← Beranda

Manchester United vs Liverpool: Sejarah Panas Rivalitas dan Adu Gengsi yang Tak Pernah Padam

Derajat Mukhamad Putra BangsaJumat, 3 Januari 2025 | 03.10 WIB
Manchester United Melawan Liverpool Putaran Pertama English Premier League 2024/2025 (Media Manchester United)

JawaPos.com - Liga Inggris pekan ke-20 akan menyajikan pertandingan panas ‘North-West Derby’ di Anfield Stadium yang mempertemukan antara Liverpool dengan Manchester United.

Saat ini Liverpool masih bertahan di peringkat pertama Liga Inggris. Anak asuh Arne Slot berhasil meraih 14 kemenangan, 3 kali imbang dan hanya mengalami 1 kekalahan dari 18 pertandingan. Sedangkan, pasukan Ruben Amorim saat ini sedang tidak baik-baik saja.

Sejak Ruben Amorim menahkodai Manchester United pada 1 November 2024, dari 10 pertandingan mereka hanya mendapatkan 3 kali kemenangan, 2 kali imbang dan 5 kali kekalahan.

Ruben Amorim harus memutar otak menjelang laga melawan Liverpool di Anfield. Pasalnya Manchester United terakhir menang di Anfield pada delapan tahun lalu, tepatnya tahun 2016. Saat itu gol semata wayang dari Wayne Rooney berhasil membawa Manchester United menang 1-0. Adapun hasil dari 5 pertandingan antara Liverpool Vs Manchester United di EPL adalah sebagai berikut:

01/11/2024 Manchester United 0-3 Liverpool

07/04/2024 Manchester United 2-2 Liverpool

17/12/2023 Liverpool 0-0 Manchester United

05/03/2023 Liverpool 7-0 Manchester United

22/08/2023 Manchester United 2-1 Liverpool

Rivalitas kedua klub ini sebenarnya bukan bermula dari sepak bola, melainkan disebabkan oleh persaingan ekonomi antar kota. Berikut sejarah rivalitas antara Liverpool dengan Manchester United:

Awal Mula North-West Derby

Rivalitas kota Liverpool dengan Manchester bermula saat Revolusi Industri, tepatnya pada awal abad ke-19. Pada saat itu, perekonomian di kota Liverpool dan Manchester United berkembang pesat. Manchester dikenal sebagai Cottonopolis, sebuah sebutan yang muncul karena banyaknya pabrik tekstil di Kota Manchester.

Sedangkan Liverpool memiliki keuntungan karena merupakan kota pelabuhan dengan banyaknya barang-barang yang masuk-keluar dermaga yang berasal dari kota Manchester atau menuju kota Manchester.

Menjelang akhir abad ke-19, proyek kapal terusan Manchester selesai dibangun. Artinya, kapal-kapal tidak perlu lagi berlabuh ke kota Liverpool, kapal dapat terus berlayar ke Mersey hingga ke Manchester melalui jalur terusan.

Jalur perdagangan ini adalah alasan utama mengapa Manchester United dan Manchester City sama-sama memiliki gambar kapal di logo mereka. Peristiwa inilah yang sebenarnya membuat masyarakat Liverpool marah besar karena mereka kehilangan pendapatan dan pekerjaaan lantaran kapal-kapal tidak lagi berhenti di dermaga kota Liverpool.

Rivalitas Pelabuhan Menuju Lapangan

Pada Tahun 1960-an. Liverpool menjadi kota yang terdepan di bidang musik, fashion dan sepak bola. Kebangkita Liverpool sangat pesat ketika di bawah asuhan Bill Shankly dan mereka juga berhasil mengalahkan Manchester United dalam perebutan gelar tahun 1964.

Tragedi kecelakaan Munich tahun 1958, membuat Manchester United harus membangun kembali tim dengan pemain-pemain akademi mereka. Hasilnya pada 1968 United berhasil meraih piala Eropa tahun 1968 setelah mengalahkan Benfica dengan skor 4-1 di Stadion Wembley. Hal tersebut menjadi titik balik Manchester United untuk kembali meraih banyak trofi dan mengalahkan dominasi trofi milik Liverpool.

Tahun 1970, Bill Shankly digantikan oleh Bob Paisley dan berhasil membawa Liverpool sebagai klub yang tidak tertandingi di Inggris maupun di Eropa. Liverpool memenangkan 12 gelar Liga Inggris antara tahun 1973 dan 1990. Manchester United sendiri menghabiskan banyak dana dengan tujuan mengalahkan dominasi Liverpool, namun Manchester United belum bisa bersaing dengan Liverpool.

Pada akhir tahun 1980-an giliran Manchester yang mulai mendominasi bidang musik. Saat itu Happy mondays dan Hacienda muncul di lanskap budaya kota Manchester. Manchester United juga mendatangkan nakhoda mereka yang berasal dari Skotlandia, Sir Alex Ferguson (SAF).

Di bawah kepemimpinan SAF, Manchester United berhasil mengambil alih dominasi Liverpool selama dua dekade awal SAF melatih. Mereka bahkan berhasil meraih kesuksesan yang sebelumnya gagal diraih oleh Liverpool dengan memenangkan treble pada tahun 1999.

Liverpool sempat menjuarai Liga Champions pada tahun 2005. Saat itu, Liverpool masih dihuni oleh Jamie Carragher, Steven Gerrard dan Xabi Alonso. Tetapi, Manchester United juga tidak tinggal diam. Mereka mendapatkan gelar ke-20 Liga Inggris dan berhasil menyalip kembali Liverpool.

Namun, setelah era kepemimpinan SAF, Manchester United masih mencari jati dirinya kembali. Saat ini Manchester United belum pernah lagi mendapatkan trofi Liga Inggris. Mereka terakhir juara Liga Inggris pada tahun 2012. Sedangkan Liverpool berhasil meraih trofi kembali pada tahun 2020 setelah 30 tahun mereka harus puasa gelar Liga Inggris.

Namun, saat ini The Reds memiliki kesempatan besar untuk meraih gelar Liga Inggris. Mereka tengah berada di posisi puncak klasemen dengan selisih 6 angka dari Arsenal di posisi ke-2 dan Liverpool masih menyimpan 1 pertandingan tunda.

Baca Juga: Tak Punya Tempat di Manchester United, Antony Intip Peluang Gabung ke Klub La Liga

Tensi Panas antar Suporter

Hinaan dan kekerasan antar suporter Liverpool dengan Manchester United sepertinya akan terus berlanjut. Meskipun sebenarnya budaya hooliganisme sudah menurun sejak tahun 1980-an, beberapa kelompok penggemar Liverpool seringkali mengejek penggemar Manchester United dengan lagu-lagu tentang Tragedi Munich yang merenggut nyawa 8 pemain Manchester United. Para penggemar Manchester United juga membalas ejekan mereka dengan lagu-lagu yang mengejek tragedi Hillsborough dan Heysel.

Pertandingan antara Liverpool dengan Manchester United sebenarnya akan selalu panas. Melihat dari sejarah dan tensi pertandingan setiap tahunnya. Maka, akan sangat menarik untuk disaksikan siapa klub terbaik pada North-West Derbyyang akan digelar pada Minggu, 5 Januari 2025 di Anfield Stadium. 

EDITOR: Banu Adikara