya di lapangan hijau.

Entah itu bersama Barcelona, ​​Argentina, Paris Saint-Germain, atau sekarang Inter Miami, La Pulga selalu menunjukkan magisnya di mana setiap pergerakkannya menimbulkan kepanikan di lini pertahanan lawan.

Kecemerlangan penyerang yang kini berusia 37 tahun itu akan dikenang untuk waktu yang sangat lama dan Maldini tentu tidak sendirian dalam berpendapat tentang bagaimana hebanya sang bintang kelahiran Rosario ini.

EDITOR: Banu Adikara