← Beranda

Sangat Random! Kisah Unik di Balik Transfer Wesley Sneijder ke Inter Milan: Atas Permintaan Bartender Tak Dikenal

M Wanda SyafiiKamis, 20 Februari 2025 | 19.17 WIB
Wesley Sneijder saat berseragam Inter Milan. (Istimewa)

JawaPos.com - Wesley Sneijder adalah salah satu transfer terbaik yang dilakukan Inter Milan dalam dua dekade terakhir. Ternyata alasan sebenarnya pihak klub menggaetnya baru diungkapkan Massimo Moratti.

Pemain asal Belanda tiba di Inter Milan 2009 silam. Ia diresmikan satu hari jelang jendela transfer ditutup.

Lucunya, Massimo Moratti yang kala itu menjabat sebagai presiden klub tidak punya rencana memboyong Wesley Sneijder. Dia berpikir skuad sudah lengkap.

Akan tetapi, dalam sebuah kesempatan ia bertemu seorang bartender yang juga Interisti. Pria tak dikenal itu mengungkapkan ada satu pemain yang kurang di posisi gelandang.

Nama Sneijder disebut. Menganggap omongan bartender itu masuk akal, sang presiden langsung menghubungi Direktur Olahraga, Marco Branca, dan pelatih Jose Mourinho sebelum mengambil keputusan.

“Saya berada di Forte dei Marmi, seorang bartender menghentikan saya dan bilang ‘Presiden, kita kekurangan satu pemain yang akan menjadi penentu di lini tengah, Sneijder’,” kenang Massimo Moratti kepada Corriere della Sera.

“Dia berbicara dengan sangat meyakinkan sehingga agar tidak terjadi kesalahan saya menelepon Branca, memintanya untuk menanyakan hal ini kepada Mourinho,” lanjutnya.

“Branca menelepon balik dan mengatakan bahwa Mou berkata ‘itu yang saya harapkan’,” sambung taipan mintak Italia.

Pada akhirnya gelandang Belanda datang tanpa negosiasi panjang dengan Real Madrid. Ia memang kesulitan bersaing di klub Spanyol tersebut sehingga bukan perkara sulit untuk La Beneamata meminangnya dengan mahar EUR 15 juta.

Musim pertama Wesley Sneijder langsung berbuah manis. Tiga gelar sekaligus dipersembahkan untuk Inter Milan. Yaitu Serie A, Coppa Italia, dan Liga Champions.

Atas kesuksesan inilah Massimo Moratti ingin mengucapkan terima kasih kepada bartender tersebut. Sayang, sejak saat itu ia tidak pernah bertemu lagi dengannya.

“Kami memulai negosiasi yang berjalan sangat lancar karena Wesley tidak mendapat waktu bermain di Real Madrid,” ia menjelaskan.

“Saya tidak pernah bertemu bartender itu lagi. Tapi saya sangat ingin mengucapkan terima kasih kepadanya,” tutup pria yang memimpin I Nerazzurri dari 1995 sampai 2014.

EDITOR: Banu Adikara