JawaPos.com - Manchester United menuai hasil buruk pada awal Februari dalam laga lanjutan Liga Inggris 2024/2025. Setan Merah dipermalukan Crystal Palace dengan skor 0-2 pada Minggu (2/2) malam WIB.
Bermain di Old Trafford, penyerang Crystal Palace, Jean-Philippe Mateta, tampil menggila di laga kali ini. Sempat melewatkan sebuah peluang emas untuk membuka keunggulan di babak pertama, tidak menyia-nyiakan peluang di babak kedua untuk mengamankan tiga poin.
Pada menit ke-64, Mateta berhasil menyambar bola rebound dari jarak dekat setelah peluang yang dihasilkan oleh Maxence Lacroix membentur mistar gawang.
Penyerang asal Prancis itu kemudian menghukum Manchester United, yang telah berusaha keras untuk menyamakan kedudukan, dengan satu menit tersisa setelah dia menyelesaikan umpan silang mendatar dari Daniel Munoz yang melewati Andre Onana.
Setan Merah sebenarnya tidak tinggal diam. Usaha Kobbie Mainoo sempat membentur mistar gawang, lalu peluang Bruno Fernandes memaksa kiper tim lawan melakukan penyelamatan gemilang di babak kedua.
Meskipun begitu, tuan rumah terlihat tidak dapat merepotkan Crystal Palace, yang bertahan dengan baik di sepanjang pertandingan.
Di laga ini terlalu banyak pemain Setan Merah yang bermain jauh dari performa terbaiknya. Siapa sajakah mereka? Berikut empat pemain Manchester United dengan rating terburuk usai dipermalukan Crystal Palace seperti dilansir dari Whoscored.
Alejandro Garnacho
Diplot pelatih Ruben Amorin di sisi sayap kiri, Garnacho gagal menjawab kepercayaan sang nakhoda dengan performa terbaik. Dia terlihat beberapa kali salah mengambil keputusan.
Pemain asal Argentina ini sempat membuat pertahanan Crystal Palace kewalahan dengan kecepatan serta aksi individunya. Namun, ketika sedang berada di momen penting antara memberi umpan atau menembak, sang pemain terlihat salah mengambil keputusan.
Garnacho dalam laga ini mengemas 3 kali tembakan, 1 kali mengkreasi peluang, dan 6 kali kalah duel. Atas performa minornya tersebut, Whoscored memberinya rating 6,0.
Noussair Mazraoui
Keputusan Amorim dalam menempatkan Mazraoui kembali ke posisi bek sayap kanan adalah keputusan yang keliru. Setelah tampil oke di posisi bek tengah kanan lawan FCSB, kali ini dia tidak sanggup mengulangi performa apiknya di Liga Europa saat tampil di Liga Premier.
Sepanjang laga melawan Crystal Palace, Mazraoui terlihat tumpul membangun serangan serta rapuh dalam bertahan. Bek berusia 27 tahun ini kemudian ditarik keluar pada menit 70.
Mazraoui hanya mencatat 1 kali tembakan, nol tekel kunci, 1 sapuan, dan 3 kali kalah duel. Whoscored lantas memberinya nilai 6,2.
Kobbie Mainoo
Mainoo di laga kali ini ditempatkan sebagai false 9 oleh Amorim. Sayangnya, eksperimen pelatih asal Portugal terhadap pemain muda ini gagal dijawab dengan baik.
Praktis, selama bermain 70 menit, Mainoo tidak terlalu sering memberikan ancaman kepada Crystal Palace. Dia juga terlihat kebingungan dengan posisi barunya tersebut.
Mainoo hanya mengemas 1 tembakan, 1 kali mengkreasi peluang, 1 intersep, dan 10 kali kalah duel. Berkat performa minornya di laga ini, Whoscored memberinya rating 6,3.
Andre Onana
Gemilang menyelamatkan tendangan Mateta sebelum turun minum, penampilan Andre Onana setelah itu langsung menurun.
Pemain asal Kamerun ini hanya mengemas sekali penyelamatan di sepanjang pertandingan. Dia hanya mematung saat gol kedua yang dicetak oleh Mateta.
Onana gagal mencatatkan clean sheet dan tentunya performanya dari pertandingan satu ke pertandingan lainnya cukup mengkhawatirkan. Whoscored lantas memberinya rating 5,9.